3
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
@tvOneNews menayangkan kisah korban Pemilu. Mohon disampaikan utk bahan analisa. Kilas balik kasus ayahku Seminggu setelah Pemilu (24/4/2019) bapak merasa kelelahan. Diagnosa dokter stroke dan serangan jantung yg menyerang bapak telah membawa bapak pergi untuk selamanya.
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Siang itu sekitar pk 12an Bapak dilarikan ke rs Pelni Petamburan krn bpk hampir jatuh setelah wudhu dan akan dzuhur di musholla dekat rumah. Tiba di RS Pelni bapak masuk UGD. Lebih dari 30 menit bpk tdk diberi penanganan maksimal. Tdk ada oksigen, tdk juga ada perawat yg menemani
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Saya dan ibu berusaha untuk masuk ke IGD namun diusir oleh security. Saya berkeras menemani bapak tp disindir dng kalimat "kalo gitu buat aturan aja sendiri. "
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
30 menit bpk tdk diberi perawatan padahal kondisi bapak muntah2 dng kesadaran menurun dan saya hanya bisa mengintip dari jendela. Bapak muntah tanpa ada perawat yg mendampingi hingga muntahannya sebagian masuk lagi ke mulut bapak. Saya melihat sendiri bpk begitu tersiksa.
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Banyak muntahan bapak ke bagian belakang kepala dan pakaiannya. Frustasi, saya hubungi staff Ibu @fahiraidris utk meminta advice. Alhamdulillah setelah Bu Fahira bergerak, bapak mulai ditangani.
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Bapak dibawa ke ruang ct scan dan rontgen. Setelahnya bapak dikembalikan ke IGD padahal kondisi bapak tdk sadar dng tekanan darah 207/110 di layar. Hingga malam bapak masih di IGD dan kami keluarga ttp tdk boleh menemani. Pada Tengah malam bpk muntah lagi.
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Masih dng kepedulian yg minim dari perawat bapak muntah kembali. Saat kami menengok bapak, Baju bapak basah hingga kami akhirnya minta perawat mengganti baju bapak. Kami bergantian menengok bapak setiap 30 menit sekali krn tdk diperbolehkan.
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Bapak sejak masuk rs sdh tdk dpt berkomunikasi. Lidah kaku, badan kaku. Menurut dokter syaraf kiri mati, dan bapak terkena stroke.
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Esoknya 25/4/19 bapak masih di IGD meski dlm kondisi kesadaran semakin menurun. Saya pamit bekerja. Pk. 10.00 Ibu Fahira bertanya kondisi bapak. Saya sampaikan masih menunggu ruang HCU yg penuh. Saya diskusi dengan staff Ibu Fahira dan saya memutuskan memindahkan bpk ke RS PON
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Jam 11.00 saya tiba di rs dan meminta rujukan utk memindahkan bpk. Oleh perawat saya diminta menunggu. Tdk sampai 5 menit saya dipanggil dan disampaikan ruang HCU ada. Akhirnya saya putuskan tdk perlu dipindahkan krn kondisi bpk semakin memburuk
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Lepas dzuhur bpk dipindah ke HCU. Saya agak terlambat di belakang krn membawa tas2 berisi baju ganti. Sampai di HCU saya lihat dada bapak ditekan2. Bapak KOMA
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Disampaikan oleh dokter utk meminta persetujuan sekeluarga apakah bapak akan dipasang selang alat bantu pernapasan yg terbuat dari besi. Disampaikan risikonya bisa pendarahan, jantung berhenti dan jika berhenti menggunakan alat kejut yg bisa membuat kulit melepuh dan dada remuk
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Krn khawatir, saya dan keluarga memutuskan tdk menyetujui hal tsb. Di depan ibu saya tandatangani surat. Setelahnya bapak tdk boleh ditemani. Beberapa tamu diperkenankan menengok setelah jam besuk
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Pk 18.00-19.30 saya ijin utk menemani bapak dan diijinkan. Kulantunkan ayat suci untuk menemani bapak dan kusebutkan talqin agar bapak terus mengucapkan La illaha illallahu. Jam 20.00 kami dikabarkan bapak akan dipindah ke ruang perawatan biasa.
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Tanpa alat bantu, tanpa ruangan intensive, bapak berada di ruang perawatan kelas I ruang Mawar di lantai 3. Dlm keadaan koma, kami menemani Bapak dengan khusuk melantunkan ayat suci
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Tepat pk. 01.30 bpk mulai kritis. Saya sholat 4 rakaat dan mencium tangan bapak. Bapak kembali muntah kali ini muntah bapak hitam. Saya menangis bersama ibu. Kuucapkan permohonan maafku dan kusampaikan keikhlasanku
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Tgl 26/04/2019 Pk. 01.59 bapak menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya. Meninggal di ruang perawatan biasa tanpa ruang intensive dan tanpa pantauan perawat secara intensive. Selamat jalan pak... Kami mencintai bapak.
abu Khalifi @HattaSyahrir
@mbakyuevi_N51 @RelawanProSandi Yaa Allah... Innalillah.. Semoga Allahnampunkan dosa2 nya...Aamiin..
Inomia @ShiroeIno
@mbakyuevi_N51 😭😭😭😭😭😭😭 Innalillahi wainna ilaihi roji'un, kuat y mb, semoga diberi ketabahan.
AbinyaNNN @abinyaNNN
@mbakyuevi_N51 @HiliaAlya 😭😭😭Menangis membaca cerita ini. Ya Allaah berikanlah ayahnya mb Evi kemuliaan di sisinya dan keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan. Aamiin yaa Rabbal Aalamiin
etika @EtikaMalasari
@mbakyuevi_N51 πŸ˜₯😒 Turut berduka cita mbak. Insyaallah bapak husnul khatimah mendapat tempat terbaik disisi Allah. Terimakasih sudah berbagi cerita meski dlm keadaan yg tidak mudah. πŸ™πŸ»
#IndonesianParadoxDemocracy @p_syahrin
@mbakyuevi_N51 Al fatihah sebanyak2nya gaess.. Ayo sebentar aja mrk ini pejuang demokrasi ga muluk2 cuma pengen pemilu berlangsung dg jujur dan adil Al Fatihah
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Aku ingin tahu apa yg terjadi dng ayahku dan korban2 lain... Please... Ya Allah... Jangan ada lagi... Knp hanya 1 org di tiap TPS yg jadi korban?????????? Bapak.. Pantas kulihat bapak muntah dan kejang. Dokter rs pelni ga akan tahu krn mereka tdk peduli!!!
Evi_Erwiyati_N51 @mbakyuevi_N51
Apakah krn pada saat masuk rs kami tdk sebutkan bapak oetugas KPPS sehingga 30 menit lebih bapak masuk IGD tanpa tindakan maksimal, tdk dioksigen dan diinfus padahal nafas bapak sdh berat. Bahkan muntah bpk kemudian banyak tertelan lagi krn tdk ada perawat yg peduli... 😭😭😭
Load Remaining (74)
Login and hide ads.