1
Brii.. @BriiStory
Hai, Gimana puasanya? Lancar ya? Gak tahan juga pingin cerita 😁 Malam ini gw mau cerita tentang kejadian di kampung halaman, waktu gw kecil. Simak ya.. @InfoMemeTwit #briikecil pic.twitter.com/wccHUAgQeF
Expand pic
Brii.. @BriiStory
Bulan Ramadan.. Sama dengan anak-anak lainnya, waktu kecil gw juga sangat menunggu kedatangannya, karena suasananya sangat menyenangkan. Jam pelajaran sekolah dikurangi, satu minggu awal Ramadan dan satu minggu sebelum lebaran sekolah libur, seru..😁
Brii.. @BriiStory
Ada juga acara buka puasa bersama di sekolah, pesantren kilat, mengejar-ngejar tanda tangan Imam salat Tarawih, itu adalah beberapa kegiatan dari banyak yang seru lainnya. Oh iya, gw juga senang main petasan, tangan kanan pernah sampai terbakar gara-gara petasan 😖
Brii.. @BriiStory
Apa lagi waktu itu gw tinggal di kampung, jadi makin banyak yang seru. Yang sudah follow lama pasti tahu nama kampungnya. Di kampung ini gw lahir dan tumbuh besar.
Brii.. @BriiStory
Dari banyak teman kecil waktu itu, ada beberapa yang selalu main bareng gw, namanya Ali, Yosep, dan Yanto. Banyak petualangan seru yang gw alami bareng mereka, termasuk juga petualangan seram, beberapa diantaranya seram banget, nanti kapan-kapan gw ceritain satu-persatu.. ***
Brii.. @BriiStory
Nah pernah ada kejadian seru yang kebetulan terjadi pada bulan Ramadan. Salah satu kisah yang gw ingat sampai sekarang, karena cukup menarik dan agak lucu. Gw masih kelas enam SD. Begini ceritanya..
Brii.. @BriiStory
Waktu itu, kampung gw ini termasuk kampung yang masih banyak kejadian mistis dan menyeramkan. Setiap ada kejadian, beritanya langsung menyebar dengan cepat ke setiap sudut kampung, jadi buah bibir.
Brii.. @BriiStory
Memang begitu adanya, beberapa kejadian seram gw alami sendiri, seram dan sangat menakutkan. Walaupun banyak juga cerita kejadian yang ternyata hoax, cerita bohong. ***
Brii.. @BriiStory
Ramadan tiba.. Gw dan teman-teman sangat senang menyambutnya. Salah salah satu ibadah di bulan Ramadan yang gak pernah kami tinggalkan adalah tarawih, setiap malam kami selalu ke Musala untuk melaksanakannya
Brii.. @BriiStory
Biasanya, setelah berbuka puasa, Ali, Yosep, dan Yanto selalu datang menjemput gw di rumah, setelah itu kami jalan kaki menuju musala yang jaraknya kira-kira satu kilometer ke arah pelosok kampung.
Brii.. @BriiStory
Waktu itu kampung ini masih tergolong sepi, masih banyak tanah kosong, banyak kebun yang isinya pepohonan kelapa dan banyak sawah juga.
Brii.. @BriiStory
Makanya, selama perjalanan kami harus melewati wilayah-wilayah seperti itu, kebun kelapa dan beberapa tanah kosong. Tapi juga ada beberapa rumah penduduk di antaranya.
Brii.. @BriiStory
Dengan riang kami berjalan kaki menyusuri jalan tanah yang gak terlalu lebar. Waktu itu kira-kira jam setengah tujuh malam, jadi masih banyak orang lalu lalang. Belum sepi..
Brii.. @BriiStory
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kami memperlambat langkah, "Rumah ini masih kosong aja ya." Ali menunjuk rumah yang ada di sebelah kiri jalan yang tengah kami lewati.
Brii.. @BriiStory
Rumah besar berhalaman luas yang sudah kosong beberapa bulan sebelum masuk bulan Ramadan. Kami gak tahu siapa pemiliknya, yang kami tahu penghuni yang terakhir pergi meninggalkan rumah secara mendadak.
Brii.. @BriiStory
Kanan kirinya hanya ada lahan yang gak terpakai, semak belukar dan pohon-pohon seri tumbuh liar gak terurus. Pokoknya, sekeliling rumah ini gak ada rumah lain, sendirian.
Brii.. @BriiStory
Nah, menurut cerita yang beredar, setelah kosong gak berpenghuni, rumah ini jadi rumah angker. Katanya, banyak warga yang pernah melihat penampakan hantu. Ada yang melihat kuntilanak, gendoruwo, pocong, dan lain sebagainya.
Brii.. @BriiStory
Tapi yang paling santer terdengar, banyak warga yang kadang mendengar suara bayi menangis atau tertawa. Kalau kebetulan mendengarnya ketika melintas di depan rumah itu, pasti langsung lari terbirit-birit ketakutan.
Brii.. @BriiStory
"Iya, masih kosong aja, tambah gelap juga, serem." Gw menimpali omongan Ali. Yosep, kebetulan paling penakut, lalu mempercepat langkahnya dan menjadi yang jalan paling depan.
Brii.. @BriiStory
"Mana?, gak ada suara bayi, bohong kali tuh orang-orang.." Yanto buka suara, agak menantang tapi raut mukanya jelas-jelas kelihatan takut juga. Tapi memang benar, ketika kami melintasinya gak terjadi apa-apa, gak ada penampakan atau pun suara bayi, sepi aja..
Brii.. @BriiStory
Ya mungkin karna masih sore, masih jam tujuh kurang, belum terlalu malam, masih banyak orang yang berlalu lalang. Lalu kami melanjutkan perjalanan. Singkatnya, kami sampai juga di Musala, lalu melaksanakan salat Isya dan Tarawih. ***
Brii.. @BriiStory
Selesai Tarawih sekitar jam sembilan malam. Seperti biasa, kami gak langsung pulang. Banyak kegiatan seru yang kami lakukan, entah itu perang sarung, petak umpet, menyalakan petasan, banyak.. Sekitar jam sebelas biasanya baru pulang, begitu juga dengan malam itu.
Brii.. @BriiStory
Dengan personil yang sama, kami berempat pulang melintasi jalan yang sama dengan jalan waktu berangkat tadi.
Brii.. @BriiStory
Suasana sudah sepi, gak seperti jam tujuh tadi. Jalan tanah yang gak terlalu lebar itu sangat gelap di banyak bagian, akan sedikit terang kalau ada rumah di kanan atau kirinya, setelah itu gelap lagi.
Load Remaining (46)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.