1
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Kontestasi politik di Indonesia kian menjerumuskan saat identitas, terutama identitas keislaman makin dikapitalisasi. Agama Islam yang seharusnya menjadi juru damai malah menjadi semacam badai. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Datang menghantam memporak-porandakan tatanan kerukunan. Cenderung membawa pada perpecahan, pada kehancuran. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Pernyataan di atas bukan bermaksud menista agama Islam karena sebenarnya sudah begitu jelas bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Agama yang membawa kedamaian bagi semesta alam. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Namun, Islam yang datang untuk perdamaian berubah menjadi menakutkan karena ulah sebagian orang. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Usai pemungutan suara 17 April silam, sentimen anti-Islam tak juga tenggelam. Terminologi-terminologi Islam pun bermunculan. Istilah jihad berkali-kali dikumandangkan—yang dimanifestasikan dengan gerakan massa turun ke jalan. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Bahkan, seorang pria mengucap takbir setelah sebelumnya mengancam akan memenggal leher Jokowi. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Tidak hanya itu, aksi 22 Mei 2019—di mana KPU akan mengumumkan hasil resminya—disamakan dengan Perang Badar. Lihatlah posting-posting di media sosial. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Aksi ajakan turun ke jalan karena tak terima dengan kekalahan dikemas sebagai asli bela Islam. Aksi itu disebut jihad, jalan pedang membela Islam. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Bila sebelumnya jihad digunakan—tepatnya disalahgunakan—oleh kelompok teroris, kini jihad sudah dimaknai secara politis. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Sebegitu parah sebenarnya penodaan yang dilakukan mereka kepada ajaran Islam. Tak peduli Ramadan karena, menurut mereka, Perang Badar pun terjadi saat Ramadan. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Di Surabaya, seorang pria membuka pendaftaran Tur Jihad ke Jakarta. Ajakan tur ini sempat meresahkan publik. Pasalnya, para peserta tur digadang-gadang akan bergabung dengan aksi people power, 22 Mei di Jakarta. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Seorang bocah mengaku sudah mencium bau surga di Jakarta. Foto si bocah dengan narasi siap melakukan jihad pada tanggal 22 Mei 2019 pun viral di media sosial. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Bahkan seorang pilot pun menulis bahwa aksi 22 Mei 2019 adalah jihad. Bahkan sang pilot bersedia meninggalkan anaknya yang baru berusia satu tahun dan siap gugur. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Ia juga meyakini apa yang dilakukannya adalah jalan Allah. Ia yakin betul, andai ia mati, jasadnya akan tersenyum. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Konten-konten dengan narasi 22 Mei adalah jihad begitu mudah ditemukan di media sosial. Para politikus berhasil membakar semangat dan emosi masyarakat. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Kepentingan politik yang dibumbui sentimen agama ternyata mampu menjaga militansi para pendukungnya. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Tidak peduli jihad itu apa. Selama istilah jihad masih ampuh memobilisasi massa, maka cara itu akan terus digunakannya. Tidak peduli eksesnya rakyat terbelah. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Karena jangan lupa, pendukung Jokowi pun tak sedikit jumlahnya. Tapi semoga pendukung Jokowi tetap dapat berpikir rasional dan tidak terseret narasi jihad yang tak masuk akal. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Jihad justru lebih mengarah pada usaha kudeta untuk merengkuh tampuk kuasa. Jihad menjadi alat ukur banci demi kepuasan pribadi. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Padahal jihad adalah sesuatu yang mulia. Yang gugur di dalam jihad pun dilabeli gelar syuhada. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Makanya ganjaran untuk jihad adalah surga. Namun, bila jihad semata dimaknai syahwat politik, maka Islam hanyalah gerombolan anak itik, digiring ke sana-kemari sesuai kepentingan pribadi. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Maka, gerakan 22 Mei 2019 yang mereka sebut dengan jihad adalah penghinaan atas Islam dan makna dari definisi jihad itu sendiri. #HormatiSuaraRakyat
Pegawai Negeri Sambat @andriandinora
Bagaimana mungkin aksi demonstrasi seperti itu disebut dengan jihad? Dari mana dalilnya membela Prabowo adalah jihad? Sezalim apa Jokowi sampai perlawanan terhadapnya seolah-olah disyariatkan agama? #HormatiSuaraRakyat
Load Remaining (55)
Login and hide ads.