1
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Pada setiap disiplin ilmu ada rujukan standar yg harus dibaca, dikutip dan dijadikan basis utk studi/riset selanjutnya. Kalau tdk familiar dg referensi tsb, pemahaman anda dianggap di bawah standar. Dalam dunia akademik Islam ini disebut sbg al-kutub al-mu’tabarah
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Itulah gunanya sekolah formal, agar cara berpikir kita dan buku referensi sesuai standar ilmiah yg berlaku. Tertib dalam membaca literatur secara berjenjang. Tdk asal comot kutipan utk ditaruh di footnote. Semua ada standar akademiknya.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Al-Kutub al-Mu’tabarah atau kitab yang layak dijadikan sandaran itu dipelajari dg mendalam di pesantren atau kampus perguruan tinggi Islam. Ibaratnya ada buku wajib, ada buku yg direkomendasikan, dan ada yg tdk dipakai sbg rujukan.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Kalangan NU sangat ketat urusan referensi ini. Saking ketatnya bahkan terkesan tradisionalis, tidak mau merujuk di luar buku wajib. Atau hanya santri senior yg boleh membaca referensi tambahan. Begitulah tradisi keilmuan dijaga dg ketat.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Dalam tulisan2 saya, sedapat mungkin al-kutub al-mu’tabarah ini yg saya jadikan standar rujukan. Para Kiai dan Gus dari pesantren yg akrab dg tradisi bahtsul masail paham benar soal ini, makanya mereka tdk masalah dg tulisan2 saya. Semua rujukan saya bisa diperiksa ulang
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Bidang fiqh, misalnya karya Imam Nawawi syarh muhazzab. Dalam bidang tafsir, saya merujuk ke tafsir thabari dan ar-Razi. Dlm ushul al-fiqh, saya kutip jam’ul jawami’ dan nihayatus sul. Dan rujukan standar lainnya dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Di medsos juga banyak Kiai yg memantau tulisan dan komentar saya. Ada kiai sepuh spt @gusmusgusmu ada juga kiai @Ubaidullah_Sdq Rais Syuriah Jawa Tengah, dan para Gus yg alim @fatihsyuhud @syukronamin ataupun akademisi hebat spt kiai @ai_mawardi @Ayang_Utriza -to name a few
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Mereka tentu akan menegur saya kalau saya keliru dlm mengutip kitab rujukan, atau keliru memahaminya. Tradisi saling mengingatkan itu juga terus berlangsung. Ini bagian dari tradisi akademik kita
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Makanya akan aneh kalau kemudian ada yg membantah tanpa argumen dan data. Atau membantah dg kitab yg bukan standar utama, atau malah menuduh para ulama yg saya kutip kitabnya itu sbg yahudi, syi’ah atau liberal. Menggelikan 😄
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Yg baru saja kejadian misalnya. Menyodorkan Fikih Islam karya Sulaiman Rasyid. Dg segala hormat kpd penulisnya, buku beliau itu utk kelas pemula yg gak bisa bhs Arab. Bukan rujukan standar. Al fatihah utk beliau 🙏
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Atau yg baru sj: saya kutip Tarikh Thabari. Ini kitab babon 10 jilid utk sejarah Islam. Bukannya kasih kitab lain sbg pembanding, eh malah menuduh Imam Thabari sbg syi’ah. Dia gak paham ada 2 nama Thabari yg mirip tp orangnya berbeda. Kiai pesantren bakal ketawa baca tuduhan dia
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Atau sebelumnya ada yg menuduh kitab tafsir modern yg saya kutip itu nyeleneh. Padahal itu ditulis oleh para ulama yg pernah menjadi Grand Syekh al-Azhar Mesir. Kok seenaknya bilang nyeleneh tanpa data sama sekali. Berbeda pandangan boleh saja, sodorkan kitab lain sbg pembanding
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Literasi keislaman klasik kalangan ini ternyata rendah sekali. Asal tuduh, asal mencaci. Saya sering skrinsut lgs halaman kitabnya agar bisa dicek sama-sama. Eh dituduh pamer atau malah dianggap gak penting rujukan tsb. Mrk kalang-kabut melihat kutipan kitab yg gak bisa mrk baca
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Kenapa saya selalu sertakan rujukan dari kitab2 standar? Ini bagian dari mencerdaskan umat. Selama ini mrk suka sekali tanya dalilnya mana. Skr bukan lg dalil, tapi teks asli kitabnya kita sodorkan. Harapan saya umat jd tahu mana ustad yg abal2 dan mana yg memang belajar serius🙏
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Terakhir, perintah pertama Allah itu Iqra’ artinya disuruh membaca, bukan membacot seenaknya. Semakin luas bacaan kita, semakin paham bhw msh byk yg harus kita pelajari; semakin toleran kita dg keragaman pendapat; semakin tahu kita nikmatnya nyisir (ehh kok jadi nyisir hahahha)
kawananraja @kawananraja
@na_dirs Setuju Gus @na_dirs ...Sisir itu untuk merapihkan yg Berantakan.
IG : kangmaman1965 @maman1965
@na_dirs Ujung-ujungnya SISIR. Aku memang PUNCAK PERADABAN!
Kumiz Ardi @kumiz_ardi
@na_dirs Gus harusnya ada tulisan A thread dibawah trit pertama😅😂
Kamehameha @martinbob80
@maman1965 @na_dirs Kalo puncak itu biasanya lancip kang,bukan bulat licin🙊
rizalghod @rizalghod2
@na_dirs matur nuwun gusss.. semoga allah membalas setiap huruf yg njenengan ketik dengan balasan yg berlipat ganda. ilmu itu sangat mahal.
Fakir ilmu @Herui18740920
@na_dirs Gus sehat selalu jangan bosen buat ngeladenin orang2 pembenci yg asal ngomong pke rujukannya asal comot dan asal tafsir seenaknya.....
J_Zarco @Johanzrc
@na_dirs Mbaca bukan mbacot...jadi inget ayah naen 😁😁
Load Remaining (14)
Login and hide ads.