0
DW ✪ @rizkidwika
Bismillah. Uneg-uneg sarjana arsitektur tentang ribut-ribut masjid Kang @ridwankamil, sejarah masjid, segitiga dajjal, dan apalah-apalahnya itu. Maap isinya panjang. — a thread — pic.twitter.com/1AmezEKWnt
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Perhatian: Trit ini ga bermaksud menggurui, bukan juga u/ ngegoblok-goblokin suatu golongan. Buat yg masih bawa-bawa cebong-kampret, Jokowi-Prabowo, dst. dst, mending nggak usah baca. Seneng amat sih ama perpecahan. Dinikmati aja dulu dan mari kita diskusi berfaedah setelahnya.
DW ✪ @rizkidwika
Trit ini bermula dari geregetannya gue sebagai netijen yang jengah dengan polemik masjid rancangan @ridwankamil di internet yang makin panas. Sebagai sarjana sekaligus penikmat sejarah arsitektur, rasanya gue punya tanggung jawab buat berbagi pengetahuan. Sekali ini ngomong.
DW ✪ @rizkidwika
Berdasarkan live report dari @Mrs_Enci, hari ini Pa Gubernur @ridwankamil mengadakan diskusi terbuka dengan masyarakat, salah satunya terkait dengan segitiga-segitiga yang rame belakangan ini. Notulensinya bisa disimak di trit ini. twitter.com/mrs_enci/statu…
DW ✪ @rizkidwika
Nah, dari situ gue berkesimpulan. Semua ini bermula dari persepsi. Ada masjid, dipakai orang, terus orangnya mikir, lho ini kok nggak kaya masjid biasanya ya? Lalu dia menerjemahkan apa yang dia liat itu dengan pengetahuan/memori yang dia punya, eh terhubunglah dengan iluminati.
DW ✪ @rizkidwika
Apa orang yang berpersepsi kayak gini salah? Menurut gue nggak sepenuhnya salah. Seperti yang kita ketahui, negara kita sejak booming internet tahun 2000-an udah kenyang ama dikit2 Yahudi iluminati dst. Bahkan nama "Pokemon" yang artinya "saya yahudi" aja masi pada percaya. pic.twitter.com/8fb0cZjKRv
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Kenapa gue bilang nggak sepenuhnya salah: Manusia itu makhluk simbol. Mata lihat sesuatu, diproses di otak, coba diterjemahin "ini tuh apa ya?" Otak pun ngerespons, me-recall memori yang sudah kita ketahui sepanjang hidup. (keyword: Semiotika) Contoh kasus: nih, ini kek apa? pic.twitter.com/NhUv5FuQim
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Ini adalah kantor di China. Bikinan Rem Koolhaas, arsitek kenamaan dunia. Menurut gue kek celana jeans. Tapi ada yang kritik ini kayak pose orang lagi memberaki Kota Beijing. Itu kek celana jeans karena punya dua "kaki". Ada yg punya persepsi lain? Siapa yg larang? Boleh2 aja. pic.twitter.com/aCBvUMx31V
Expand pic
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Nah di arsitektur, yang namanya elemen bangunan, dekorasi, dll itu selain punya aspek fungsi juga bisa jadi simbol/bahasa untuk mengirim pesan. Tapi bisa juga nggak, karena ini bukan hal yang wajib. Yang penting fungsi & kekuatannya dulu. Sebagai simbol, itu belum tentu.
DW ✪ @rizkidwika
Jadi, punya persepsi apapun terhadap karya arsitektur sebetulnya itu nggak ada yang larang. Yang jadi masalah itu ngompor-ngomporin masyarakat dengan ini isu, lalu dipake buat bunuh karakter/karir politik seseorang. Nah, manusia yang kek gini nih baru bisa disebut Dajjal.
DW ✪ @rizkidwika
Kenapa sesuatu bisa kita anggap aneh? Karena yg kita lihat berbeda dengan pengetahuan yang kita punya. Kembali ke masjid, kenapa masjid @ridwankamil dianggap aneh, karena berlainan dengan kebanyakan masjid yg ada di sekitar kita, di mana harus ada menara, kaligrafi, kubah, dll.
DW ✪ @rizkidwika
Emangnya masjid harus kek gitu? Jawabannya, sama sekali nggak. Cmiiw, tapi nggak ada ayat di Alquran yg menyatakan masjid harus ada ini anu ono dan itu. Masjid punya satu akar kata dgn sujud. Yg diatur berdasarkan hadits justru adalah tempat2 yg dilarang untuk salat (najis, dst)
DW ✪ @rizkidwika
Masjid pertama yg dibikin Rasulullah adalah Masjid Quba. Quba bukan diambil karena punya Kubah, tapi karena lokasinya di Quba, selatan Madinah. Dibangun sederhana. dinding segiempat batu tanah, atap pelepah, dan sumur wudhu. Nggak ada sejarahnya sahabat nabi ngecor bikin kubah. pic.twitter.com/e450z01jlK
Expand pic
Expand pic
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Masjid Quba hari ini adalah hasil serangkaian renovasi yg dibangun setelah2nya. Bangunan sederhana "yang penting sah dipake salat" itu diperbesar. Ditambahin menara. Ditambahin mihrab (tempat imam solat), ditambah ini itu anu, baru deh kubah. arabnews.com/news/600996.
