0
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
pemandangan daerah Govan (Glasgow, Scotland) dari udara, di daerah Govan inilah opa SAF dilahirkan 71 tahun lalu http://t.co/fRbvJZmF
Expand pic
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
Sir Fergie Fi Govan, banner di OT yang merujuk kepada daerah asal opa SAF http://t.co/bNWIZEVI
Expand pic
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
Govan adalah sebuah distrik di kota Glasgow, terletak sekitar 4 km di barat pusat kota Glasgow, Govan persis terletak di tepi sungai Clyde
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
Govan terkenal dengan industri perkapalan sejak 1860an, yang menjadi sentra ekonomi dan mata pencaharian utama penduduknya
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
sebagai pria kelahiran Govan, SAF tentu akrab dengan pekerjaan kasar sebagai buruh galangan kapal
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
ayah SAF, Alexander Ferguson Senior, John Ferguson sang kakek, sampai buyutnya, Robert Ferguson, semua bekerja sebagai buruh galangan kapal
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
di usia belasan tahun, SAF sempat bekerja sebagai penjaga toko alat-alat perkapalan dan juga di perusahaan mesin ketik
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
akrab dengan lingkungan buruh, SAF pun tumbuh sebagai seseorang dengan jiwa solidaritas dan sosialisme yang tinggi
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
SAF aktif di organisasi buruh dan selalu menghadiri pertemuan di tingkat cabang dan distrik persatuan buruh
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
jiwa kepemimpinan SAF terasah disana, ia pernah memimpin aksi mogok kerja terkait konflik pembayaran upah
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
tumbuh di keluarga kelas pekerja, membuat SAF juga ditempa dalam kedisiplinan tinggi, ia sudah harus bangun pagi-pagi buta
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
SAF: "Aku terbiasa bangun pada pagi buta, ayah selalu membangunkanku tiap pukul 6 pagi, itu kemudian menjadi kebiasaan dalam hidupku."
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
SAF: "Saat ini aku terbiasa bangun sekitar pukul 6.30, bersiap dan langsung pergi ke tempat kerja."
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
SAF: "Hanya sesekali saja aku bangun agak telat, menonton TV sekitar 1 jam, dan kemudian tidur lagi."
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
SAF: "Ada banyak orang yang bangun lebih awal dariku, para petani, pemerah susu, tukang roti, dll. aku sangat mengagumi mereka."
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
sifat emosional SAF sendiri terbentuk karena masa kecilnya yang hidup dari kalangan buruh yang kerap tertindas
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
masa lalu yang keras itulah yang membuat SAF terbiasa berbicara lantang, kritis, dan tegas, hairdryer treatment terbentuk dari sini :D
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
darah sepakbola SAF berasal dari ayahnya, Alexander Ferguson Senior, yang juga merupakan pemain sepakbola selain sebagai seorang buruh
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
karir sepakbola ayahnya tidak sukses, untuk itulah SAF bertekad untuk menjadi pesepakbola yang lebih sukses dari ayahnya
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
keluarga mendukung cita-cita SAF untuk terjun di sepakbola, klub amatir disana, Queen's Park (bukan QPR lho ya) menjadi klub pertama SAF
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
SAF bergabung dengan Queen's Park di usia sekitar 16 tahun, tapi ia tetap tidak meninggalkan pekerjaannya menjaga toko alat-alat perkapalan
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
di Queen's Park SAF bermain selama 3 tahun (1957-1960), tampil 30 kali dan mencetak 15 gol
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
jarang menjadi pemain inti, SAF kemudian pindah ke St. Johnstone pada 1960, tapi lagi-lagi ia kurang mendapat kesempatan
MARGONDABOYS @UtdIndonesiaDPK
di St. Johnstone, SAF tampil sebanyak 37 kali dalam kurun 4 tahun (1960-1964) dan mencetak 19 gol, SAF kemudian pindah ke Dunfermline
Load Remaining (128)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.