0
}π~×°℅ @var326u
Sedikit cerita dari seorang mahasiswa yang sudah lebih dari 2 tahun gak pernah pulang ke kampung halaman. [a thread]
}π~×°℅ @var326u
Aku seorang anak Medan yg kuliah di Bogor. Selama kuliah aku pertama kali pulang tahun 2016, itupun 2 minggu setelah lebaran. Aku pulang hanya 1 bulan dan gak tau mau ngapain di rumah. Orang rumah pada gak ada, teman-teman pada di luar kota. Alhasil aku ngerasa gabut di rumah.
}π~×°℅ @var326u
Pada akhirnya aku bertekad gak akan pernah menginjakkan kaki di kampung halaman lagi sebelum aku wisuda. Waktu demi waktu berlalu, tiap libur semester ataupun lebaran ibuku menyuruhku untuk pulang. Tapi aku selalu menolak dan lebih memilih untuk liburan.
}π~×°℅ @var326u
Ibuku memang sosok yang baik, dia tak pernah menuntut apapun dariku kecuali dalam urusan ibadah dan pendidikan. Bahkan ketika aku menolak untuk pulang, ibuku menyerahkan semua keputusan itu padaku.
}π~×°℅ @var326u
Tak terasa aku banyak sekali melewatkan momen bersamanya. Bahkan aku sering mengabaikan chat dan panggilan darinya. Aku hanya menghubungi ibuku ketika aku memang benar-benar kesepian. Kalo minta uang? Alhamdulillah selama kuliah uang kiriman selalu bersisa jadi ya ga pernah minta
}π~×°℅ @var326u
Singkat cerita ketika lebaran tahun 2018 ibuku memintaku pulang dengan alasan kakak kandungku akan bertunangan dan segera menikah pada 1 September 2018. Aku akan menjadi wali nikah dari kakak ku karna ayahku sudah tiada sejak usiaku 2 tahun.
}π~×°℅ @var326u
Namun lagi-lagi aku tak bisa mengabulkan permintaan ibuku karna aku masih terhambat dengan sidang tugas akhirku. Setelah sidang akupun langsung mengejar revisian dan ttd ketua prodi. Akhirnya pada 29 Agustus aku pulang tanpa memberitahu ibuku.
}π~×°℅ @var326u
Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamar ibuku tanpa mengucapkan salam. Betapa terkejutnya dia ketika melihatku. Tanpa pikir panjang dia langsung memeluk tubuhku dan menangis tersedu sembari mengucapkan kata-kata seperti ini :
}π~×°℅ @var326u
"Ya Allah nak, kenapa baru pulang sekarang? Kenapa makin kurus nak? Apa disana adek gak makan? Kenapa jadi makin hitam gini nak?"
}π~×°℅ @var326u
Ya, memang ketika itu aku berambut gondrong, dan berpakaian gembel. Aku tipe orang yang bodoamat dengan penampilan.
}π~×°℅ @var326u
Aku cukup sedih sebenarnya ketika pertama kali melihat ibuku dengan wajah yang sudah mengerut dan rambut yang mulai memutih. Sangat berbeda dari sosok yang kulihat 2 tahun yang lalu.
}π~×°℅ @var326u
Malamnya ketika kami sedang asik bercerita tentang perkuliahanku tiba-tiba ibuku berkata: " kakakmu bentar lagi dibawak suaminya, mamak sendirian di rumah. Adek abis wisuda disini ajalah, sama mamak"
}π~×°℅ @var326u
Kata-kata itu cukup mematahkan impianku. Disatu sisi sejak dulu aku bertekad untuk mandiri dan memulai semua kehidupanku dari nol di perantauan. Namun disisi lain aku gak tega meninggalkannya dan ingin selalu ada menemaninya di masa tua.
stardust @indprntt
@halokoba melihatmu dimasa tuanya sudah cukup membuat bahagia, yang mereka butuhkan 'ditemani' bukan 'materi'.
rif @rifatnasution
@halokoba @nadwashere Halo brader, ceritamu dan aku ada banyak kesamaan, aku juga dari medan dan sudah merantau sejak kuliah sampai bekerja. Renungkanlah, ambil waktumu utk memutuskan. Sedikit byk twitku ini mungkin mewakili beberapa perasaan anak rantau. twitter.com/rifatnasution/…
Ta @tatafsfk
@halokoba @nadwashere Nah kann... apa kubilang dek. ❤ Btw mention ku tempo hari ngga di respon.
rif @rifatnasution
Para perantau dengan egonya berfikir dia akan pergi jauh untuk sukses dan kelak bisa membahagiakan org tuanya. Padahal bahagia org tuanya sesederhana bisa makan malem sama anaknya tiap hari di rumah. Think again which happiness are you looking for?
ping! @_chamberlainz
Makan kepiting sama kangkung Mari packing sblm pulang kampung pic.twitter.com/EbiCmMzkD6
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.