0
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Pemenang Pilpres 2019 memang belum ditentukan. Tapi koalisi oposisi sudah hancur duluan. Pemicunya ada dua. Pertama, karena sikap petinggi koalisi yang mau menang sendiri. Enggan menerima hasil kontestasi, #HariKebangkitanNasional
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
dengan meniupkan hasutan gerakan perlawanan rakyat. Suatu sikap yang inkonstitusional. Kedua, akibat kelakuan pendukung yang brutal. Suka mencaci, bahkan menfitnah rekan sesama koalisi. #HariKebangkitanNasional
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Mereka mencari kambing hitam atas potensi kekalahan kandidatnya. Capres mereka yang tak sanggup meraih simpati rakyat, tapi malah parpol koalisi yang disalahkan. Ini yang aneh. #HariKebangkitanNasional
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Dua hal inilah yang membuat kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai ditinggalkan partai politik pengusung satu persatu. Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Berkarya masih malu-malu kucing. #HariKebangkitanNasional pic.twitter.com/JX5tJQGcbL
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Meski kedua parpol ini masih sebarisan dengan oposisi, namun mereka mulai mengirim sinyal-sinyal dukungan kepada petahana yang diprediksi bakal berkuasa untuk periode kedua. #HariKebangkitanNasional
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Partai Demokrat sedikit berbeda. Para tokohnya mulai terang-terangan ingin menarik dukungan. Bukan lantaran ingin bergabung dengan penguasa, melainkan justru karena memang sudah tidak sejalan dengan kubu oposisi. #HariKebangkitanNasional
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Sejak awal, Demokrat dan kubu oposisi yang digawangi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sudah memiliki banyak perbedaan. Demokrat ingin berpolitik dengan memberikan porsi yang sama antara nasionalisme dan agama. #HariKebangkitanNasional pic.twitter.com/1hPO2uvYir
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
sementara oposisi cenderung lebih suka memainkan politik identitas berbasis agama. Ini terlihat dari kritikan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno, yang kental dengan nuansa politik identitas. pic.twitter.com/dqIMesxQqb
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Kritikan selanjutnya terjadi setelah pemungutan suara. Demokrat mempertanyakan klaim kemenangan 62 persen. Padahal hasil hitung cepat semua lembaga survei menyimpulkan bahwa Jokowi memenangi kontestasi. #HariKebangkitanNasional
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Dari sinilah munculnya istilah 'setan gundul', yang disebut Wasekjen Demokrat Andi Arief, sebagai kelompok tidak rasional yang memberikan masukan sesat 'angin surga' kepada Prabowo. #HariKebangkitanNasional pic.twitter.com/ukTWMgtMhp
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Langkah berbeda mulai disuarakan Demokrat, menyikapi sikap oposisi yang tidak mau menyelesaikan kontestasi demokrasi melalui jalur konstitusi. Berdalih pemilu curang, kubu Prabowo ingin menyerahkan hasil pilpres kepada kedaulatan rakyat. #HariKebangkitanNasional pic.twitter.com/HevsuuDtqA
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Mereka menyerukan 'people power', meminta rakyat turun ke jalan menuntut kursi kekuasaan. Demokrat menolak untuk terlibat. Sikap berbeda inilah yang membuat Demokrat di-bully oleh pendukung oposisi. #HariKebangkitanNasional
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Partai besutan SBY ini dituding 'abu-abu', bahkan dicap berkhianat, karena dianggap tidak sungguh-sungguh dalam berjuang. SBY dituduh licik, karena lebih mencurahkan waktu untuk Ibu Ani yang sakit di Singapura. #HariKebangkitanNasional pic.twitter.com/etvdCRaHlm
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Bully-an kian bertambah brutal, setelah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Jokowi di Istana dan kemudian mengikuti pertemuan dengan sejumlah tokoh muda. Fitnah dan caci-maki pun merembet kepada hal-hal pribadi. #HariKebangkitanNasional pic.twitter.com/tSiECqsWPa
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Bahkan, Ibu Ani juga dituding sakit palsu. Ada pula yang menyumpahi agar mantan Ibu Negara itu cepat mati. Para buzzer itu, gerombolan yang setiap hari 'menjual agama', menentang penguasa dgn mengatasnamakan membela ulama, justru bersikap tidak beretika. #HariKebangkitanNasional
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Begitukah sikap orang yang mengaku membela agama? Berjuang demi Islam, agama yg rahmatan lil alamin? Ini yg membuat kader Demokrat meradang. Ibarat susu dibalas air tuba. Perjuangan mereka memenangkan Prabowo-Sandi selama ini, diganjar fitnah dan hujatan. #HariKebangkitanNasional
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Wajar jika kemudian mereka menarik dukungan. Toh, hanya tinggal beberapa hari lagi, sebelum KPU mengumumkan kandidat oposisi ini kalah lagi dalam berkontestasi. #HariKebangkitanNasional

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.