0

[15:10, 5/12/2019]

Ir Jusuf Mahdi, MM: 🌹 APAKAH AGAMA MENJADIKAN MANUSIA TERJAJAH?? 🌹❤

(Sebuah tanggapan atas tulisan Marina Mahathir)

Oleh Ir. Jusuf Mahdi, MM.

Manusia di Nusantara bahkan di penjuru lain dunia ini sejak dahulu kala secara naluriah dan alamiah menyadari bahwa dirinya lemah, tak berdaya dan pasti ada kekuatan lain yang maha kuasa atas hidup dan kehidupannya. Dalam pencarian bathiniahnya manusia mengakui kekuatan yang ada di alam semesta, batu-batu, pepohonan besar dll yang dipercayainya memiliki kekuatan besar yang dapat mengatur hidupnya. Maka timbullah animisme, yang disertai ritual-ritual tertentu, yang kadang disertai pengorbanan manusia yang menurut mereka terpilih untuk dijadikan korban kepada sang penguasa alam.

Hal tersebut adalah wajar, sebab sejak saat diciptakannya manusia, Adam dan Hawa, mereka sudah tunduk kepada penguasa dirinya dan alam semesta, tunduk kepada aturan dan larangannya, tunduk kepada Allah Swt sebagai Tuhannya yang Maha Kuasa, penentu segalanya. Inilah dasar adanya naluri berketuhanan pada diri manusia
Juga sudah ada reward and punishment sebagai aturan baku bagi diri manusia, dimana karena melanggar aturan Allah Swt, Adam dan Hawa diusir dari surgaNya.

Dengan perkembangan waktu dan jaman, anak manusia keturunan Adam dan Hawa bertebaran di muka bumi, dan termasuk ke benua Atlantis, dimana ilmu pengetahuan, peradaban dan teknologi serta budaya manusia yang menempati benua ini sangatlah maju dan tinggi. Namun mungkin dikarenakan bangsa Atlantis ini menyalahi petunjuk, aturan dan larangannya Allah, maka oleh Allah benua beserta isinya ditenggelamkan, dan tersisa jajaran kepulauan Nusantara yang gemah ripah loh jinawi, semua sumber daya alam ada, yang tidak ada ditemui ditempat lainnya, sehingga Nusantara ini disebut bagian kecil surga Allah yang ditempatkan Nya dimuka bumi.

Pusat sisa peradaban dan teknologi serta budaya Atlantis ini berada di pulau Jawa, dan terbukti dari penemuan kapal nabi Nuh, ternyata bahwa bahan kayu kapal tersebut adalah kayu jati yang berasal dari kayu jati Jawa. Tentunya timbul pertanyaan, bila nabi Nuh berada di jazirah Arab, bagaimana dia menyiapkan bahan kapalnya yang butuh kayu jati Jawa banyak sekali, bagaimana memotong dan membawanya kesana yang jaraknya jauh?? Apa nabi Nuh berasal dari keturunan Adam dan Hawa yang menghuni benua Atlantis?? Apakah banjir besar yang menenggelamkan benua Atlantis tersebut adalah untuk ummat nabi Nuh yang ingkar terhadap Allah Swt.?? Saya tidak berandai-andai tentang itu, tetapi bukti Ilmiah telah membuka misteri kapal nabi Nuh tersebut.

Kembali ke masalah naluri berketuhanan pada manusia, maka dengan perkembangan waktu, timbullah agama, sebagai dasar utama fondasi kerokhanian bathiniah manusia yang mengakui dan harus tunduk pada ketentuan dan aturan serta hukum Allah.
Diturunkannya oleh Allah, para nabi dan rasul yang membawa ajaran agama kepada suatu kaum, adalah disesuaikan dengan situasi, kondisi, kecerdasan pemikiran dan pola laku suatu kaum, agar kaum itu dapat menata hidup dan kehidupannya dijalan Allah. Namun pada perkembangan selanjutnya karena Allah menilai bahwa kecerdasan manusia akan lebih tertata baik, diturunkanlah nabi Muhammad SAW, sebagai nabi dan rasul yang terakhir, dimana agama Islam sebagai agama yang terakhir bagi manusia dan sebagai rakhmatNya bagi seluruh alam (Rakhmatan lil alamiin).

