1
boi. @aansprouse
Aku adalah seorang perawat. Tadi malam, aku melihat sesuatu yang aneh di cctv. -A Story thread pic.twitter.com/4th3B23Lan
 Expand pic
boi. @aansprouse
Aku sedang duduk di tempat perawat, membaca majalah dan minum kopi ketika Olga, perawat lain yang bertugas menyodok lenganku. "Gadis kecil itu melarikan diri," katanya terkikik
boi. @aansprouse
"Apa?" Dia menunjuk ke arah monitor kamera keamanan. Si kecil Madeline sedang berdiri di lorong, gambarnya kasar dan pekat. Madeline dilarikan me rumah sakit pada pukul 20:23. Seorang gadis kecil, tidak lebih dari enam tahun. Wajahnya berlumuran darah. Dia terjatuh dari tangga
boi. @aansprouse
"Ugh, tidak. Dia seharusnya tidak bangun." Aku berhenti, melihat ke monitor. "Dan dari mana dia mendapatkan pakaian itu?" Dia tidak mengenakan pakaian rumah sakit yang kami taruh di tempat tidur.
boi. @aansprouse
Disitu dia mengenakan gaun hitam, stoking putih, dan sepatu hitam mengkilap. Seolah-olah dia sedang berpakaian untuk pergi ke gereja. Atau pemakaman. Dan dia terus-menerus menganggukam kepalanya. Seolah mengharapkan seseorang untuk datang ke lorong.
boi. @aansprouse
"Lalu? Apakah kamu akan pergi menjemputnya atau tidak?" Kata Olga, sambil memainkan hpnya. "Ya, ya, aku akan melihatnya." Aku mendorong kursi keluar, melompat, dan berjalan cepat menyusuri lorong. "Madeline?" Panggilku, saat aku berbelok di tikungan. "Madel-".
boi. @aansprouse
Nafasku tercekat. Tidak ada orang di sana. Aku pun berjalan ke kamarnya. "Madeline?" Panggilku, memasukkan kepalaku. Dia sedang tidur nyenyak di tempat tidur. Memakai gaun rumah sakitnya. Dengan IV-nya masih terpasang.
boi. @aansprouse
Aneh. Aku berjalan kembali ke ruang perawat. Aku tidak bisa menahan perasaan sedikit gelisah. Aku tahu anak-anak kadang-kadang melakukan hal yang aneh, tetapi tidak mungkin seorang anak berusia 6 tahun dapat memasang alat IV. Aku pun kembali ke ruang perawat.
boi. @aansprouse
Olga mengangkat alisnya ke arahku. "Kamu menemukannya?" "Ya. Dia sedang tidur di kamarnya." Aku mencondongkan tubuh ke arahnya dan menurunkan suaraku. "Ini akan terdengar sangat aneh, tapi kurasa... kurasa dia tidak pernah bangun dari tempat tidur."
boi. @aansprouse
"Oooh, seram," katanya, sambil tersenyum. "Mungkin dia kesurupan oleh hantu yang kau katakan minggu lalu." Aku menyipitkan mataku padanya. "Itu bukan sesuatu untuk dibuat lelucon."
boi. @aansprouse
"Oh benarkah? Apa yang akan kamu lakukan, bunuh aku? haha” Dia mengangkat tangannya di mulutnya. "Aku sangat takut!" ejek dia Aku hanya memutar mataku dan berbalik untuk membaca majalahku. Dan pada jam 3:40 itu terjadi lagi.
boi. @aansprouse
Aku kebetulan melihat ke lorong, dan sesuatu di monitor keamanan menangkap mataku. Madeline berdiri di luar pintu. Dengan pakaian dan stokingnya. Kecuali kali ini dia terlihat takut "Lihat! Itu Madeline lagi" kataku, menyodok Olga.
boi. @aansprouse
Saat aku mengatakan itu, salah satu lampu di ujung lorong mati. Layarnya menjadi lebih gelap. Olga melihat dan mengatakan “Oh, itu gadis iblis kecil lagi! Ha ha!" Aku menyipitkan mataku padanya. "Jika kamu pikir semua ini sangat lucu, kamu pergi memeriksanya."
