Upaya Kedua 'Membunuh' Demokrat di Pemilu 2019

Chirpified
0
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Sejak awal, saya melihat Pemilu 2019 dirancang untuk 'membunuh' atau 'menenggelamkan' Partai Demokrat. Hal ini terlihat dari gelagat penetapan presidential threshold (PT) 20 persen di last minute pada pertengahan 2018 pic.twitter.com/xfVhK3k5lI

14/05/2019 12:42:59 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Seolah ada skenario besar agar Pemilu 2019 hanya akan diikuti oleh dua pasang kandidat atau sebatas rematch antara Jokowi vs Prabowo saja. pic.twitter.com/EvAqtBAxcn

14/05/2019 12:43:53 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Bacaan saya, PT 20 persen ini ditetapkan untuk menghambat langkah Partai Demokrat mengusung AHY sebagai kandidat capres ataupun cawapres di Pemilu 2019. Analisa ini didasarkan kepada melejitnya popularitas bahkan elektabilitas AHY pasca Pilgub DKI tahun 2017. pic.twitter.com/xts2vYeRHl

14/05/2019 12:44:52 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Munculnya AHY seakan dapat merusak 'drama turgi' yang diperlihatkan kubu Jokowi dan kubu Prabowo selama lima tahun kebelakang, seperti dikisahkan dalam film dokumenter 'Sexy Killer' yang memperlihatkan kongkalingkong elite dalam menjarah bumi Indonesia. pic.twitter.com/KEucSZHuPl

14/05/2019 12:46:04 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

PT 20 persen secara serempak membuat partai-partai lain tanpa aba-aba melekatkan diri kepada sosok Jokowi dan Prabowo. Walaupun saat itu, nama AHY masuk dalam bursa salah satu capres yang diunggulkan. pic.twitter.com/3sVkraKozq

14/05/2019 12:47:12 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Namun kuncian PT 20 persen seakan tidak ada pilihan lain bagi Demokrat selain memilih melekatkan diri kepada salah satu diantara dua tokoh ini.

14/05/2019 12:48:26 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Tidak sampai disitu, kuncian tetap dilakukan kedua kubu terhadap Demokrat. Kedua kubu menahan kandidat cawapres hingga batas waktu akhir. Hal ini membuat negoisasi rasional-akademik menjadi tidak lagi diperhitungkan. pic.twitter.com/g1fmJaJEpM

14/05/2019 12:49:44 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Padahal secara matematis-akademis, empat lembaga survei menempatkan AHY dengan elektabilitas tertinggi sebagai cawapres dan diprediksi akan mendongkrak elektabilitas siapun capres yang memilihnya pic.twitter.com/CvM9RUEoU4

14/05/2019 12:51:14 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Empat lembaga survei itu adalah Poltracking Indonesia, Cyrus Network, Indikator Politik Indonesia, dan Roda Tiga Konsultan. Akan tetapi Pemilu 2019 punya kejutan tersendiri. Kedua capres malah memilih cawapres yang elektabiltasnya sendiri tidak mampu mendongkrak pasangannya. pic.twitter.com/FrW9skrZ9o

14/05/2019 12:52:31 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Jokowi memilih Ma'ruf Amin, dan Prabowo memilih Sandiaga Uno. Pilihan kedua capres ini seolah menjungkir-balikkan analisa akademis lembaga survei. Pilihan ini semakin menegaskan polarisasi yang hendak dibangun dalam ajang pesta lima tahunan ini. pic.twitter.com/qPGeSwO8X3

14/05/2019 12:53:01 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Jokowi yang kuat dikalangan minoritas memilih sosok Ma'ruf Amin untuk menggaet suara kelompok islam 'abangan' di Pulau Jawa. Secara otomatis, partai nasionalis dan partai religius di kubu Jokowi mendapatkan porsinya masing-masing. pic.twitter.com/gwpNtiD6jR

14/05/2019 12:53:34 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Sementara itu, Prabowo yang diusung kelompok islam konservatif memilih Sandi untuk merebut suara kelompok islam moderat dan milenial. Gerindra, PKS, dan PAN mendapatkan keuntungan dari strategi ini. Strategi inilah yang pada hari ini membuat pembelahan di tengah masyarakat. pic.twitter.com/GlA5seLWya

14/05/2019 12:54:10 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Apa yang di dapatkan oleh Demokrat? Sama sekali tidak ada. Demokrat tidak mendapatkan untung apapun dari strategi adu domba rakyat yang dilakukan kedua kubu demi melanggengkan cengkramannya atas penguasaan tanah negara yang dikuasi 1 persen elite di Indonesia ini.

14/05/2019 12:54:32 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Inilah upaya pembunuhan pertama yang dilakukan kepada Demokrat.

14/05/2019 12:55:55 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan berarti tidak memahami maksud dan tujuan di balik pengeroyokan atas partainya ini.

14/05/2019 12:56:17 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Meskipun satu koalisi dengan kubu Prabowo, tapi Demokrat dengan tegas mengingatkan bahwa politisasi politik identitas yang dilakukan kubu 02 sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI.

14/05/2019 12:56:27 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

SBY tak segan menegur dan memberi masukan kepada Prabowo. Terbukti, sebelum digelarnya kampanye akbar Prabowo di GBK, SBY memberi masukan agar konsep kampanye dilakukan dengan mempertimbangkan kebhinekaan dan kemajemukan. pic.twitter.com/UQov3nYXQf

14/05/2019 12:57:25 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Kepekaan SBY terhadap bahaya polarisasi isu identitas ini ternyata mendapat simpati dari kelompok minoritas dan kelompok islam moderat. pic.twitter.com/dCIZrkh3Hz

14/05/2019 12:58:12 WIB
Expand pic
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Begitu juga jelang Jokowi melakukan kampanye akbar di GBK. Pada pagi hari, terlebih dahulu disiarkan film dokumenter 10 tahun kepemimpinan SBY yang menghargai dan menghormati segala pencapaian pemimpin-pemimpin Indonesia terdahulu.

14/05/2019 12:59:12 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Kelihaian SBY meloloskan diri dari upaya pembunuhan atas partainya, membuat Demokrat meraih dua kali lipat suara di Pileg 2019 dari patok survei yang sebelumnya hanya memprediksi Demokrat hanya meraih 4 persen

14/05/2019 12:59:48 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Bahkan dari beberapa informasi yang beredar, Demokrat dikabarkan berhasil meraih suara hingga menyentuh angka 10 persen.

14/05/2019 13:00:03 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Angka ini tentunya membuat partai lain menjadi ketar-ketir. Dengan popularitas AHY saat ini, jika dipupuk dan dirawat dengan baik lima tahun mendatang, maka bisa dipastikan AHY adalah capres terkuat di 2024.

14/05/2019 13:00:13 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Apalagi saat ini tengah gencar dorongan untuk meninjau ulang PT 20 persen untuk pemilu kedepan.

14/05/2019 13:00:30 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Jika ternyata PT 20 persen ini diturunkan dikemudian hari, ini tentunya akan menjadi golden ticket bagi Demokrat untuk mengusung AHY. Oleh karena itu, strategi kedua dalam upaya membunuh Demokrat kembali digencarkan.

14/05/2019 13:00:40 WIB
Rakyat Rindu SBY @RinduSBY

Upaya pembunuhan atas Demokrat Jilid II ini bahkan lebih bar-bar. Tidak ada lagi adu strategi dan taktik. Serangan kepada SBY dan Demokrat dilakukan secara verbal dan menjurus. Arahan SBY agar semua pihak bisa menahan diri dianggap sebagai politik dua kaki.

14/05/2019 13:00:55 WIB
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!