Pak Menag, Kapan Masuk Penjara?

Mantan Irjen Kemenag, Muhammad Jasin mengakui Kemenag sudah jadi ‘sarang’ koruptor
0

Pada hari-hari ke depan, mungkin kita akan segera melihat Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengenakan rompi seragam berwarna oranye. Rompi tahanan yang selalu dipakaikan kepada tersangka kasus korupsi di KPK. Politikus PPP ini memang diduga kuat ikut terlibat jual beli jabatan di kemeterian yang dipimpinnya.

Dugaan keterlibatan Lukman sudah berulang kali disebut dalam persidangan. Ia disebut menerima uang suap Rp70 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim), Haris Hasanuddin. Uang itu merupakan imbalan atas Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Lukman untuk jabatan Haris.

Dalam persidangan itu, Haris didakwa menyuap Lukman dan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy). Total ada Rp325 juta yang disetorkan kepada kedua orang ini. Romy kini sudah mendekam di balik jeruji besi, sementara Lukman tinggal menghitung hari.

Keterlibatan Lukman memang sudah tercium sejak awal. Begitu Romy diringkus, ruang kerja Lukman langsung diperiksa dan disegel KPK. Sejumlah uang dan dokumen diamankan dari ruang kerja orang nomor satu di Kemenag itu.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, Lukman dinyatakan ikut terlibat dalam jual beli jabatan. Toh dialah yang mengeluarkan SK, uang pun diserahkan kepada dia. Jika mengutip surat dakwaan Haris, terlihat jelas sejumlah peran Lukman dalam skandal memalukan ini.

Abaikan Imbauan KASN

Haris awalnya dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi sehingga dinyatakan tidak lolos dalam seleksi tahap administrasi calon Kakanwil Jawa Timur. Syarat yang dimaksud tidak pernah dijatuhi sanksi hukuman disiplin PNS tingkat sedang atau berat dalam 5 tahun terakhir. Sementara Haris pernah dijatuhi sanksi disiplin berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun pada tahun 2016.

Ia kemudian melobi Romy dan Lukman Hakim agar tetap bisa lolos. Atas arahan Lukman, Sekjen Kemenag yang juga sekaligus Ketua Panitia Seleksi, Nur Kholis Setiawan, memerintahkan Ahmadi selaku panitia untuk menambahkan dua peserta yang lolos. Salah satunya ialah Haris.

Pada tanggal 10 Januari 2019, panitia seleksi mengumumkan peserta yang dinyatakan lolos tahap administrasi seleksi terbuka Kakanwil Kemenag Jatim yang salah satunya ialah Haris Hasanuddin.

Terkait syarat yang tak bisa dipenuhi Haris, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sempat dua kali menyurati Kemenag. Namun, imbauan KASN tersebut tak digubris. Atas perintah Romy, Lukman pun diminta untuk tetap melantik dan mengangkat Haris sebagai Kepala Kanwil Jatim terpilih.

Kementerian Paling Korup

Terkuaknya kasus di atas, kian menegasi bahwa Kementerian Agama merupakan salah satu lembaga paling korup di Indonesia. Ini sangat memiriskan. Sebuah lembaga yang semestinya lebih mengerti soal etika, moral dan perilaku, tetapi malah kerap berlaku koruptif. Dua periode di pimpin Lukman, Kemenag menjadi semakin bobrok.

Tak salah kiranya pengakuan Mantan Irjen Kemenag, Muhammad Jasin, di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) medio Maret lalu. Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengaku ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai irjen, lantaran Kemenag sudah jadi ‘sarang’ koruptor.

Dari pengakuan Jasin ini kian terungkap bahwa di lingkungan Kemenag ini sudah lazim terjadi ‘jual beli’ jabatan. Tarifnya dari Rp 25 juta hingga Rp 5 miliar. Pengakuan serupa juga diutarakan Mantan Ketua Hakim Konstitusi (MK), Mahfud MD, pada acara yang sama. Jadi dugaan maraknya praktik kotor di lingkungan Kemenag kian sudah sulit terbantahkan.

Di era reformasi, yang katanya kita sedang memerangi perilaku koruptif, dengan berupaya membabat habis para koruptor, rasanya tidak pantas seorang yang diduga korupsi, dan sudah berkali-kali disebut dalam sidang, masih memimpin sebuah kementerian. Apalagi, lembaga yang seharusnya paling terdepan dalam urusan moral dan akhlak. Inilah tragedi hati nurani.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.