Apakah adanya agama menjajah mental spiritual suatu bangsa?? Apakah dengan beragama itu manusia diperbudak, budayanya direndahkan atau dilecehkan, dlsb.?? Cobalah lihat, bahwa aturan agama, yang datang dari manapun, agama apapun, TIDAK merubah jati diri suatu kaum / bangsa, sebab peradaban dan budaya suatu bangsa adalah sesuai dengan kondisi geografis dimana bangsa itu tinggal. Apakah disaat agama Hindu datang ke Indonesia lalu bangsa menjadi ke India-indiaan?? Ketika Buddha datang ke Indonesia lalu bangsa menjadi ke Cina-cinaan atau ke Thailand-thailanan?? Juga agama Kristen, apakah bangsa menjadi ke Kristen-kristenan?? Ketika agama Islam datang, apakah bangsa menjadi ke Arab-araban?? Apakah dengan datangnya agama-agama itu lalu kita menjadi kebarat-baratan, keindia-indiaan, kecina-cinaan, kearab-araban, dlsb?? Ternyata peradaban dan budaya asli bangsa Indonesia tetap kokoh tidak tergerus oleh pengaruh yang datang dari luar. Kalaupun ada pengaruhnya, itupun sedikit, malahan menjadi perkayaan budaya bangsa Indonesia, misalnya dibidang kuliner, bidang seni budaya dlsb.

Akidah dari agama memberikan perkuatan terhadap moralitas dan mentalitas manusia, sebab agama mengatur laku dan pikiran manusia yang harus melakukan kebajikan, kebaikan dan kebenaran sesuai ketentuan dan hukum Allah.

Pengaruh agama terhadap manusia pasti ada, tetapi karena manusia dikaruniai Allah kelebihan berupa akal, pikiran dan hati nurani, yang tidak dipunyainya makhluk ciptaanNya yang lain, maka manusia bisa memilih apa yang terbaik bagi dirinya dan untuk meraih kriteria sebagai manusia yang mulia, dalam ridho, rakhmat dan barokah Allah Swt.

Kalau ada kasus yang menyangkut agama, itu yang salah bukan ajaran agamanya, tetapi dari pola pikir, pola sikap dan pola tindak manusia sendiri yang tidak mencermati dan memahami inti dan essensi nilai-nilai luhur agamanya, menjadikan nilai agama ditafsirkan untuk kepentingannya yang kebanyakan cenderung kepada keduniawian.

Maka pahamilah nilai-nilai luhur, inti dan essensi ajaran agama sehingga kita benar-benar beragama dengan keyakinan yang cerdas, berketuhanan, berperikemanusiaan dan berkeadaban dalam laku yang arif, bijak dan penuh syukur kepada Allah Swt atas segala karunia, rakhmat, nikmat, barokah dan hidayahNya kepada kita.

Semoga kita menjadi Insan hamba Allah yang akan mendapat karunia surganya kelak, dan dunia ini adalah sementara, yang gemerlapnya tidak bisa dibawa menghadapNya nanti.

❤❤🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🌹🌹
Visionary Strategical Spiritual Nation Character Building Center, Surabaya, 12052019.

Story Jusuf Mahdi: PERGERAKAN NASIONAL BANGSA INDONESIA 1908-2019 Perjuangan kaum pribumi Nusantara mulai mengerucut saat didirikannya Boedi Oetomo, Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1908. Bermunculanlah perkumpulan pergerakan pribumi Nusantara dalam bentuk Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes, Jong Ambon, dll sebagai geliat pribumi Nusantara untuk menyatukan niat, tekad dan kemauan untuk bisa mandiri dalam berkehidupan.. 219 pv

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.