0
Hara Syifa @harasyifaaa
Cuitan Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief bikin heboh semesta Twitter. Meskipun pengumuman resmi KPU belum terbit, Andi sudah memprediksi komposisi kursi DPR periode 2019-2024. pic.twitter.com/KInZsA3USe
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Publik tidak terkejut jika PDIP jadi juara Pileg 2019. Juga pertarungan Golkar dan Gerindra memperebutkan posisi kedua. Tapi jika Demokrat bisa menyodok ke peringkat ke-4 dalam komposisi kursi DPR, terang luar biasa. pic.twitter.com/5xdtRQMIY4
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Sebab informasi yang beredar Demokrat berada di posisi ke-7 perolehan suara Pileg. Demokrat tertinggal dari PKB, Nasdem dan PKS. Kita pun paham kalau situasi Pemilu 2019 tidak menguntungkan bagi Demokrat. pic.twitter.com/oGXE0lCNGt
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Jika PDIP dan Gerindra panen cocktail effect dari Jokowi dan Prabowo, Demokrat relatif tidak mendapat keuntungan elektoral dari mengusung Prabowo. Di lain sisi, Demokrat juga tidak punya menteri yang program-program bisa dijual untuk meraih simpati publik.
Hara Syifa @harasyifaaa
Jika PKS meroket bersama maraknya politik identitas/SARA, Demokrat malah menolak mentah-mentah. Demokrat tetap tegak di jalan kebhinekaan, dan berikhtiar maksimal mencegah pembelahan bangsa. pic.twitter.com/f93aRz1w7f
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Akibatnya memang kontradiktif. Pemilih Demokrat yang termakan isu politik identitas langsung bergeser ke PKS atau Gerindra.
Hara Syifa @harasyifaaa
Sebaliknya pemilih Demokrat yang berasal dari kalangan minoritas bergeser untuk memilih partai-partai pendukung Jokowi sebab terjebak stigma politik identitas kental di kubu pendukung Prabowo-Sandi.
Hara Syifa @harasyifaaa
Demokrat juga menolak manuver yang melanggar etika politik. Misalnya dengan membajak vote getter kader-kader parpol lain seperti yang diterapkan Nasdem. Apakah perpindahan itu murni untuk mencari tempat yang lebih baik?
Hara Syifa @harasyifaaa
Barangkali karena diiming-iming mahar milyaran atau perlindungan hukum sebab ada kader Nasdem yang menjabat jaksa agung? Kelak akan kita buktikan bersama.
Hara Syifa @harasyifaaa
Yang jelas, Demokrat tidak berambisi membajak kader parpol lain, apalagi pakai iming-iming yang melanggar etika dan hukum positif.
Hara Syifa @harasyifaaa
Last but not least, Demokrat tidak punya media massa. Nasdem punya MetroTV group, sementara Perindo didukung oleh MNC Group.
Hara Syifa @harasyifaaa
Sedangkan Demokrat cuma punya "komunikator politik" yang secara masif mensosialisasikan visi, misi dan program kerja Demokrat melalui media sosial. pic.twitter.com/9IWd40jcvg
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Apalagi saat ini SBY tengah menjaga Ibu Ani Yudhoyono sedang melakukan perawatan kanker darah di Singapura. Secara otomatis, SBY tidak bisa lagi turun ke lapangan untuk berkampanye secara langsung. pic.twitter.com/n5eiNk1lzM
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Kondisi Pemilu 2019 benar-benar tidak menguntungkan untuk Demokrat. Miskinnya sumber daya politik, serta keteguhan Demokrat untuk berjuang dengan cara-cara yang baik, membuat Demokrat berkali-kali diisukan tersingkir.
Hara Syifa @harasyifaaa
Pada Desember 2018, Demokrat sempat diprediksi lolos ke Senayan dengan nilai pas-pasan, yakni 4,8%. Yang tersisa di internal Demokrat hanya dua: kerja keras caleg dan strategi yang sesuai jalan Demokrat.
Hara Syifa @harasyifaaa
Dan informasi yang disampaikan Andi Arief mengkonfirmasi kalau kedua faktor ini cukup sukses dimaksimalkan. Perkara kerja keras caleg itu sudah pasti. Setiap caleg bergerak sesuai dengan karakteristik dapilnya masing-masing.
Hara Syifa @harasyifaaa
Mereka menyapa rakyat dengan satu tagline "bantu rakyat yang susah". Dan bantuan ini tidak dilaksanakan pasca pemilu, tapi sudah dimulai jauh sebelum kompetisi pemilu dimulai.
Hara Syifa @harasyifaaa
Sebagai Partai modern, Demokrat tidak menjual politik identitas, membajak kader apalagi jadi bemper para koruptor. Yang dimajukan Demokrat adalah 14 Program Prioritas Demokrat yang berisi solusi bagi keluh-kesah rakyat hari ini.
Hara Syifa @harasyifaaa
Rekam jejak SBY juga menjadi penegas bahwa 14 Program Prioritas Demokrat bukan omong kosong tapi pernah dipraktikan semasa pemerintahan SBY.
Hara Syifa @harasyifaaa
Demokrat paham Pemilu 2019 menganut sistem sainte lague. Sistem ini membuat jumlah perolehan suara tidak otomatis linier dengan jumlah kursi DPR yang didapat.
Hara Syifa @harasyifaaa
Terbuka ruang untuk menetapkan target suara di level aman untuk minimal satu kursi pada daerah-daerah yang sulit. Agaknya Demokrat sukses memaksimalkan keuntungan dari sistem sainte lague.
Hara Syifa @harasyifaaa
sehingga perolehan suara mereka bisa diatas PKB, Nasdem dan PKS. Meskipun suara Demokrat merosot, tapi perolehan kursi DPR untuk Demokrat tidak jauh berbeda dengan hasil Pemilu 2014.
Hara Syifa @harasyifaaa
Pencapaian ini tentu tidak bisa dipisahkan dari kekuatan SBY selaku Ketum Partai Demokrat dan para pengurus DPP. Tidak bisa pula dilepaskan dari kemampuan Agus Harimurti Yudhoyono dalam mengkonsolidasi sumber daya pemilu yang terhimpun dalam Kogasma Demokrat. pic.twitter.com/9IfNO5n6Ns
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
serta Komite Pemenangan Pemilu yang dipimpin oleh Edhie Baskoro Yudhoyono. Cuitan Andi Arief menunjukan Demokrat berhasil lolos dari ujian sejarah. pic.twitter.com/j6MxGs9OdY
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Hasilnya cukup memuaskan meskipun banyak rumor kalau aparatur negara tidak ikut campur, perolehan suara Demokrat akan semakin besar. Yang jelas, Demokrat masih melangkah di jalan nasionalis-religus. pic.twitter.com/cQyaE9eMXa
Expand pic
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.