DW ✪ @rizkidwika
FYI, bangunan berbentuk kubah itu sudah ada jauh sebelum agama Islam itu ada. Treasury of Atreus, Yunani. Sekitar 1250 Sebelum Masehi. Strukturnya dari batu. Bentangan kubahnya 14.5 meter. pic.twitter.com/HbS3OMIKiq
Expand pic
Expand pic
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Pengetahuan membangun kubah (dome) ini pun diteruskan dari Yunani Kuno ke Romawi. Mereka terobsesi buat menghasilkan bangunan megah yang punya diameter kubah yang semakin lebar. Titik kejayaannya adalah Pantheon (125 Masehi) yg punya diameter 42 meter. Hampir selebar Istiqlal! pic.twitter.com/WsTC30NuiH
Expand pic
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Semula kubah2 ini dipake buat pemujaan dewa-dewi. Setelah masuknya Kristen, kubah pun menjadi salah satu struktur yg muncul di gereja-gereja besar di Eropa. Yunani, diterusin Romawi, lalu Bizantium (Romawi Timur) dan salah satunya Hagia Sophia yg dijadiin masjid di era Ottoman. pic.twitter.com/GVF4Y4lmWu
Expand pic
Expand pic
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Kapan Islam kenal kubah? "The Arabs built mosques or adapted local religious structures such as churches in the lands they conquered; The first domed building constructed by the Arabs was the Dome of the Rock in Jerusalem (691)."  hurriyetdailynews.com/the-dome---sym…
DW ✪ @rizkidwika
Sementara Eropa lagi megah2an bangun gereja berkubah beton, bangunan2 bangsa Arab di masa itu sederhana. Dinding batu/campuran lempung. Atap datar/pelepah daun. Model2 gini lazim ditemui di TimurTengah ampe sekarang karena sesuai iklim: jarang ujan, siang panas, malem ekstrem. pic.twitter.com/2CWoPI2a6w
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Sepeninggal nabi, mulailah kekhalifahan memperluas wilayah hingga nyampe jg Yerusalem, kota suci tiga agama. Karena pengetahuan membangun bangsa Arab nggak gitu maju, khalifah2 ini pake jasa "arsitek" Romawi buat bangun+renovasi. Lahirlah Dome of Rock, awalnya dari kayu. pic.twitter.com/l9g1hnjsDD
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Selain memperluas wilayah di Timur Tengah, Islam menyebar ke belahan bumi lain lewat pedagang, utusan, dll. Tujuannya berdagang, atau kalau betah ya berbaur tinggal di sono. Bukan terang-terangan kayak misi Gold-Glory-Gospel. Mereka pun nggak bawa pengetahuan arsitektur Timteng.
DW ✪ @rizkidwika
Ini Masjid Huaiseng di Guangdong China. Masih ada sampe sekarang. Dibangun abad ke-7 Masehi oleh Saʿd ibn Abī Waqqās, sahabat nabi yang memimpin penaklukan Persia, lalu bawa Islam ke China. Berasa kubahnya? Boro-boro. Bentuknya kek bangunan yg ada di film-film Sun Go Kong. pic.twitter.com/tIyaNHdSfF
Expand pic
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Kalo Indonesia? Ada 3 teori asal usul masuknya Islam ke Indonesia. Bisa benar, bisa juga salah. 1. Dari Gujarat India (1300 M) 2. Dari Persia (1300 M) 3. Dari Mekkah langsung. Lewat utusan khalifah, perdagangan (abad ke-7). Dah ada masjid? Blm ada catatan. Ada kubah? Boro-boro!
DW ✪ @rizkidwika
Sejauh ini, berikut adalah empat masjid tertua yang ada di Indonesia. 1. Masjid Saka Tunggal Banyumas (1288) 2. Masjid Wapauwe Maluku (1414) 3. Masjid Ampel (1421) 4. Masjid Agung Demak (1479) Bentuknya beda jauhhhhhhh dengan yang ada di Guangdong dan juga di Timur Tengah. pic.twitter.com/biF2yVxWOd
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
DW ✪ @rizkidwika
Inilah keunikan Islam: universalitas. Mudah beradaptasi dan nggak memberatkan, termasuk mendirikan tempat ibadah. Di iklim ekstrem Timur Tengah bangunannya beradaptasi, di China demikian, di Nusantara demikian. Yang penting wudhu, menghadap kiblat, dan sah dipake salat.
Load Remaining (49)

Comment

Panji @panji_2012 11/06/2019 10:32:46 WIB
nuhun kang @rizkidwika sangat mencerahkan, bahkan bagi yang ngga ngerti arsitektur pun dapat pengetahuan sejarah arsitektur..mantul
Login and hide ads.