0
Hara Syifa @harasyifaaa
Sekarang ini, masyarakat kita tengah senang-senangnya mengkonsumsi berita atau kabar yang dengan sengaja dihubung-hubungkan. Padahal belum tentu antara satu kabar dengan kabar yang lainnya memiliki hubungan ataupun keterhubungan. pic.twitter.com/9JghNkHwGU
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Di kampung ane, di Sumatera Barat, atau masyarakat Minang biasa menyebutnya basangkuik-sangkuik-an atau dihubung-hubungkan. Contohnya, ketika ada sebuah kompetisi yang menghasilkan si menang dan si kalah, maka akan keluar berbagai teori dramatis.
Hara Syifa @harasyifaaa
Pihak yang kalah dengan gegap gempita membangun cerita bahwa pihak yang menang berlaku curang karena si menang merupakan pihak penyelenggara. Atau keluar juga berbagai teori yang seolah-olah kekalahan tersebut diakibatkan oleh konspirasi yang maha dahsyat.
Hara Syifa @harasyifaaa
Bahkan yang paling menyesakkan, orang sakitpun dihubung-hubungkan dengan politik dan dikatakan sakitnya hanyalah setingan. Naudzubillah. Sangkuik-manyangkuik ini tidak melulu tentang kontestasi politik Pilpres 2019.
Hara Syifa @harasyifaaa
mirisnya, fenomena ini juga melanda ranah sosial kebathinan lainnya yang turut dihubung-hubungkan dengan ranah politik. Seperti halnya pertemuan silaturahmi antara satu tokoh dengan tokoh lainnya.
Hara Syifa @harasyifaaa
Contoh sederhananya silaturahmi antara keluarga Yudhoyono (AHY dan EBY beserta keluarga) dengan tokoh-tokoh nasional seperti Presiden RI ketujuh Joko Widodo. pic.twitter.com/kOtoUXn3dX
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
lalu Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, keluarga Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid, dan Presiden RI ketiga B.J. Habibie, pada momentum lebaran beberapa waktu lalu. pic.twitter.com/7RbRYyA5fA
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Padahal kalau kita bebas dari prasangka-prasangka negatif, silaturahmi dalam momentum lebaran merupakan hal yang lazim. Tidak hanya dilakukan oleh elite politik, tapi silaturahmi juga kita lakukan sebagai masyarakat biasa.
Hara Syifa @harasyifaaa
Selain momentum lebaran yang merupakan ranah sosial kebathinan, silaturahmi keluarga Yudhoyono kebeberapa tokoh nasional itu juga bisa diartikan sebagai kunjungan balasan dan sebuah keteladanan. pic.twitter.com/l5IDXRihk4
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Seperti kita ketahui, beberapa waktu sebelumnya tokoh-tokoh yang dikunjungi keluarga Yudhoyono itu sempat membesuk Ibu Ani Yudhoyono yang dirawat di Singapura. pic.twitter.com/j8i9pQiEWp
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Selain itu, tokoh-tokoh tersebut juga ikut mengantarkan Ibu Ani Yudhoyono ke tempat peristirahatan terakhirnya, di Taman Makam Pahlawan Kalibata. pic.twitter.com/MhN8i2KJob
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Sangkuik-manyangkuik yang telah menjadi kegemaran masyarakat kita hari ini telah membuat kita dalam singkaruik (sengkarut) sosial. Masyarakat kita seolah tidak lagi bisa mengambil hal positif dalam setiap kejadian.
Hara Syifa @harasyifaaa
Kita terjebak dalam pembelahan yang setiap hari semakin melebar dan dalam. Wahai rakyat yang masih gemar Wi-Fi gratisan, hidup ini tidak hanya melulu tentang politik. Hidup itu juga tentang etika, norma, dan adab.
Hara Syifa @harasyifaaa
Jangan sampai karena perihal politik yang tidak mengenyangkan perut, kita sebagai bangsa yang dikenal dengan keadabannya menjadi sebuah bangsa yang bengis dan beringas.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.