1
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Peluru pada salah satu korban tewas peristiwa 21-22 Mei 2019 pola rotasi searah jarum jam (dan tidak berasal dari senjata api Polri) - a thread - pic.twitter.com/XkA6faY2yV
Expand pic
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
1. Kala sebutir peluru melesat dari laras senapan dg laju melampaui kecepatan suara, masalah yg dihadapinya adalah bagaimana bisa menuju target di tengah faktor eksternal & faktor internal (impurities, distribusi massa yg tak homogen dll) yg mempengaruhinya.
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
2. Fisika punya setengah solusi cerdik: membuat peluru berotasi (berputar pada porosnya) sehingga tercipta gaya giroskopik yg mengeliminasi kemungkinan defleksi oleh faktor internal. Gaya giroskopik juga memastikan pusat tekanan pada peluru tetap di belakang pusat massanya.
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
3. Saat stabilitas tercapai, peluru tinggal mengelola faktor eksternal (meliputi gravitasi, gesekan udara & tiupan angin) guna mencapai target dg presisi tinggi. Dan itu bergantung pada skill penembak. Rotasi peluru bisa searah jarum jam, bisa juga berlawanan.
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
4. Yg jelas tak boleh terlalu besar karena bisa merusak peluru. Seberapa besar rotasi peluru yg ditembakkan sebuah senjata api dan kemana arah rotasinya bergantung pada tiap-tiap produsen senjata. Ini menyediakan sejenis 'sidik-jari khas peluru.'
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
5. Dalam peristiwa 21-22 Mei 2019 setidaknya 1 dari 8 korban tewas memiliki luka tembak akibat peluru tajam. Uji balistik pada peluru itu menunjukkan berotasi searah jarum jam. Ini sgt berbeda dg senjata² Polri, yang selalu melesatkan peluru dg rotasi berlawanan arah jarum jam.
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
6.Peluru siapa? Karena itu juga bukan dari TNI, mengingat dalam runtun waktunya pasukan TNI baru diterjunkan pada 22 Mei siang. Itupun dg RoE (rules of engagement) yg ketat sesuai standar militer yang diperbantukan, yakni tanpa menenteng senjata api.
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
7.Dari Polri? Juga bukan, karena arah rotasi peluru bertolak belakang dg senjata² Polri. Diperkuat dg protap antisipasi demonstrasi yg tidak memperbolehkan penggunaan peluru tajam. Jadi, itu peluru siapa? Sumber info : Majalah Tempo edisi 25 Mei 2019, Laporan Utama.
🔰stance🚗addict🔰 @adeza69
@marufins maaf pak, sudah adakah pernyataan resmi dari POLRI/pihak terkait tentang arah rotasi peluru yang ditemukan di tubuh korban?? makasih..
Bang_Sat @benerbangsat
@andrewsalim12 @marufins @na_dirs @sahaL_AS Duhhhh.... sering2 baca buku, jangan baca story mantan mulu, biar cepet paham
Arif Setyotuhu @ArifSetyotuhu
@marufins @na_dirs @sahaL_AS Banyak orang memfitnah dan bahkan membunuh temannya sendiri demi untuk mencapai tujuannya. Maka saya juga gak akan keget jika perusuh di tertembak.
🌷Enong Nissa🌷 @Khoirun58815121
@marufins @na_dirs @sahaL_AS Bukti kalo mobil ambulans bawa batu & ada momen bagi2 amplop SDH ada. Mudah2an POLRI juga menemukan bukti sipa penebak yg sebenar nya. Semoga Allah tunjukan yg sebenar2nya. Aamiin 🙏
KamenTator @G_Rama112
@marufins @na_dirs @sahaL_AS Kami ga percaya fisika!!! Kami percaya berita yang tesebar lewat wa
ABK (Anak Baru Kemarin) @ABK_J2P
@marufins @anwarsaid @na_dirs @sahaL_AS Semoga bisa terungkap, dan polri bebas dari tuduhan dan fitnah an yg ada.
Hans @MayaKurusetra
@marufins @na_dirs @sahaL_AS Dugaannya adalah pihak ketiga dan pihak ketiga itu bisa siapa saja, bisa A, B, C bisa A ngaku B bisa B ngaku C dan seterusnya.
Fandy @sang_fandy
@marufins @pecintasendja @na_dirs @sahaL_AS Jangankan penjelasan ilmiah begini, penjelasan ttg metodologi quick count pun tak masuk akal bagi mereka. Yg masuk akal bagi mreka adalah informasi dr link berita, dgn narasumber dr klompoknya sndiri, & posting akun2 dr IG, FB, twitter, dmn akun2nya adalah dr klompok mreka sndiri

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.