2

Sebuah video viral di jagat Twitter karena berisi rekaman pemukulan seorang pria oleh sejumlah anggota Brimob. Versi viral menyebut pria yang dipukuli adalah berusia di bawah umur dan tewas.

Mustofa Nahrawardaya @AkunTofa
Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat Syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA 😭🤲
Partai Gerindra @Gerindra
Harun Rasyid, bocah 15 Tahun yg tewas dekat Masjid Al-Huda viva.co.id/berita/nasiona… Thailand Selatan? twitter.com/gepamungkas/st…
Melidya Sari @melidya_sari
Harun Rasyid, Bocah 15 Tahun Yang Tewas Dekat Masjid Al-Huda Berikan kesempatan warga dunia unk tahu kebringasan para polisi, yg diamin berita ini sungguh tak prikemanusian Butuh 5000 RT agar sampai tren topik dunia... dlvr.it/R5Kvkm #PrayForHarunRasyid

Polisi memastikan tidak ada korban tewas dalam insiden itu. Peristiwa pemukulan dalam video viral, disebut berada di dekat masjid Al Huda, Kampung Bali, Jakarta Pusat. detikcom pada Jumat (24/5/2019) kemarin telah mengecek langsung ke lokasi dan memang dapat dipastikan lokasi kejadian berada di samping masjid Al Huda yang tepatnya berada di Jl Kp Bali XXXIII No 3, RT 2 RW 10, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Polri mengatakan peristiwa dalam video tersebut faktanya adalah penangkapan salah seorang perusuh di lokasi dekat masjid Al Huda oleh Brimob, dan si perusuh masih hidup. Kejadian itu sendiri terjadi pada Kamis (23/5) pagi. Polri menegaskan narasi dalam video yang viral di Twitter adalah tidak benar alias hoax.

"Bahwa viral video berkonten dan narasi seolah-olah kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia akibat tindakan aparat. Ternyata pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/5/2019) dini hari.

Polisi menuturkan Andri Bibir, saat kerusuhan pada 22 Mei 2019, menyuplai batu-batu besar untuk para demonstran yang hendak membuat suasana kacau. Andri juga membantu menyediakan air bilas untuk para demonstran yang terkena tembakan gas air mata dengan maksud agar kerusuhan berlanjut.

"Dalam kerusuhan tanggal 22 Mei menyiapkan berbagai macam properti yang dia gunakan dalam rangka untuk melakukan kerusuhan dan penyerangan terhadap petugas antara lain batu. Batu itu disiapkan tersangka Andri Bibir untuk disuplai kepada teman-temannya yang melakukan demo. Demo ini tidak spontan, artinya by setting untuk menciptakan kerusuhan," jelas Dedi.

"Dia juga menyiapkan jerigen berisi air agar teman-temannya yang terkena gas air mata bisa cuci muka dengan air di jerigen ini," sambung dia.

Lalu mengapa Andi sampai dipukuli beramai-ramai? Menurut Dedi, aparat melakukan tindakan represif terhadap Andri karena pria 30 tahun tersebut berupaya kabur saat hendak diamankan.

"Andri Bibir ini waktu lihat anggota, langsung dia mau kabur karena merasa salah. Ketakutan dia. Dikepung oleh anggota pengamanan," jelas Dedi.

Saat ini Andri mendekam di Rutan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya guna menjalani proses hukum.

URL detiknews 28541 Isu Korban Tewas Hoax, Polri Jelaskan soal Brimob Pukuli Pria di Kampung Bali Polisi menegaskan narasi dalam video pemukulan di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakpus, hoax.
#PeriSyantik @PeriSyantik
@Syukronkhairy Itu hoax ka ! Stop sebar Hoax, tak ada korban bernama harun rasyid yg dipukuli aparat. Sdh dikonfirmasi, yg dipukul masih hidup krn menyuplai batu utk perusuh #RipHarunrasyid pic.twitter.com/SMScwdKcUT
Expand pic
Fatchul Anjaza @AnjazaFatchul
#PrayForHarunRasyid #RIPharunRasyid Ini trending apaan sih. Yang dianiaya aja bukan harun rasyid. Kebanyakan hoax nih. Emang sih kejam. Tapi gausah diselewengkan buat cari perhatian dong beritanya. Dasar provokator. pic.twitter.com/i42yQlFZHo
Expand pic
Abdul Aziz @ThisIsAbdulAzz
@basori82 @Puspen_TNI @KomnasHAM @komnas_anak Tempatnya emg bener di kampung bali, tetapi itu bukan anak kecil yg bernama harun rasyid. Ini adalah hoax. Yg dipukuli itu adalah penyuplai batu" yang akan dilempar olh masyarkt dan provokator agar kerusuhan semakin panas. m.detik.com/news/berita/d-…
Andy @andyriandyab
@OrangBeriman6 @sulhan_st Beredar berita kalau yang dibantai dekat masjid Al Huda - Harun Rasyid adalah Hoax. Jadi korban brutal sebenarnya siapa ?
Forid Nurham @Forid27N
@yudibastos berita hoaxnya: a.yg dipukuli diplataran masjid adalah harun (hoax buatan 02) b.pemukulan terjadi di pelataran masjid di negara Thailand (hoax buatan 01) berita benernya: a.polisi menganiaya (subjek:polisi /pemerintah) b.harun rasyid tewas...(subjek: harun/rakyat biasa)
Daus @dausaja1234
@makLambeTurah Yg dihajar penyuplai batu besar dan air buat perusuh. Nama andri bibir usia 30 tahun. Kebanyakn hoax mereka sengaja mengadu domba.

