5
Desy Kartika Sari @dekaridisini
[A THREAD: Bahasa Cinta] Dulu pas gue tahu Imam Katolik (Pastor) harus hidup selibat & sengaja menghilangkan semua kenikmatan duniawi dari hidupnya, gue pikir itu ga masuk akal. Terus gue jadiin skripsi. Gue muslim, btw. Dulu kuliah jurusan Psikologi.
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Sebagai muslim & non Katolik, dulu gue pikir selibat Pastor itu menyalahi kodrat sebagai manusia & pria. Gue tulis di bab 1 semua hal yg mendukung pendapat itu. Pas maju ke pembimbing, gue yakin 100% dia bakal dukung ide gue. Muslim juga soalnya. Dan apa reaksi pembimbing gue?
Desy Kartika Sari @dekaridisini
"De, ga bisa gini. Buang dulu kacamata muslim kamu, & lihat gimana sucinya sosok pastor di mata umat Katolik. Apa keutamaan pilihan ini. REVISI!" --> kata PS gue. Dan perjalanan bikin Bab 1 yg approvalnya makan waktu 3 semester dimulai *makanya telat lulus* 😂😂
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Gue keluar masuk gereja, baca injil & kitab hukum kanonik, nonton misa, ke perpus katolik, ngumpulin jurnal, & tentunya: menghubungi para Pastor yg akan jadi responden gue. Walau gitu, hipotesis gue soal selibat menyalahi kodrat belum hilang Sampai akhirnya gue mulai wawancara
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Awalnya, pertanyaan gue seputar cobaan duniawi terberat. Gue yakin 100% jawaban mereka pasti terkait hasrat seksual. Kan mereka laki-laki. Bukan. Ternyata buat mereka, cobaan terbesar hidup selibat adalah: Kesepian. Sejak itu, pandangan gue berubah.
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Kesepian adalah bahasa yang universal. Mungkin itu kenapa gue mulai bisa memahami mereka. Responden gue dua & tema jawabannya sama. Gue temui mereka beberapa bulan, terpisah & jawabannya konsisten. Mereka manusia biasa juga. Bedanya mereka ngerti cara menerima sepi, gue tidak
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Saat menjadi Pastor, mereka jd milik gereja. Artinya, keluar dari keluarga. Ga boleh memiliki hubungan khusus dengan satu/beberapa manusia saja. Mereka sudah jd milik umat. Kalo sedih, ga bisa curhat. Kalo sakit, berobat sendiri. Umat bisa bantu, tp mereka ga boleh minta.
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Kenapa gitu? Utk Selibat ada 3 Kaul yang harus diucapkan: - Kaul Kemiskinan: melepas semua harta & segala hak milik - Kaul Kemurnian: tidak menikah & lepas dari segala hawa nafsu - Kaul Ketaatan: menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak gereja Kalo gue salah tolong koreksi ya
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Jika menemui kesulitan & derita, mereka sendirian. Pasrah sepenuhnya. Tau kan gimana rasanya memendam penderitaan? Ga bisa minta perhatian orang? Berat. Dalam kesendirian, iman mereka diuji. Menghadapi hilangnya hal2 yang pernah ada di hidupnya.
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Meski berat, kuncinya sederhana: Komitmen. Mereka tahu, cobaan yang ada perlu hadir, menjadi penguatan untuk memimpin umat. Menjadi adil. Ini adalah tanggung jawab menjadi Imam. Wujud cinta. Itulah kenapa pastor sering disebut "Menikahi Gereja" Mirip kan dengan komitmen nikah?
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Agar bertahan, mereka berkomitmen untuk "menerima" deritanya. Toleran pada prosesnya sebagai penguatan. Siap berkorban. Disini gue mulai menyadari bahasa cinta di agama Katolik. Yang akhirnya, bikin gue sadar bahwa bahasa cinta ada di setiap agama, termasuk Islam juga.
Desy Kartika Sari @dekaridisini
*Lucu kan. Buat ngerti agama sendiri, harus lewat belajar agama lain dulu*
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Komitmen, Toleransi & Pengorbanan adalah bahasa tertinggi cinta manusia. Prosesnya pasti rumit. Banyak kehilangan. Tapi itu akan membuat kita kuat sebagai manusia. Ini pelajaran berharga yang gue dapat dari mereka. *walau tetep masih sering gagal prakteknya sih hehehe*
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Singkat cerita, skripsi gue akhirnya disetujui dan gue lulus. Tapi yang lebih gue syukuri, gue lulus dengan bonus pandangan yang baru. Pandangan soal manusia lain, jadi beda. Pandangan soal agama, jadi beda. Pandangan soal perbedaan, jadi beda. Soal cinta & komitmen, juga.
Desy Kartika Sari @dekaridisini
Yuk, belajar bahasa cinta. Kalau bahasa cinta untuk kamu, apa?
Desy Kartika Sari @dekaridisini
@wiwitto Look my Bio kak: *I usually tweet in the middle of the night* 😂😂😂
Wiwit Puspitasari D @wiwitto
@dekaridisini Bukan middle lagi sih ini, tapi menjelang subuh :))
Desy Kartika Sari @dekaridisini
@wiwitto Ndak apa. Setidaknya begadang kali ini produktip ga cuma bengong kek kemaren2 😂😂 Jadi, bahasa cinta lo, apa kak? 👀
RE @RestiEkayanti
@dekaridisini Baca thread lo gw malah jadi mikir: belajar agama lain gak bikin lo pindah keyakinan bahkan makin ngerti agama sendiri. Trus kenapa ada yg msh khawatir cuma gara2 misalnya ada rmh ibadah yak? hehe.. btw, nice thread, Dek! Thank you for sharing!
Desy Kartika Sari @dekaridisini
@RestiEkayanti TBH, pas SMA gue msh anggap agama lain salah. Lumayan fanatik. Waktu itu gue liat agama sebagai identitas kelompok. Agama lain terlihat kaya "ancaman" Tapi pas PS bilang "ganti kacamata", proses belajarnya jadi personal. Belajar juga butuh kesiapan Chi, utk terbuka pada ilmunya
RE @RestiEkayanti
@dekaridisini Yes, betul. Gw jg ngrasa makin kita mendalami ajaran keyakinan kita (mau ttg agama atau hal lain), makin terbuka juga pikiran kita. Dgn begitu, belajar hal lain pun gak akan 'mengancam' keyakinan kita. Seru yaak!
Desy Kartika Sari @dekaridisini
@RestiEkayanti Betul. Asal mau dan siap, pelajaran apapun bisa diterima. Sama lah kayak jodoh *eh* =)) Anyway, bahasa cinta lo, apa? 👀
Load Remaining (39)
Login and hide ads.