0
Miu @chitaime
INI GALAKU JADI ARTIS BOKEP APA GIMANA SI ANJIR PENYAKIT MASYARAKAT YG KEK GINI2 COCOKNYA DISUMPAHIN GANCET :" pic.twitter.com/uSnnFit7QI
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Miu @chitaime
@KaoruHamadaa Gakebayang jd ortunya balita yg hampir jd korban 😭
Miles Foxtrot @KaoruHamadaa
@buntalanbulu Memang pola pikir dan pendidikan yang harus dirubah secara masif dan merata. Pendidikan P4 dan anggota 4 Pilar juga harus aktif mengawasi masyarakat.
Fani @xygenhxxa
@buntalanbulu Pelaku bisa diperjara, Lah bocah sd udah terlanjur kecuci pikirannya sama yg gituan, susah di benerin lagi😭
- @morelikecoffee
@buntalanbulu Gue sampe gatau harus respon gimana anjir lah
hey, its me @yagirldhila
@buntalanbulu Yaampun bener ya kata orang harus nyontohin yang baik-baik ke anak kecil. Masa langsung diikutin sama bocah bocahnya 😢

Seorang bocah berusia 10 tahun diantar oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya mendatangi kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/6/2019) siang.

Bocah tersebut merupakan satu di antara 6 anak yang ikut nonton bareng (Nobar) adegan ranjang secara langsung pasangan suami istri (Pasutri) ES (24) dan LA (24).
Kepada petugas KPAID, bocah yang masih lugu itu mengaku ikut menonton karena diajak oleh teman sebayanya.

"Saya mah tidak niat tapi diajak teman, lalu melihat melalui kaca kamar itu," kata sang bocah menggunakan Bahasa Sunda.

Pada peristiwa yang terjadi pada malam hari di bulan Ramadan itu, sang bocah mengaku ikut iuran untuk membeli rokok dan kopi.

"Abi mah mayar sarebu (Saya bayar Rp 1.000)," katanya, polos.

URL Tribun Jabar 47 Fakta Baru, Pengakuan Bocah yang Ikut Nobar Adegan Ranjang Pasutri di Tasikmalaya, Bayar Rp 1.000 - Tribun Jabar Bocah tersebut merupakan satu di antara 6 anak yang ikut nonton bareng (Nobar) adegan ranjang secara langsung pasangan suami istri (Pasutri)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.