0
boi. @aansprouse
"Dia" akan datang dari dalam tembok -A story thread pic.twitter.com/71P8EapEvu
 Expand pic
boi. @aansprouse
Aku berumur delapan tahub ketika kakak ku Josh meninggal. Aku mengingatnya dengan jelas bahkan sampai sekarang. Setiap detail kecil dari ketika kita bangun, sampai napas terakhirnya.
boi. @aansprouse
Dia dua tahun lebih tua dariku, dan kami selalu berkelahi tanpa henti, seperti yang dilakukan kebanyakan saudara. Hari itu tidak berbeda. Kami bangun pagi-pagi sebelum orang tua kami, dan berlari menuruni tangga.
boi. @aansprouse
Dia memukuliku, seperti yang selalu dia lakukan, dan sebagai hadiah dia memakan semangkuk sereal yang terakhir. Aky sangat marah padanya untuk itu. Setelah selesai sarapan, kami berlari keluar untuk bermain.
boi. @aansprouse
Itu adalah pagi musim panas yang hangat, dan aku masih bisa membayangkan cuaca panas itu mengenaiku ketika aku membuka pintu depan. Kami bermain selama berjam-jam tanpa henti, dan itu tetap menjadi salah satu kenangan terbaik yang ku miliki tentang dia.
boi. @aansprouse
Dia meninggal sekitar tengah hari. Itu semua terjadi begitu cepat. Aku hanya berdiri di sana membeku, memperhatikan genangan darah, dan mendengarkan napas terakhirnya yang meninggalkan tubuhnya.
boi. @aansprouse
Shock. Aku shock, dan aku tidak berbicara selama berminggu-minggu. Aku mengamati ketika ambulans tiba, paramedis dan petugas pemadam kebakaran berlarian berteriak histeris.
boi. @aansprouse
Kemudian sirene menjauh, ibu dan ayah menangis tersedu-sedu. Aku berdiri diam saat pemakaman datang. Aku menahan napas ketika mereka menurunkan peti mati ke kedalam kuburnya. Dan hanya setelah aku melihat batu nisan di depan ku, aku membiarkan diriku berbicara lagi.
boi. @aansprouse
Kami pindah tak lama setelah pemakaman. Ibuku tidak tahan lagi tinggal di rumah. Ayah dengan enggan setuju, dan mengatakan kepadanya bahwa mereka akan kehilangan uang dalam penjualan. Ibu tidak peduli, tidak ada jumlah uang yang bisa membujuknya untuk tinggal.
boi. @aansprouse
Untuk tinggal di rumah yang mencuri Josh darinya. Aku tahu bahwa hidup keluargaku tidak akan ada yang sama lagi.
boi. @aansprouse
Rumah baru kami sedikit lebih kecil dari yang lama, tapi aku menyukainya. Itu nyaman, dan memiliki semacam vibes pondok tua untuk itu. Dan meskipun aku merindukan Josh, aku senang memiliki kamar tidurku sendiri, untuk mendekor sebagai milikku. Untuk tumbuh dewasa.
boi. @aansprouse
Hari, minggu, dan bulan berlalu, dan tidak banyak berubah. Ada aura kesuraman di keluargaku, kesedihan yang masih ada yang tidak akan hilang begitu saja. Rasanya seperti hari-hari yang dilewati tidak berarti, seperti tidak ada dari kita yang benar-benar ada
boi. @aansprouse
Pertama kali "itu" datang dari tembok adalah tiga bulan setelah kematian Josh. Itu adalah hari biasa seperti hari lainnya, suram tetapi lancar, dan aku tertidur lebih lama dari biasanya, tubuhku mungkin entah bagaimana menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak wajar di dekatnya.
boi. @aansprouse
Aku terbangun dalam kegelapan oleh suara yang tidak ku kenal, entah bagaimana datang dari semua tembok sekaligus. Itu semacam suara "Click-ing". Aku belum pernah mendengar hal seperti itu, aku duduk di tempat tidur sambil mencoba melihat dari mana asalnya.
boi. @aansprouse
Setelah beberapa menit, mataku perlahan menyesuaikan diri dengan kegelapan, dan tatapanku tertuju pada sebuah lubang di dinding. Itu hanya sebuah lubang kecil, mungkin 3 sampai 6 cm, tetapi untuk beberapa alasan aku yakin itu adalah sumber suaranya
boi. @aansprouse
Aku duduk di sana selama beberapa menit gemetaran, hanya menatap ke dalam lubang, tidak tahu mengapa. Lalu aku perhatikan itu mulai melebar, namun entah kenapa tetap berukuran sama. Aku merayap di bawah seprei karena takut.
boi. @aansprouse
Aku hanya berbaring di sana, membeku, tidak bisa bergerak atau mengeluarkan suara. Aku bisa mendengar "itu" bergerak di luar sana, seperti sedang menjelajah, mencari. Aku harus tetap di bawah selimut selama berjam-jam sebelum akhirnya pingsan.
boi. @aansprouse
Pagi berikutnya aku tersentak bangun, dan segera berlari untuk memberi tahu orang tuaku tentang hal itu. Mereka tentu saja tidak percaya, kata mereka itu hanya mimpi yang disebabkan oleh imajinasi yang terlalu aktif.
boi. @aansprouse
Aku mencoba berunding dengan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Ini terus terjadi selama berminggu-minggu. Aku akan bangun dengan suara "Click", menatap lubang, dan bersembunyi di bawah selimut ketika ketika aku melihat kepala muncul.
boi. @aansprouse
Aku tidak pernah bisa melihat itu dengan baik, Aku terlalu ketakutan, tapi kulitnya benar-benar berkerut dan warnanya pucat kelabu. Aku akan memohon kepada orang tuaku untuk memercayaiku, atau membiarkan ku tidur bersama mereka, atau hanya memeriksa lubang itu
boi. @aansprouse
tetap mereka akan selalu mengabaikanku setiap saat, biasanya mereka memberi tahuku bahwa aku kekanak-kanakan, bahwa itu semua hanya mimpi buruk, dan akhirnya akan berhenti.
boi. @aansprouse
Suatu malam aku memutuskan tidak akan bersembunyi lagi. Aku akan menghadapi apapun yang muncul dari lubang itu. Dan mencari tahu apa yang diinginkannya. Aku takut, tetapi harus kuat. Aku terbangun seperti malam lainnya, mendengarkan dengan seksama bunyi Click yang menakutkan itu
boi. @aansprouse
menatap ke lubang ditembok dengan konsentrasi penuh. Dan fokus saat lubang mulai melebar, dan menahan rasa takutku ketika kepala yang mengerikan itu keluar. "Itu" jatuh ke lantai, dan aku menatap dengan ngeri saat tubuh mungilnya yang seperti tidak berkembang menggeliat di lantai
boi. @aansprouse
bergumul dengan kepala yang besar. Lalu aku menjerit. Aku tidak bisa menahannya lagi. Makhluk itu mengangkat kepalanya dengan tegang, seperti binatang yang waspada, dan menatap langsung ke arahku.
boi. @aansprouse
Mulutnya seperti jurang menganga, hidung dan matanya sangat hitam, seperti lubang yang tak ada ujungnya. Aku menjerit lagi, kali ini mungkin cukup keras untuk membangunkan seluruh orang. Ibuku bilang dia masih ingat tentang teriakanku itu, itu membuat dia merinding katanya
Load Remaining (21)
Login and hide ads.