Didin Wahyudin (45 tahun), orangtua dari Muhammad Harun Al Rasyid (15), sosok yang disebut-sebut sebagai pemuda yang diduga dikeroyok oleh polisi di halaman Masjid Al-Huda di dekat Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, membantah bahwa putranya adalah sosok pemuda itu.

"Ada yang bilang anak saya ditembak, diseret, dipukuli. Banyak informasi simpang siur itu. Ada video juga. Yang jelas, saya tidak melihat ke situ," ujar Didin.

Didin mengemukakan, meminta publik melihat bahwa Harun telah menjadi korban dari tindakan aparat dalam mengamankan kerusuhan. Harun harus meninggal meski hanya seorang remaja yang tidak memiliki sangkut paut langsung dengan masalah yang menjadi sebab dari kerusuhan. "Yang menjadi masalah itu adalah anak saya sehat, pulang-pulang menjadi jenazah," ujar Didin.

URL www.viva.co.id 1125 Orangtua Harun Bantah Anaknya Sosok Pemuda Dipukuli di Kawasan Thamrin - VIVA "Anak saya sehat, pulang-pulang menjadi jenazah."
rama @menjijikkan
#PrayForHarunRasyid #RIPharunRasyid video yang beredar menyatakan itu adalah harun rasyid adalah hoaks. orangtuanya sendiri yg menyatakan itu. cek data dulu sebelum sharing! pic.twitter.com/v3Wi9i4rFR
Expand pic
Expand pic
call me SYA (without ..hrini) @syaranza_
@VIVAcoid Menurut Didin, ia tidak ingin mengungkap lokasi pasti putranya yang turut menjadi korban meninggal dari kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta. .viva.co.id/berita/metro/1… aneh kenapa untuk sebut lokasi kematian anaknya saja orang tuanya takut??
Nyu2n😊 @lagisukalari
@geloraco Sedih mendalam wajahnya... Ada ribuan kata yg tdk bs dituliskan ortunya....
Cavill @Cavill08
@VIVAcoid Didin mengemukakan, meminta publik melihat bahwa Harun telah menjadi korban dari tindakan aparat dalam mengamankan kerusuhan. Harun harus meninggal meski hanya seorang remaja yang tidak memiliki sangkut paut langsung dengan masalah yang menjadi sebab dari kerusuhan.

Harun (15), warga RT 09/ RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat meninggal dunia setelah terlibat kerusuhan 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5) malam. Harun, meninggal setelah nyawanya tak tertolong ketika dibawa ke RS Dharmais, Jakarta Barat.

Teman sebangku sekolah Harun, Angga (14) menceritakan awal mulanya dirinya diajak oleh almarhum untuk makan di warteg. Setelah itu, Harun pun lantas mengajak dirinya untuk ikut aksi kerusuhan di Slipi.

"Harun ngajakin ke warteg, habis itu Harun ngerencanain ke sana ngajak ke sana, dia bilang ayok kita lihat di Slipi yang perang," tutur Angga saat ditemui di TPU Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/5/2019).

Angga mengungkapkan, saat terlibat kerusuhan di Slipi pada Rabu siang, Harus sempat mengalami luka pada bagian paha akibat terkena selongsong peluru gas air mata yang ditembakkan oleh aparat kepolisian. Angga pun lantas mengajak Harun untuk pulang kerumahnya yang berada di Kedoya, Jakarta Barat untuk mengobati luka tersebut.

Selepas magrib, Angga yang sempat menawarkan Harun untuk pulang kerumahnya justru menolak. Harun malah meminta Angga untuk kembali ke lokasi kerusuhan di Slipi.

"Abis magrib Harun saya ajak pulang enggak mau, dia bilang 'ayuk lanjutin saja. Saya bilang terserah lu dah gua ikutin lu aja," ujarnya.

"Udah sampai sana, motor saya belum diparkir dia udah maju duluan. Setelah itu saya masih sama dia, pas jam 10-an malam udah mencar pas polisi udah maju saya udah enggak ketemu sama dia. Dicariin udah enggak ketemu dia," imbuhnya.

URL suara.com 437 Meninggal Akibat Kerusuhan 22 Mei, Harun Nekat Ikut Aksi Meski Terluka Angga memastikan Harun meninggal dunia bukan karena menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan aparat seperti video yang sedang viral.
makLambeTurah#CintaIndonesia💗 @makLambeTurah
HARUN RASYID udah meninggal tp masih dipolitisasi. kasihan. dan maap ya, akun MLT ga akan ikutan RIP2an bagaimana pun juga bocah itu adalah perusuh. Perusuh koq dianggap pahlawan. ANEH suara.com/news/2019/05/2…
King Rasyid @kingrasyid_id
@makLambeTurah Laki2 umur 15 tahun ga puasa. Abis makan di warteg ikut kerusuhan dan meninggal. Lengkap sudah semuanya.
mbuh mbuh mbuh @meandmyself772
@makLambeTurah Sebenarnya ini aneh anak kecil belum punya hak pilih pas pemilu ngapain diajak ikut demo? Biar dapet bayaran apa gimana

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.