0
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
"Mau tumpah darah? Di sini Allahu Akbar, sana juga Allahu Akbar. Allahu Akbar yang mana ini? Sini Allahu Akbar, sana juga Allahu Akbar, saya juga Allahu Akbar. #JumatBerkah #JumatBerkah pic.twitter.com/eHPcPVHduF
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Bukan begini caranya, ini pertumpahan darah, mengalir darah nanti di aspal ini. Kami di sini mencegah saudara-saudara jangan sampai tumpah darah di sini. Jangan begini caranya," kata salah seorang Polisi yang emosional. #JumatBerkah #JumatBerkah
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Tercatat, korban meninggal dunia dalam aksi 21-22 Mei sebanyak 7 orang. Sementara untuk korban luka-luka per Rabu (22/5) pagi mencapai lebih 200 orang. Siapakah yang harus bertanggung jawab dengan semua kekacauan ini? #JumatBerkah #JumatBerkah pic.twitter.com/htWdDHN39e
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah pihak pertama yang harus bertanggungjawab dengan semua kekacauan ini. Sedari awal, strategi dan isu politik identitas yang dibungkus dengan #2019GantiPresiden sudah diramalkan akan membawa polarisasi dan konflik. #JumatBerkah pic.twitter.com/Y5l8fIBZng
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Gerakan dan provokasi kader PKS di kalangan akar rumput sejak awal telah mengoyak kemajemukan dan membuat benturan di sana-sini. Dengan strategi dan isu politik identitas, secara garis besar PKS diuntungkan. #JumatBerkah #JumatBerkah pic.twitter.com/hXot90YU2E
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
PKS berhasil mendapatkan perhatian dan mendapatkan dukungan di pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Akan tetapi, perjudian yang dilakukan PKS tersebut harus dibayar mahal dengan konflik yang bahkan memakan korban nyawa. #JumatBerkah #JumatBerkah pic.twitter.com/dJC5CAsDpb
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Pihak kedua yang harus bertanggung jawab adalah Partai Gerindra. Mengapa? Karena jika diibaratkan, Gerindra adalah kapten tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. #JumatBerkah #JumatBerkah pic.twitter.com/dhNN4Y0Arz
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Gerindra seharusnya punya kendali penuh untuk menentukan pola permainan di lapangan, secara capres-cawapres yang diusung merupakan kader Gerindra. #JumatBerkah #JumatBerkah
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Tak seharusnya partai nasionalis yang berdiri 6 Februari 2008 ini terjebak dalam pusaran politik identitas dan sampai harus mengorbankan rakyat demi syahwat politik. #JumatBerkah #JumatBerkah pic.twitter.com/5fnVka6yG0
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Apalagi, capres yang mereka usung merupakan purnawirawan TNI yang terikat Sapta Marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI. Dimana dalam poin keenam wajib TNI mengatakan "tidak sekali-kali merugikan rakyat." #JumatBerkah #JumatBerkah pic.twitter.com/IyTwUaLvMw
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
PKS dan Gerindra akan dicatat dalam tinta sejarah. Demi ambisi berkuasa, politik identitas dijadikan senjata, rakyat diadu domba dan agama dijadikan tameng sebagai pembenaran narasi perpecahan. #JumatBerkah #JumatBerkah pic.twitter.com/8FI6sQIf9c
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.