1
Baba Yaga @subagio_amin
Ini merupakan sajian ringan dari saya untuk menyambut bulan suci Ramadhan jadi jangan berharap tulisan ini akan menceritakan kisah horor. Yuk mari disimak.
Baba Yaga @subagio_amin
Kekuatan pikiran kita ternyata menyimpan potensi yang luar biasa. Bisa kita gunakan untuk 'menghentikan hujan' layaknya yang dilakukan Pawang hujan. (Metamind - Majalah Liberty)
Baba Yaga @subagio_amin
Pikiran merupakan sebuah energi besar. Jika kita mengolah energi pikiran, banyak potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya adalah menakar turunnya hujan dalam bahasa awam biasa disebut pawang hujan.
Baba Yaga @subagio_amin
Dan hal inilah yang dibuktikan instruksi mind power Inda Vineyyajana Wahyuti yang mencoba menakar hujan di kawasan Bedugul, Bali. Ceritanya berawal dari perjalanan ke objek wisata Pura Taman Ayun,
Baba Yaga @subagio_amin
Mengwi untuk melihat dari dekat kawasan wisata spiritual yang telah ditetapkan sebagai The World Heritage (salah satu warisan budaya dunia) oleh UNESCO. Cuaca sangat cerah sehingga tidak menggangu sesi pengambilan foto di lokasi,
Baba Yaga @subagio_amin
hingga bergeser ke arah Utara menuju pusat perbelanjaan Joger di kawasan Baturiti, cuaca mulai sedikit temaram. Udara dingin mulai berhembus karena di arah Utara pegunungan turun hujan. Meski demikian, perjalanan pun berlanjut ke kawasan desa Candi Kuning, Bedugul.
Baba Yaga @subagio_amin
Ditempat ini hujan turun lebat, ditambah kabut tebal menutupi hamparan lembah di sisi kanan kiri jalan. Sesuai kesepakatan, kawasan pertama yang dituju adalah objek kebun Eka Karya karena kawasan kerut kawasan hujan yang ditumbuhi berbagai jenis pepohonan langka hasil budidaya.
Baba Yaga @subagio_amin
Kawasan hutan belantara yang ditumbuhi pohon-pohon besar ini menarik Inda untuk mengabadikannya. Sayang, hujan lebat menghalangi pandangan apakah untuk mengambil foto. Satu jam berlalu hujan tak kunjung reda.
Baba Yaga @subagio_amin
Jika situasi terus berlanjut, mungkin hingga malam hari hujan tak akan reda. Sebab, dikawasan ini curah hujan cukup tinggi karena merupakan kawasan pegunungan berkabut tebal, seperti kota Batu, Malang Jawa timur atau Puncak, Bogor.
Baba Yaga @subagio_amin
Hampir tiap hari turun hujan meski kawasan Bali lainnya musim panas. Tak ingin ketinggalan objek lainnya karena waktu terus bergulir, Inda pun berkata, "Ya Tuhan beri kamu waktu 39 menit, mohon hujan tidak turun."
Baba Yaga @subagio_amin
Ucapan Inda sepertinya iseng saja, tetapi ia terlihat mengibas-ngibaskan tangannya. Di sebuah balai bengong di kawasan tempat suci (pura) di hutan tersebut, kami beristirahat sejenak menunggu hujan reda. Tak berselang lama, hujan pun mulai reda.
Baba Yaga @subagio_amin
Kesempatan itu di manfaatkan untuk mengambil beberapa foto lokasi hutan. Pohon-pohon besar, tanaman langka dan bunga-bunga yang tertata apik menjadi daya tarik kawasan tersebut. Sayang jika pemandangan indah itu terlewat.
Baba Yaga @subagio_amin
Perjalanan mengitari kawasan hutan tak terasa memakan waktu sekitar 30 menit. Ketika bidikan kamera mengarah ke deretan pohon besar dari arah barat jalan, tiba-tiba angin bertiup kencang disertai hujan.
Baba Yaga @subagio_amin
Kami pun buru-buru masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan Pura Ulun Danu Beratan yang terletak di arah timur. Waktu terus bergulir dan sore pun menjemput, tetapi hujan tak kunjung reda hingga kami memutuskan balik ke Denpasar.
Baba Yaga @subagio_amin
Kejadian ini bukanlah sebuah kebetulan, tetapi sebuah upaya mengoptimalkan potensi diri bahwa kita bisa mencapai keinginan dengan memaksimalkan mind power. Tidak hanya untuk mengatasi berbagai persoalan hidup, tetapi juga bisa diandalkan untuk menakar hujan.
Baba Yaga @subagio_amin
Menurut Inda, dengan keseriusan berlatih untuk memaksimalkan mind power, hal itu bisa dilakukan. Ia menjelaskan apa yang telah dilakukannya di kawasan hutan Bedugul. Dengan niat yang bersungguh-sungguh dengan kalimat sebagai afirmasi ia memohon agar hujan reda selama 30 menit.
Baba Yaga @subagio_amin
Untuk tujuan itu, ia melakukan proses visualisasi. Dengan mengibas-ngibaskan tangan, ia membayangkan telah memindahkan awan sehingga langit disekitarnya terang benderang. Namun bukan berarti ia melakukan kehendak alam,
Baba Yaga @subagio_amin
tetapi hanya memohon sedikit waktu agar hujan beralih ke tempat lain. Bila kesempatan itu telah habis, kondisi itu pun harus dikembalikan ke posisi semula. "Prosesnya hanyalah melalui sebuah pembayangan bahwa kita
Baba Yaga @subagio_amin
menyibak awan agar hujan bergeser ke tempat lain dan untuk sesaat langit tak berawan. Ketika waktunya tiba, selama 30 menit, kondisi itu harus dikembalikan ke keadaan semula," tandas instruktur mind power ini.
Baba Yaga @subagio_amin
Menurutnya, semua orang bisa melakukan itu jika ia bisa mengoptimalkan potensi dalam dirinya. Salah satu caranya adalah dengan melatih imajinasi karena imajinasi atau pikiran merupakan energi yang luar biasa yang bisa membantu kita mewujudkan tujuan dan harapan.
Baba Yaga @subagio_amin
Imajinasi yang di visualisasikan bisa menjadi realitas jika diolah dengan benar. Ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan itu, diantaranya yoga dan meditasi.
Baba Yaga @subagio_amin
_Beragam Ritual Mengusir Hujan_ Ada berbagai cara untuk mengusir hujan, selain memohon di tempat-tempat angker mantra, lelaku dan ajian tertentu. Banyak cara yang digunakan untuk mengusir hujan. Masing-masing cara tersebut sesuai tradisi, adat dan culture daerah setempat.
Baba Yaga @subagio_amin
Di Malang, Jawa Timur, menurut tokoh spiritual Soelung Lodhaya, ada cara unik untuk mengusir hujan. Pawang setempat menggunakan celana dalam lelaki. Bukan celana baru tetapi celana yang sudah pernah dipakai.
Baba Yaga @subagio_amin
Caranya celana dalam bekas tersebut digantung dengan sebuah bambu seperti bendera. Ada mantra-mantra khusus yang digunakan untuk memberi kekuatan kepada sarana tersebut. Ada pula dukun yang menggunakan sapu lidi, menyan, asap rokok dan lain-lain.
Load Remaining (19)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.