0
Ria Maria @riamaria23
1. Pemilu 2019 – sbg hajatan demokrasi – telah selesai. Meski begitu, kita semua menunggu keputusan akhir dari KPU. Krn itu, kesabaran semua pihak untuk menerima apapun hasil akhir, serta turut menjaga agar tetap kondusif adl tanggung jawab bersama. #KabinetRekonsiliasiNasional pic.twitter.com/ESZFDV5HAX
Expand pic
Ria Maria @riamaria23
2. Tetapi tanggung jawab bersama sebenarnya yg sangat penting adl memastikan bahwa retakan2, ketegangan2 dan polarisasi di masyarakat pasca pilpres dapat teratasi dg baik. Sebab tingkat ketegangan di pilpres 2019 ini jauh lebih tinggi ketimbang 2014. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
3. Berkaitan ini, muncul gagasan “Kabinet Rekonsiliasi Nasional”. Siapa yang memunculkan gagasan ini? Berlandaskan pada fakta-fakta apa sebagai titik acuannya? Lalu wujud kongkretnya seperti apa? #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
4. Pertama, gagasan “Kabinet Rekonsiliasi Nasional” ditemui dalam usulan Muhammad Qodari, pengamat politik Indo Barometer. Sehingga bisa dikatakan bahwa dia lah yang memunculkan ide kabinet ini. beritasatu.com/politik/553221… #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
5. Gagasan ini sangat penting untuk direalisasikan saat ini. Sehingga M. Qodari menjadikannya sebagai pertimbangan prioritas oleh siapapun nanti yang terpilih sebagai presiden – baik Jokowi atau Prabowo #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
6. Kedua, M. Qodari mengatakan gagasan ini didasarkan pengamatannya atas fakta2 selama pilpres 2019. Di antaranya perihal polarisasi di dalam masyarakat yang semakin tajam. Yang apabila dibiarkan itu berbahaya #KabinetRekonsiliasiNasional news.detik.com/berita/d-45421…
Ria Maria @riamaria23
7. Indikasi polarisasi itu terlihat dari hasil hitung suara di beberapa provinsi yg angkanya ekstrem kpd salah satu kubu capres-cawapres. Misal, Aceh dan Sumatera Barat merupakan lumbung yang dikuasai hampir 80-90 persen oleh kubu Prabowo-Sandi. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
8. Di tempat lain, seperti NTT, Sulawesi Utara dan Bali, menjadi lumbung suara ekstrem bagi kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amien. tribunnews.com/nasional/2019/… #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
9. Polarisasi juga bisa kita cermati dari kuatnya pernyataan-pernyataan fanatik dan provokatif dari masing-masing kubu baik di media sosial maupun di dalam realitas keseharian. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
10. Persinggungan antar netizen dengan segala puji dan caci makinya terhadap dukungannya masing-masing seringkali hingga kehilangan akal sehat. Caci maki itu menggeser hakikat dari demokrasi. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
11. Di luar dunia maya, realitas keseharian, bahkan kita dihadapkan dengan keadaan yang lebih mengerikan. Di beberapa tempat, kita menyaksikan konfrontasi secara langsung antar pendukung kedua kubu, misalnya dalam bentuk penyerangan secara fisik. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
12. Bahkan ada yang hingga meregang nyawa. Tentu saja, kita semua tidak ingin menggadaikan bangsa ini hanya karena persoalan dukungan politik. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
13. Yang lebih mengerikan, polarisasi di tingkat akar rumput ini juga – tak bisa kita sangkal – turut dikobarkan oknum elit tertentu yg menggunakan sentimen2 agama. Mereka lihai menggunakan retorika agama dan merepresentasikan diri sbg tokoh agama #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
14. Apalagi, tanpa malu-malu, ada beberapa tokoh yang sudah menggembar-gemborkan perlunya “people power”, membawa-bawa nama kekuatan rakyat sekedar untuk mencoreng hajatan demokrasi ini demi kepentingan politik. tirto.id/soal-people-po… #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
15. Kita menyaksikan berbagai hoaks yang terus diviralkan tanpa memberi kita ruang untuk menemukan kebenarannya. Kritisisme berpikir kita diuji di sini. Tapi tidak sedikit yg terpancing permainan berita hoaks ini. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
16. Dengan ini, tidak berlebihan bila M. Qodari menyebut saat ini situasi ‘darurat nasional’. Situasi ini harus segera diatasi. Jangan biarkan polarisasi terus berkembang tidak peduli itu provinsi kecil atau besar.jpnn.com/news/m-qodari-… #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
17. “Inti cerita dari Pilpres 2019 ini adalah polarisasi yang makin jauh dan tajam”, kata M. Qodari. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
18. Makarekonsiliasi nasional sebagai upaya politik jalan tengah menjadi sangat penting di sini. Tak ada waktu untuk menunda-nunda. “Jadi tema utama kita pasca pilpres ini bagaimana merangkul berbagai kalangan jangan sampai pecah atau bubar. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
19. Saya melihat ada sekat yang makin tinggi di antara anak bangsa ini dan itu harus dicarikan solusinya bersama-sama," tuturnya. jawapos.com/nasional/polit… #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
20. Ketiga, inti ‘Kabinet Rekonsiliasi Nasional’ yang disampaikan oleh M. Qodari adalah keharusan agar presiden terpilih – baik Jokowi atau Prabowo – dapat merangkul semua partai masuk ke dalam kabinet pemerintahannya. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
21. Idealnya, jika mengacu dulu, kabinet diisi para professional. Tapi, polarisasi di masyarakat mendesak, jadi tugas bersama elit politik, dan seluruh rakyat, Sehingga bukan masalah bila pemerintahan merangkul seluruh partai. #KabinetRekonsiliasiNasional rmol.co/dpr/read/2019/…
Ria Maria @riamaria23
22. Kondisi demokrasi saat ini tidak sedang dalam kondisi normal. Maka kesatuan elit politik – dengan semua partai dirangkul masuk kabinet oleh pemerintah – maka memungkin pemerintah lebih baik dalam bersama-sama membangun pemerintahan ke depan. #KabinetRekonsiliasiNasional
Ria Maria @riamaria23
23. Apakah ini berarti menyiratkan ketiadaan oposisi? Tentu saja tidak. Secara fungsional, oposisi tetap berjalan. Ada DPR, media massa dan masyarakat. Ketiga elemen ini masih memungkinkan untuk mengontrol pemerintahan #KabinetRekonsiliasiNasional

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.