0
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
1. Coba bayangkan, berjalan menuju sekolah melewati waktu kurang lebih dua jam. Coba bayangkan lagi, berjalan menuju sekolah melintasi tanah bertumpuk debu gambut atau lumpur tebal di kala hujan. pic.twitter.com/Y7zp3i0rV5
 Expand pic
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
2. Itu yang dirasakan anak-anak Dusun Bandaraya, Desa Sokop Kabupaten Kep. Meranti, Provinsi Riau. Tanah Gambut Kota Sagu sebutan wilayah ini. pic.twitter.com/1Y21D3yGUn
 Expand pic
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
3. Setiap hari mereka harus berjuang melalui rintangan itu untuk ke sekolah. Kalau Anda ingin menuju Dusun ini, harus memakan waktu kurang lebih 6 jam memutar, karena untuk memasuki kawasan ini tergantung pasang surutnya air. pic.twitter.com/l0DWx8eULu
 Expand pic
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
4. Berada jauh dari segala akses kota namun tak membuat mereka kalah dan menyerah dengan keadaan. Jangankan ke kota kabupaten, untuk perjalanan ke desa saja butuh perjuangan. Dipandu sang kepala dusun kala itu Bapak Nardi yang dengan santun menyampaikan
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
5. "Kalau Tuhan memberi rejeki buat kita, pasti akan datang buat kita. Jadi kita minta saja pada Tuhan." Ikhtiar mereka akhirnya terjawab. Kala seorang guru pendamping kelas jauh, datang ke Dusun ini. Seorang diri, Suryati mendampingi anak-anak Dusun ini untuk sekolah. pic.twitter.com/tXty5g71PX
 Expand pic
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
6. November 2015, datang 2 orang dari Dompet Dhuafa, di bawah program Makmal Pendidikan melakukan assessment di wilayah yang akan dijadikan titik penempatan relawan. pic.twitter.com/wXmC2h0XJu
 Expand pic
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
7. Sejak itulah, Desa Sokop kedatangan relawan yang bukan hanya membantu mereka memperbaiki sekolah, tapi juga mendapat bantuan tenaga pengajar dan konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia untuk mendampingi sekolahnya melalui Program Dompet Dhuafa. pic.twitter.com/pR9eIYn7vf
 Expand pic
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
8. "Saya yakin kalau sudah ada yang masuk ke Dusun Lokal Jauh, pasti akan banyak yang akan membantu nantinya,” kata Suryati kala itu. Dan alhamdulillah, doa Suryati terkabul. pic.twitter.com/Bi7MdadnxQ
 Expand pic
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
9. Dari tangan-tangan para pemberi zakat, Dompet Dhuafa mengelola dananya untuk memberikan pendidikan pada warga Dusun Lokal Jauh yang terisolir.
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
10. Betapa dahsyatnya manfaat zakat. Dari 2,5% yang disisihkan, bisa membantu anak-anak desa terpelosok mendapatkan pendidikan yang mereka idamkan. Zakatmu bisa disalurkan melalui donasi.dompetdhuafa.org/zakat #JanganTakutBerzakat pic.twitter.com/OFEr2WdpYq
 Expand pic
Login and hide ads.