0
IG: @KomunitasACI @officialACI
Ini Peringatan Kiai Dahlan yang VALID tentang Maraknya Bencana Alam di Indonesian Bisa disebabkan Ulama & Penguasa yang Menyeleweng! #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Ternyata peringatan Pendiri Muhammadiyah, Kyai Ahmad Dahlan, bahwa ada hubungan antara Ulama, Penguasa Penyeleweng dan Bencana Alam terbukti Valid! #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Apakah banyak bencana beruntun yang terjadi dalam waktu dekat ini di tanah air berkait juga dengan kondisi kepemimpinan bangsa ini? Inilah penyataan VALID dari Kyai Ahmad Dahlan. #PesanKyaiDahlan pic.twitter.com/Q65NMzrFwb
 Expand pic
IG: @KomunitasACI @officialACI
Di berbagai akun media sosial, sempat tersebar pesan berantai yang diklaim berasal dari pendiri Persyarikatan Muhammadiyah Kiai Haji Ahmad Dahlan. Pesannya berisi kutipan Kiai Ahmad Dahlan yang seolah mengaitkan bencana alam oleh sebab para pemimpin. #PesanKyaiDahlan pic.twitter.com/TnouNvUjL5
 Expand pic
IG: @KomunitasACI @officialACI
“PESAN KH. AHMAD DAHLAN 1 ABAD YANG LALU” tersebut menyatakan, “Perhatikanlah alam & bangsamu, jk disuatu bangsa yg beriman, mrk mengaku sebagai pemimpin yg baik, nmn jk terjadi kerusakan akbt bencana alam yang berturut-turut,mk itu pertanda rusak pemimpin mu. #PesanKyaiDahlan pic.twitter.com/3x4Zk7qGt6
 Expand pic
IG: @KomunitasACI @officialACI
Jika rusak pemimpin mu maka rusaklah tatanan masyarakat mu, mereka saling memfitnah, saling menghujat, saling mencela tak bisa terhindarkan, di saat itu Allah memberi peringatan bagimu dengan berupa musibah yang tiada henti.” #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Pesan itu kemudian dikaitkan dengan kondisi dan situasi kebangsaan hari ini. Masyarakat yang rusak sebagaimana pesan Kiai Dahlan itu dianggap terjadi pada saat ini karena ada banyak berita hoax yang saling memfitnah, menghujat, mencela. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Saat seperti ini, maka Allah memberi peringatan dengan berbagai bencana alam tiada henti bagi bangsa Indonesia. Sebabnya, karena pemimpin bangsa atau presidennya dianggap telah rusak. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Demikian di antara tafsiran yang berusaha disebarluaskan dengan mengatasnamakan pernyataan Kiai Dahlan. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Prof Yunahar Ilyas menegaskan pernyataan itu belum terverifikasi seperti itu keluar dari mulut Kiai Ahmad Dahlan. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Yunahar berpendapat, sepanjang pengetahuannya, blm ada tafsiran langsung yg mengaitkan bencana alam sprti tsunami atau gempa bumi dgn seorang pemimpin yang rusak. Sebuah hadis riwayat Bukhari, dikutip Yunahar, soal kerusakan yg dikaitkan dgn kualitas pemimpin. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad menyatakan jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi. Tetapi kehancuran yang dimaksud di sini adalah dalam artian luas. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Tidak secara spesifik menyatakan bencana alam. Kerusakan atau kekacauan di semua bidang, menurut sunnatullah, terjadi ketika sesuatu tidak sebagaimana mestinya prinsip keharmonisan semesta. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Beberapa waktu lalu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan bahwa bencana alam bisa saja terjadi karena keadaan alam yang mengharuskan terjadinya pergerakan yang tidak seperti biasanya. Hal itu dapat dijelaskan menurut sains secara objektif. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Sesuai jatah bentang alam, Indonesia harus menerima kodrat menjadi negara yang paling rawan terhadap bencana di dunia berdasar data yang dikeluarkan oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR). #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Dalam hal ini, meski manusia tidak bisa menolak musibah, tetapi resiko dari bencana bisa dikurangi dengan mitigasi. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Pernyataan yang Benar dari Kiai Dahlan dan Konteksnya Dalam buku karya KRH Hadjid, Pelajaran Kiai Haji Ahmad Dahlan 7 Falsafah & 17 Kelompok Ayat Al-Qur’an (2018), terbitan Suara Muhammadiyah, terdapat kutipan yang serupa. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Kyai Hadjid merupakan salah satu murid dan sahabat dekat Kiai Dahlan yang banyak menulis dan mendokumendasikan gagasan pemikiran Kyai Dahlan. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Pd halaman 59 buku trsbut, Kiai Hadjid mengutip pernyataan Kiai Dahlan sbg berikut; “Apabila pemimpin-pemimpin negara & para ulama itu baik, maka baiklah alam; & apabila pemimpin2 negara & para ulama itu rusak, maka rusaklah alam & negara (masyarakat & negara).” #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Konteksnya, sebagaimana dijelaskan Kiai Hadjid, terjadi pada bulan Maulud tahun 1335 Hijriyah. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Ktk itu, di hadapan para penghulu, khatib, ulama, kiai, & tokoh agama di serambi Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Kyai Dahlan menerangkan kitab Hidayatul Bidayah karangan Imam Ghozali, tentang kerusakan umat Islam dan sifat-sifat ulama suu’ (ulama yang busuk). #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Kyai Dahlan lantas mengajak para pemuka agama yang hadir untuk melakukan instrospeksi diri. Tidak saling menuduh dan menunjuk tokoh agama selain dirinya sebagai ulama suu’ dan menganggap dirinya sendiri sebagai orang suci. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Kiai Dahlan melanjutkan uraiannya dengan mengutip pernyataan Imam Ghozali, bahwa kerusakan rakyat disebabkan oleh kerusakan para raja atau pemimpin, dan kerusakan pemimpin adalah karena kerusakan ulama. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Kerusakan ulama ini terjadi ketika ulama sudah menjilat dan tidak lagi berani memberi nasehat kepada pemimpin yang telah melenceng. #PesanKyaiDahlan
IG: @KomunitasACI @officialACI
Kemudian, Kiai Dahlan mengajak para ulama dan pemuka agama yang hadir untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Seraya berdoa semoga dapat terus berbuat kebajikan di dalam agama Islam. #PesanKyaiDahlan
Load Remaining (2)
Login and hide ads.