2
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Penduduk Bawean di landa resah oleh adanya Pangebluk. Untuk mengatasi mereka kemudian mencuri mayat Sunan Bonang. Sayang, sampai di laut Tuban. Kapal yang membawa jenazah Sunan Bonang mengalami kerusakan hingga akhirnya jenazah Sunan dimakamkan di Tuban.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Dimana letak makan Sunan Bonang sebenernya? Hingga kini masih tetap menjadi silang pendapat. Orang Lasem, Jawa Tengah, menyebut bahwa makam orang karismatik ini berada di sana.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Tak mau kalah dengan orang Lasem, orang Tuban juga mengatakan bahwa makam Sunan Bonang berada di wilayah ini. Demikian juga dengan orang Bawean, tetap yakin bahwa makam sang Sunan berada di pulau Bawean. Ilham, petugas yang berada di makam Sunan Bonang, Tuban, Jawa Timur,
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Tak mungkin jika sampai sekarang ini letak makam sunan Bonang memang masih menjadi kontroversi. Tapi, kontroversi itu sudah menjadi hal yang biasa dan tidak perlu diperdebatkan secara berkepanjangan lagi.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Justru perbedaan itu seharusnya menjadi sebuah kajian yang bisa menambah wawasan orang Islam. "Tapi, dari sekian banyak orang, mulai ulama, kiyai dan sejarahwan, mereka yakin bahwa makam Sunan Bonang yang sebenarnya itu ada disini," ujar Ilham.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Makam Sunan Bonang diyakini ada tiga tempat menurut Ilham karena dulunya makam Sunan Bonang diperebutkan oleh para santrinya. Ceritanya, suatu hari dulu di pulau Bawean (ada yang menyebut Madura), yang juga tempat Sunan Bonang berkelana dan mengajarkan agama Islam,
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
tengah dilanda pengenbluk yang berkepanjangan. Bencana kelaparan karena gagal panen, penyakit dan pencurian silih berganti mendera daerah ini. Ditengah Pangebluk yang melanda dan membuat kemiskinan penduduk,
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Para pemuka agama akhirnya mendapat keyakinan bahwa Pangebluk itu hanya bisa diatasi jika Sunan Bonang yang meninggal di Lasem dipindahkan makamnya di pulau Bawean. Karena jasad Sunan Bonang juga dikehendaki oleh Para pengikutnya yang ada di Lasem
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
dan tak mungkin diminta secara terang-terangan, akhirnya mereka berencana mencuri jasad Sunan Bonang. Maka, kemudian berangkatlah beberapa orang utusan dari Bawean yang menuju ke Lasem dengan naik kapal menyeberangi lautan.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Di tengah malam buta itu, makam Sunan Bonang berhasil digali dan jasadnya dibawa tanpa diketahui oleh santrinya yang ada di Lasem. Jenazah Sunan Bonang kemudian di naikkan ke atas kapal dan hendak dibawa menyeberangi lautan menuju pulau Bawean.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Tapi sayangnya, di tengah perjalanan di dekat laut Tuban, kapal yang membawa janazah Sunan Bonang justru berhenti dan tidak bisa berlanjut lagi. Dengan perahu kecil, beberapa santri Sunan Bonang yang berasal dari Bawean
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
akhirnya memutuskan untuk merapat ke pantat Tuban guna membeli berbagai macam keperluan. Hal itu terjadi sampai beberapa kali dan selama tiga hari lamanya. Hingga akhirnya murid-murid Sunan Bonang yang dari Tuban
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
mengetahuinya kalau mereka sedang membawa jenazah orang yang selama ini dikaguminya. Murid-murid Sunan Bonang itu sempat bersitegang beberapa lama. Setelah terjadi pembicaraan, akhirnya mereka sepakat untuk memakamkan jasad Sunan Bonang di Tuban.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Menurut murid-murid dari Tuban, kapal yang membawa jenazah Sunan Bonang tidak bisa jalan karena kanjeng sunan itu menghendaki jasadnya dimakamkan di Tuban. Dari situ akhirnya ditemukan jalan tengah, agar utusan dari Bawean itu tidak dipersalahkan atas tugas yang diembannya.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Mereka kemudian diijinkan membawa pulang kain kafan yang di pakai Sunan Bonang untuk dimakamkan di Bawean. Meski hanya kain kafan yang dibawa ke Bawean, konon, pengebluk itu lalu lenyap dengan sendirinya.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
"Itulah cerita yang pernah saya baca dan dengar dari beberapa Kiai serta ulama. Jadi yang di Lasem hanya batu nisannya, di Bawean hanya kain kafannya, sedangkan yang di Tuban adalah jasad beliau yang sebenarnya," pungkas Ilham dengan penuh keyakinan.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
_Biji Pisang_ Semasa hidupnya Sunan Bonang dikenal sebagai pendakwah yang kreatif, sama dengan muridnya Sunan Kalijaga. Beliau misalnya, menggunakan media kesenian untuk menarik calon jamaahnya. Tak seperti Sunan Giri yang lugas dalam fikih,
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
ajaran Sunan Bonang memadukan ajaran ahlussunah bergaya tasawuf dan garis salaf ortodoks. Ia menguasai ilmu fikih, usuludin, tasawuf, seni, sastra dan arsitektur. Masyarakat juga mengenal Sunan Bonang sebagai seorang yang piawai mencari sumber air di tempat-tempat gersang.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Sunan Bonang juga saat itu mengubah gamelan Jawa yang saat itu kental dengan estetika Hindu, dengan memberi nuansa baru. Gubahannya ketika itu memiliki nuansa dzikir yang mendorong kecintaan pada kehidupan transedental (alam malakut).
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Tembang "Tombo Ati" adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sunan Bonang adalah anak Sunan Ampel yang Berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim.
🤡JOKER🃏 @jokerhorror
Lahir diperkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyai Ageng Manila, Puteri seorang Adipati di Tuban. Sunan Bonang belajar agama dari pesantren ayahnya di Ampel Denta. Setelah cukup dewasa, ia berkelana untuk berdakwah diberbagai pelosok pulau Jawa.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.