0
Remotivi @remotivi
REPRODUKSI MITOS PERKOSAAN DI MEDIA -- A THREAD -- pic.twitter.com/ncLeU4Hb8e
 Expand pic
Remotivi @remotivi
Menurut data Komnas Perempuan, terdapat 348.446 laporan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan pada 2017, meningkat drastis dibandingkan jumlah laporan kekerasan seksual pada 2016, sebanyak 259.150.
Remotivi @remotivi
Karena tingginya tingkat kejadian dan besarnya dampak sosial yang muncul dari kekerasan seksual ini, peristiwa kekerasan seksual menjadi topik yang sering muncul di media.
Remotivi @remotivi
Salah satu fokus pembahasan dalam kajian media, terkait dengan isu kekerasan seksual, adalah mengenai bagaimana beragam miskonsepsi tentang kekerasan seksual dalam masyarakat "dilestarikan" dan diproduksi terus-menerus oleh pemberitaan di media.
Remotivi @remotivi
Salah satu miskonsepsi yang terus direproduksi oleh media adalah "mitos perkosaan". Schwark mendefinisikan mitos perkosaan sebagai sikap dan nilai yang menyalahkan korban kekerasan seksual. Bahkan memperlihatkan pelaku sebagai pihak yang tidak bersalah.
Remotivi @remotivi
Salah satu narasi mitos perkosaan yang kerap digunakan dalam berita kekerasan seksual adalah bahwa perempuan membuat tuduhan atau pelaporan pemerkosaan yang palsu. Pernah menemukan berita seperti ini?
Remotivi @remotivi
Ada juga narasi mengenai korban yang pasif; bahwa kekerasan seksual bisa dihindari atau dihentikan jika saja perempuan melawan. Atau kita sering berhadapan dengan pernyataan bahwa korban kekerasan seksual adalah perempuan yang keluar malam dan berpakaian minim.
Dingai @machmud_w1
@remotivi Miris......masih ada pihak pihak yang masih menyalahkan korban kekerasan seksual dengan dalih pakaian, dan diumpamakan kucing dengan ikan asin.
Remotivi @remotivi
Sebagian lagi menganggap pelaku sebagai seseorang yang tidak memiliki kendali atas dirinya sendiri, misalnya muncul kalimat: "Entah setan apa yang merasuki laki-laki ini hingga tega memperkosa..." Dan masih banyak lagi. Ada yang mau menambahi?
Remotivi @remotivi
Mitos-mitos ini direproduksi lewat pemilihan kata, sudut pandang, dan juga lewat ilustrasi-ilustrasi yang digunakan dalam berita-berita tersebut. Apakah jurnalis tidak memiliki pengetahuan cukup mengenai cara menulis berita kekerasan seksual dengan tepat?
Remotivi @remotivi
Atau sebenarnya bisa menulis dengan baik, namun ada hambatan-hambatan struktural seperti ideologi atau model bisnis media yang mempengaruhi konten pemberitaan itu sendiri.
Remotivi @remotivi
Jika kami mengundang jurnalis, peneliti, dan aktivis perempuan untuk membicarakan Reproduksi Mitos Perkosaan di Media ini, apakah kamu tertarik untuk datang berdiskusi bersama kami? Mensyen sekalian orang yang akan kamu ajak untuk datang jika kamu berminat.
Login and hide ads.