2
Cerita Dunia @HistoriDunia
Pada 19 November 1919, didirikan CBZ (Centrale Burgelijke Ziekenhuis) yang disatukan dengan STOVIA. Pada Maret 1942, saat Indonesia diduduki Jepang, CBZ dijadikan Rumah Sakit Perguruan Tinggi (Ika Daigaku Byongin. Pada 1945, diubah menjadi Roemah Sakit Oemoem Negeri (RSON). pic.twitter.com/rgGUG6LLoO
 Expand pic
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo ini, ribuan dokter dan tenaga medis melayani ribuan pasien dari seluruh Indonesia yang setiap hari berkunjung ke RS ini. RSUPN atau dulu disebut RSCM ini merupakan pusat rujukan nasional rumah sakit pemerintah dan merupakan tempat pendidikan dokter
Cerita Dunia @HistoriDunia
umum, dokter spesialis I dan subspesialis, perawat serta tenaga kesehatan lainnya. Sekarang saya akan berjalan ke lembaga Eijkman, masih satu kompleks dengan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo. Sekitar 170 meter jaraknya. pic.twitter.com/vT91Yy532B
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Pada tahun 1888, pemerintah  Hindia Belanda mendirikan  Geneeskundig Laboratorium (Laboratorium Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat) di  Batavia. Christiaan Eijkman ditunjuk sebagai direktur pertama. Christiaan Eijkman meraih hadiah Nobel di bidang kedokteran pada tahun 1929 pic.twitter.com/9llpKoJQKW
 Expand pic
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
atas penelitiannya tentang penyakit beri-beri yang disebabkan oleh kekurangan senyawa yang terdapat pada kulit beras, sebuah konsep yang menjadi cikal-bakal penemuan  vitamin. pic.twitter.com/RlkR1aIKbM
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Masih di garis lurus jalan Pangeran Diponegoro Jakarta ini, saya mau mampir lagi ke sebuah bioskop peninggalan zaman Belanda juga. Oiya, dulu nama jalan Pangeran Diponegoro adalah Oranje Boulevard, Oranje berdasar nama William Oranje, seorang
Cerita Dunia @HistoriDunia
pemimpin pemberontak asal Belanda yang pernah melawan Spanyol. Jalan Pangeran Diponegoro dulu juga katanya jalan utama Batavia menuju Pasuruan. Sekarang kita lanjut, dari lembaga Eijkman di jalan Pangeran Diponegoro saya menuju jalan Pegangsaan Timur. pic.twitter.com/1HzpBuirBK
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Di titik ini ada spot menarik, yaitu Bioskop Metropole atau dulu sempat diberi nama Megaria. Tapi jangan salah ya, antara bioskop Metropole dan bioskop Menteng ada sedikit kemiripan. Coba lihat foto berikut, yang kiri adalah bioskop Menteng dan kanan bioskop Metropole. pic.twitter.com/uRiWYIXXRv
 Expand pic
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Bioskop Metropole ada di kompleks Megaria, Pegangsaan. Sedangkan bioskop Menteng ada di sekitar jalan R.P. Soeroso dan jalan Cikini Raya (masih kecamatan Menteng - sekarang menjadi pertokoan Menteng Huis). Saya lupa mau ke sini... mungkin karena pegel kaki 😁 pic.twitter.com/6lxkRsCmOa
 Expand pic
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Di antara jalan Pegangsaan dan jalan Pangeran Diponegoro, ada bangunan bioskop. Bioskop ini dibangun pada tahun 1932 dengan bergaya arsitek Art Deco. Sempat diganti nama menjadi Megaria oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960an, dan nama itu bertahan hingga tahun 1989. pic.twitter.com/jBYFS8Pr0u
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Setelah dari bioskop Metropole, saya menuju stasiun kereta api Cikini. Di stasiun layang ini, ada kantor KAI DAOP 1. Dahulu, tepatnya sebelum tahun 1988, jalur Jayakarta - Cikini masih berada di tanah. Lalu pada Februari 1988, dimulailah pengangkatan stasiun dan selesai 1992. pic.twitter.com/yywJCGtlcJ
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Di depan stasiun Cikini, juga terdapat 3 gedung bersejarah dan kesemuanya masih terawat. Pada awalnya pemerintah Belanda membangun laboratorium mikrobiologi ini pada tahun 1931 (oleh Genees Kundige Hooge School) untuk melengkapi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pic.twitter.com/hP1a12ooQP
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, serta lembaga penelitian Eijkman. Masa itu ada wabah cacar dan diare di Hindia Belanda. Pernah juga digunakan sebagai tempat rapat para pejuang yang dipimpin Chaerul Saleh dalam usaha menentukan sikap mencapai kemerdekaan RI tanggal 15 Agustus 1945. pic.twitter.com/BzQaHNXCls
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Bersama Sukarni, Wikana, dan pemuda lainnya dari Menteng 31, Beliau juga yang menculik  Soekarno dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok. Setelah mampir di stasiun Cikini, saya melanjutkan jalan kaki ke pasar bernama Hias Rias Cikini yang berlokasi di pintu perlintasan kereta. pic.twitter.com/w6ZSOalivf
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Setelah mengambil gambar di sudut Pasar Jaya Cikini, kembali saya teringat soal foto lama ini di lokasi yang sama. Foto para pedagang buah ini diambil sebelum tahun 1955. Nampak di latar belakang sebelah kiri dapat kita lihat palang perlintasan KA (sekarang rel layang). pic.twitter.com/gMNsD5Md4Z
 Expand pic
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Lanjut perjalanan ke arah Jalan Cikini Raya, dan langkah terhenti di pertigaan antara jalan Cikini Raya dan jalan Raden Saleh. Keterangan foto yang di tengah "Tjikini-laan, Batavia 1936", yang diyakini sebagai pertigaan jalan Cikini dan jalan Raden Saleh yang menuju jalan Kramat. pic.twitter.com/v6jK8htxJU
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Cerita Dunia @HistoriDunia
Lalu setelah ini, ke mana lagi kaki melangkah?
Cerita Dunia @HistoriDunia
Lanjut ke gedung Eerste School D atau CR87 atau Satoe (SMP Negeri 1 Jakarta) yang masih di jalan Cikini Raya. Didirikan pada tahun 1947, Eerste School D merupakan sekolah milik pemerintah Hindia Belanda  untuk orang pribumi pertama yang ada di Batavia. pic.twitter.com/N2bbVsoSjF
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
fajarReds @fajariswanto
@HistoriDunia Tadi saya ngobrol dgn bapak2 tua, tapi masih bugar, cerita banyak ttg zaman Belanda, termasuk SARINAH yg kepanjangannya Siapa Anti Republik Indonesia Niscaya Akan Hancur. Benarkah ? Thks
Login and hide ads.