0
Ina Julianti @inajuliantiii
Media masa dihebohkan dengan isu dalang pengerahan massa pada aksi 22 Mei lalu. Secara logika, politik memang sulit ditebak apa dan siapa mastermind dari peristiwa yang memakan korban delapan orang meninggal tersebut. pic.twitter.com/h2hXyLFFmA
 Expand pic
Ina Julianti @inajuliantiii
Saling menyalahkan. Bahkan merugikan beberapa nama yang beritanya belum pasti terjadi. Tak hanya di kubu para pendukung capres nomor urut 01 saja. Kubu pendukung Prabowo-Sandi pun mengklaim tidak mengetahui atas skenario kerusuhan yang terjadi di aksi 22 Mei tersebut.
Ina Julianti @inajuliantiii
Salah satu media yang cukup tajam mengulas dalang kerusuhan yaitu Tempo. Media gaek dengan brand yang sangat independent (katanya) dengan gamblang memberitakan sebuah isu yang dikemas berupa opini..
Ina Julianti @inajuliantiii
mengenai keterlibatan beberapa eks anggota Tim Mawar dalam aksi yang terjadi di kawasan sekitaran Bawaslu dan sekitar. Tim yang terlibat dalam penculikan beberapa aktivis 1998 tersebut kembali mencuat dalam artikel yang tayang pada Majalah Tempo edisi Senin 10 Juni-16 Juni 2019.
Ina Julianti @inajuliantiii
Pemberitaan ini bermula disaat kuasa hukum Chairawan, Hendriansyah menuturkan pemberitaan ini tentu merugikan Chairawan secara pribadi karena kliennnya merupakan mantan Komandan Tim Mawar.
Ina Julianti @inajuliantiii
Sebab pemberitaan dimaksud menyebutkan sejumlah anggota Tim Mawar terlibat dalam kerusuhan 22 Mei tersebut. Masyarakat awam dibuat bingung dengan pemberitaan yang simpang siur alias belum terkomfirmasi secara benar atau sesuai fakta.
Ina Julianti @inajuliantiii
Sepengetahuan saya, sebuah media massa bertugas menyampaikan suatu peristiwa berdasarkan fakta. Namun di era sekarang ini, masyarakat dibuat bingung bahkan sangat sulit untuk mempercayai sebuah artikel berbentuk fakta.
Login and hide ads.