Mengintip Demokrat, Sering Di sakiti Demokrat Tetap di Jalur Demokrasi

SBY tak pernah lepas di khianati dan disakiti oleh rekan koalisi
prabowo rakyat Politik Arief Puyono demokrat SBY
0
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Belum reda luka hati Partai Demokrat karena fitnah Kivlan Zen, kini datang pula tuduhan yang lebih menyakitkan dari Arief Poyuono, wakil ketua umum Partai Gerindra. #UlamaTolakOBOR pic.twitter.com/HhdovbwARu
 Expand pic
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Tampaknya, keberadaan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini di kubu oposisi, tak pernah lepas dari disakiti dan dikhianati oleh rekan koalisi. pic.twitter.com/tptTjiJGfQ
 Expand pic
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Publik masih mengingat kegaduhan politik saat awal-awal koalisi ini terbentuk. Kala itu, Wakil Sekjen Demokrat, Andi Arief, mengumbar ke media sosial perihal 'jenderal kardus'.
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Mungkin tidak banyak yang tahu, inilah pengkhianatan pertama yang diderita parpol berlambang bintang mercy itu. #UlamaTolakOBOR
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Awal bergabungnya Demokrat ke koalisi oposisi yang sudah dihuni Gerindra, PKS, dan PAN ini, bermula dari permintaan Prabowo Subianto. Saat mendatangi SBY. #UlamaTolakOBOR pic.twitter.com/8aVhVqhx4u
 Expand pic
Robi Yusuf @RobiYusuf14
ia meminta Demokrat mendukung pencalonannya sebagai calon presiden, sekaligus meminang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon pendampingnya. #UlamaTolakOBOR pic.twitter.com/sv8Prypm5v
 Expand pic
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Dari berbagai hasil survei ketika itu, AHY memang kandidat paling potensial untuk dijadikan calon wakil presiden. Baik untuk kubu oposisi maupun bagi petahana. Karenanya, mendapatkan suara Demokrat menjadi sangat vital. #UlamaTolakOBOR pic.twitter.com/pfbxdZ9q49
 Expand pic
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Sebab, keberadaan mereka bisa mendongkrak suara, sekaligus menghalangi kubu pesaing untuk menjadi lebih kuat. Namun, di tengah perjalanan, terjadi dinamika politik. Prabowo tiba-tiba menunjuk Sandi sebagai pendamping. #UlamaTolakOBOR pic.twitter.com/18BFeZ6JUu
 Expand pic
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Kabarnya, itu karena SBY tak mau membayar mahar. Demokrat protes, bukan lantaran rasa cemburu AHY tak jadi dipilih, tapi lebih kepada proses penunjukkan yang dinilai tidak beretika dan jauh dari sopan santun serta fatsun politik SBY. #UlamaTolakOBOR
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Sebagaimana diketahui, Andi Arief, mengungkapkan, bahwa Sandi membayar Rp 500 miliar agar PKS dan PAN mendukungnya sebagai cawapres. #UlamaTolakOBOR
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Rumor ini sulit dibantahkan, karena sebelumnya mereka ngotot mengajukan nama kader masing-masing, bahkan usulan itu dilabeli "harga mati". Tapi ketika Sandi muncul, mereka benar-benar melunak. Sepertinya harga itu sudah dibayar tunai. #UlamaTolakOBOR pic.twitter.com/aOkoOqx0AR
 Expand pic
Robi Yusuf @RobiYusuf14
SBY tak menerima cara-cara seperti ini. Bagi dia, berkoalisi dalam kontestasi, tak patut dilandasi oleh politik transaksi. Ini jelas sangat merusak nilai-nilai demokrasi. #UlamaTolakOBOR
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Selain itu, elektabilitas Sandi juga sangat rendah. Ia pun berasal dari partai yang sama pula dengan Prabowo, yakni Gerindra. Jadi, pencalonan keduanya diyakini tidak akan terlalu menambah suara. #UlamaTolakOBOR
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Dari sinilah muncul istilah 'jenderal kardus'. Andi menilai Prabowo tak kuasa menghentikan politik transaksional di depan matanya. Ia tak sanggup mempertahankan pilihannya dan rela mengikuti desakan rekan koalisi. #UlamaTolakOBOR
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Beginilah ceritanya Demokrat dikhianati, lantaran enggan membayar upeti. Meski begitu, pada akhirnya SBY tetap menunaikan janji untuk mendukung Prabowo tanpa syarat. Inilah sebuah kedewasaan dalam berpolitik. #UlamaTolakOBOR
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Semua dinamika terjadi, semata-mata karena alasan etika dan hitung-hitungan untuk meraih kemenangan. Namun, usai kontestasi, Demokrat lagi-lagi disakiti. Partai ini dituding abu-abu, bahkan dianggap hendak berkhianat. #UlamaTolakOBOR pic.twitter.com/Lamrj5pI4S
 Expand pic
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Pasalnya, mereka berbeda pendapat dari rekan koalisi yang mengklaim diri menang telak dalam kontestasi. Ada dua hal yang ditentang Demokrat, klaim menang 62 persen yang tak jelas sumbernya, dan seruan 'people power' menuntut penyerahan kekuasaan. #UlamaTolakOBOR
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Wajar saja, SBY tak setuju dengan cara-cara inkonstitusional seperti itu. Bagi dia, perebutan kekuasaan harus dilakukan dengan mekanisme yang sesuai aturan perundang-undangan. Bukan dengan aksi jalanan dan menduduki gedung-gedung pemerintahan. #UlamaTolakOBOR
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Keberanian SBY yang konsisten di jalan demokrasi inilah yang membuat dirinya terus dicela. Awalnya Kivlan Zen yang menudingnya licik, kini Arief Poyuono yang menfitnah Presiden RI ke-6 ini terlibat korupsi sehingga takut terhadap Jokowi. #UlamaTolakOBOR
Robi Yusuf @RobiYusuf14
Sungguh sebuah pengorbanan yang teramat besar. Meski harus dicaci, disakiti, bahkan dikhianati oleh rekan koalisi sendiri, tapi SBY dan Demokrat akan selalu menjadi pengawal tegaknya demokrasi di negeri ini. #UlamaTolakOBOR pic.twitter.com/jf31IFQsV5
 Expand pic
Login and hide ads.