Demokrat Tetap Setia Menegakan Demokrasi yang benar walaupun dicacimaki, diusir, dan didzolimi

Meski harus dicaci, disakiti, bahkan dikhianati oleh rekan koalisi sendiri, tapi SBY dan Demokrat akan selalu menjadi pengawal tegaknya demokrasi di negeri ini.
pks PAN gerindra demokrat
0
SBY's Quotes @Quote_Sby
Belum reda luka hati Partai Demokrat karena fitnah Kivlan Zen, kini datang pula tuduhan yang lebih menyakitkan dari Arief Poyuono, wakil ketua umum Partai Gerindra. #kitademokrat #kitademokrat pic.twitter.com/iRbMd1cs0H
Expand pic
SBY's Quotes @Quote_Sby
Tampaknya, keberadaan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini di kubu oposisi, tak pernah lepas dari disakiti dan dikhianati oleh rekan koalisi. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Publik masih mengingat kegaduhan politik saat awal-awal koalisi ini terbentuk. Kala itu, Wakil Sekjen Demokrat, Andi Arief, mengumbar ke media sosial perihal 'jenderal kardus'. #kitademokrat #kitademokrat pic.twitter.com/mHbDwqCJHV
Expand pic
SBY's Quotes @Quote_Sby
Mungkin tidak banyak yang tahu, inilah pengkhianatan pertama yang diderita parpol berlambang bintang mercy itu. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Awal bergabungnya Demokrat ke koalisi oposisi yang sudah dihuni Gerindra, PKS, dan PAN ini, bermula dari permintaan Prabowo Subianto. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Saat mendatangi SBY, ia meminta Demokrat mendukung pencalonannya sebagai calon presiden, sekaligus meminang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon pendampingnya. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Dari berbagai hasil survei ketika itu, AHY memang kandidat paling potensial untuk dijadikan calon wakil presiden. Baik untuk kubu oposisi maupun bagi petahana. Karenanya, mendapatkan suara Demokrat menjadi sangat vital. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Sebab, keberadaan mereka bisa mendongkrak suara, sekaligus menghalangi kubu pesaing untuk menjadi lebih kuat. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Namun, di tengah perjalanan, terjadi dinamika politik. Prabowo tiba-tiba menunjuk Sandi sebagai pendamping. Kabarnya, itu karena SBY tak mau membayar mahar. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Demokrat protes, bukan lantaran rasa cemburu AHY tak jadi dipilih, tapi lebih kepada proses penunjukkan yang dinilai tidak beretika dan jauh dari sopan santun serta fatsun politik SBY. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Sebagaimana diketahui, Andi Arief, mengungkapkan, bahwa Sandi membayar Rp 500 miliar agar PKS dan PAN mendukungnya sebagai cawapres. Rumor ini sulit dibantahkan, karena mereka ngotot mengajukan nama kader masing-masing, bahkan usulan itu dilabeli "harga mati". #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Tapi ketika Sandi muncul, mereka benar-benar melunak. Sepertinya harga itu sudah dibayar tunai. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
SBY tak menerima cara-cara seperti ini. Bagi dia, berkoalisi dalam kontestasi, tak patut dilandasi oleh politik transaksi. Ini jelas sangat merusak nilai-nilai demokrasi. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Selain itu, elektabilitas Sandi juga sangat rendah. Ia pun berasal dari partai yang sama pula dengan Prabowo, yakni Gerindra. Jadi, pencalonan keduanya diyakini tidak akan terlalu menambah suara. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Dari sinilah muncul istilah 'jenderal kardus'. Andi menilai Prabowo tak kuasa menghentikan politik transaksional di depan matanya. Ia tak sanggup mempertahankan pilihannya dan rela mengikuti desakan rekan koalisi. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Beginilah ceritanya Demokrat dikhianati, lantaran enggan membayar upeti. #kitademokrat #kitademokrat pic.twitter.com/0fcHZc8LVB
Expand pic
SBY's Quotes @Quote_Sby
Meski begitu, pada akhirnya SBY tetap menunaikan janji untuk mendukung Prabowo tanpa syarat. Inilah sebuah kedewasaan dalam berpolitik. Semua dinamika terjadi, semata-mata karena alasan etika dan hitung-hitungan untuk meraih kemenangan. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Namun, usai kontestasi, Demokrat lagi-lagi disakiti. Partai ini dituding abu-abu, bahkan dianggap hendak berkhianat. Pasalnya, mereka berbeda pendapat dari rekan koalisi yang mengklaim diri menang telak dalam kontestasi. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Ada dua hal yang ditentang Demokrat, klaim menang 62 persen yang tak jelas sumbernya, dan seruan 'people power' menuntut penyerahan kekuasaan. Wajar saja, SBY tak setuju dengan cara-cara inkonstitusional seperti itu. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Bagi dia, perebutan kekuasaan harus dilakukan dengan mekanisme yang sesuai aturan perundang-undangan. Bukan dengan aksi jalanan dan menduduki gedung-gedung pemerintahan. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Keberanian SBY yang konsisten di jalan demokrasi inilah yang membuat dirinya terus dicela. Awalnya Kivlan Zen yang menudingnya licik, kini Arief Poyuono yang menfitnah Presiden RI ke-6 ini terlibat korupsi sehingga takut terhadap Jokowi. #kitademokrat #kitademokrat
SBY's Quotes @Quote_Sby
Sungguh sebuah pengorbanan yang teramat besar. Meski harus dicaci, disakiti, bahkan dikhianati oleh rekan koalisi sendiri, tapi SBY dan Demokrat akan selalu menjadi pengawal tegaknya demokrasi di negeri ini. #kitademokrat #kitademokrat pic.twitter.com/LwxEQBU6aW
Expand pic

jika ada yg keberatan dengan tulisan ini bisa langsung komentar di link ini

https://www.kompasiana.com/sutanmalinsati/5cd668da6db8432dbd450f08/upaya-kedua-membunuh-demokrat-di-pemilu-2019

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.