0

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) bersama Direktur Utama Bank Bjb Yuddy Renaldi (keenam kanan), Direksi Bank Bjb dan Dewan Komisaris Bank Bjb berfoto usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan T..

bank bjb berkomitmen untuk tidak terlilit maupun terjebak dalam sejumlah kasus termasuk melawan dan mencegah tindak pidana korupsi dan juga isu miring yang sering menghambat kinerja positif berbagai perbankan di Indonesia. Untuk itu, bjb memiliki susunan komisaris yang sangat kompeten dan memiliki track record yang baik.

Susunan komisaris dan direksi baru bank bjb tersebut dinilai sudah tepat dan sesuai dengan ketentuan. Daftar susunan petinggi bank bjb yang menempati berbagai posisi kunci merupakan hasil kesepakatan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2018 beberapa waktu lalu.

Penentuan susunan direksi dan dewan komisaris yang sejalan dengan komitmen bjb untuk menjadi bank dengan kinerja terbaik sekaligus sebagai usaha dalam mencegah terlilit kasus, isu miring dan juga tindak pidana korupsi telah disesuaikan dengan Peraturan OJK No. 33/Pojk.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Susunan tersebut telah disepakati seluruh pemegang saham tanpa kecuali.

“Susunan komisaris dan dewan direksi bank bjb hasil RUPST adalah hasil kesepakatan pemegang saham. Selain dihadiri pemegang saham, RUPST juga ada notaris yang mencatat. Artinya, secara legal susunan direksi dan komisaris bank bjb sudah sangat sesuai dengan ketentuan,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, M. As’adi Budiman.

Susunan direksi hasil RUPST tersebut antara lain Direktur Utama Yuddy Renaldi, Direktur Kepatuhan Agus Mulyana, Direktur Konsumer dan Ritel Suartini, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nia Kania, Direktur Operasional Teddy Setiawan, Direktur Komersial dan UMKM Beny Riswandi, serta Direktur IT, Treasury dan International Banking Rio Lanasier.

Sedangkan posisi komisaris diduduki oleh Farid Rahman sebagai Komisaris Utama Independen, Muhadi dan Eddy Iskandar Muda sebagai Komisaris, serta Yayat Sutaryat dan Fahlino F. Sjuib sebagai komisaris independen. Sebagian di antara nama-nama tersebut merupakan pejabat baru, sedangkan sebagian lainnya adalah pejabat lama. Seluruh nama direksi dan komisaris baru akan disahkan secara definitif setelah melewati proses fit and proper test yang akan dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tiga pekan hingga satu bulan setelah RUPST dilangsungkan.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat, Aldrin Herwani menuturkan dengan susunan direksi dan komisaris baru bank bjb hasil RUPST, diharapkan bank bjb bisa lebih meningkatkan performanya dan menjadi bank andalan bagi warga Jawa Barat yang memiliki kinerja baik,dan jauh dari isu miring, kasus apalagi terlilit masalah korupsi.

“(Susunan direksi dan komisaris baru hasil RUPST) bagus-bagus aja sepanjang bertujuan untuk perubahan yang signifikan. Artinya bjb ke depan lebih menjadi andalan untuk Jawa Barat. Yang pasti, jangan lupa, bahwa komisaris dan direksi punya tanggung jawab untuk mem-follow up apa yang diinginkan masyarakat Jawa Barat. Mudah-mudahan ke depan terjadi perubahan yang semakin positif,” katanya.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.