boi. @aansprouse
Matanya sedikit melebar. "Uh, oke." Dia perlahan bangkit. Lalu dia berjalan ke lorong. Aku kembali ke melihat ke monitor. Lampu lain telah mati di ujung lorong. monitornya menjadi lebih gelap dan lebih berbintik sekarang.
boi. @aansprouse
Tapi aku masih bisa melihat sosok kecil Madeline berdiri di depan ruangan, hampir tidak lebih seperti bayangan hitam Klik! Lampu yang lain mati. Lalu yang lain. Dan satu lagi. Lorong itu dengan cepat diliputi kegelapan
boi. @aansprouse
sampai satu-satunya lampu yang menyala adalah yang ada dari dalam kamar Madeline. "Yah, sial," gumamku pada diriku sendiri. "Kita akan membutuhkan tukang listrik." Aku meneguk kopi ku. Dan saat aku meletakkan cangkir ku, aku melihat "itu" disana. Tubuhku menjadi sangat dingin.
boi. @aansprouse
Itu seperti sebuah bayangan. Siluet berbintik, bergolak dan bergeser dalam kegelapan. Awalnya kupikir itu Olga yang datang dari ujung lorong, tapi bukan. Itu terlalu tinggi, membentang dari langit-langit ke lantai. Aku bersandar ke monitor. "Apa apaan ini?"
boi. @aansprouse
Bayangan itu semakin gelap. Semakin besar. Perlahan-lahan meledak keluar dari kegelapan menuju ke cahaya. Tepat di sebelah Madeline. Begitu gelap dan halus, aku pikir itu mungkin hanya tipuan dari kamera karena kurangnya cahaya. Tapi bukan, karna Madeline juga melihatnya.
boi. @aansprouse
Madeline mulai mundur. Dan merentangkan tangannya ke pintu kamar rumah sakit yang terbuka. Menggelengkan kepalanya dengan keras.
boi. @aansprouse
Bayangan lalu itu maju. Beep! Beep! Beep! Mataku beralih ke sistem keamanan ke konsol perawat. "Oh tidak." Tanda-tanda vital Madeline mulai turun. Detak jantungnya, tekanan darah... Aku langsung berlari cepat ke kamarnya.
boi. @aansprouse
Olga baru saja tiba di sana, tangannya berada di atas gagang pintu kamar Madeline. Tapi tidak ada bayangan tinggi seperti yang ku lihat di monitor, dan Madeline tidak berdiri di lorong. "Panggil Dr. Thompson!" Aku berteriak. "Madeline dalam bahaya!"
boi. @aansprouse
Aku langsung masuk ke kamar. Madeline berbaring diam dan tak bergerak di tempat tidur. Jantungnya berhenti berdetak. Aku berlari. Memulai CPR. "Ayo, ayo" aku berteriak. "Tolong jangan mati. Tolong" Blip. Blip. Blip. Detak jantungnya kembali tepat ketika Dr. Thompson masuk
boi. @aansprouse
Kami menahan Madeline di rumah sakit selama beberapa hari lagi, tetapi aku rasa kami tidak perlu melakukannya. Dia tampak pulih dengan cepat. Saat aku memeriksa tanda vitalnya untuk melepaskannya, aku hampir melupakan semua tentang bayangan itu.
boi. @aansprouse
"Bagaimana perasaanmu?" Tanyaku padanya, ketika aku mengambil tekanan darahnya. "Hebat" kata Madeline. Dia menoleh ke orangtuanya. "Dia menyelamatkanku!" "Aww, itu bukan apa-apa." Dia melirikku. "Bukan kamu. Tapi Maggie." katanya, merendahkan.
boi. @aansprouse
Maggie? Aku mengerutkan alisku padanya. Dasar anak kecil yang tidak tahu berterima kasih. "Siapa Maggie?" Ibu Madeline menjadi gelisah dan menatap lantai. Ayahnya merangkulnya, dan batuk dengan aneh.
Load Remaining (9)
Login and hide ads.