0
nug @stormerzz
Mengapa bisa jadi "Ramadan"? Silakan simak infografik sederhana buatan saya. Semoga puasa Ramadan tahun ini lancar, amin. tembusan: @ivanlanin @BadanBahasa pic.twitter.com/QMczvOYkkk
Expand pic
nug @stormerzz
Sejak dari tahun lalu (munculnya postingan Badan Bahasa - Ramadan), saya sudah berencana untuk membuat ini dan akhirnya terwujud. Saya berterima kasih kepada Pak @ivanlanin, tabelnya saya gunakan untuk ini. Saya gabungkan keduanya, supaya bisa dipahami.
nug @stormerzz
Tulisan halaman 01 di situ bukan halaman dari buku, pdf, atau apa pun lainnya. Itu hanya permulaan proyek infografik saya. Karena setelah "Ramadan", ada lagi yang ingin saya buat. Terima kasih banyak atas respons yang luar biasa. 😀😁
ɱαร เρเɳ @ipin_king
@jayalah_negri @stormerzz @ivanlanin @BadanBahasa nah ini banyak yg adu argumen soal arti dr transliterasi contoh :insyaallah atau inshaallah yg terbaru kmrn smpt rame di grup khusnul ato husnul 😀
LinguaBahasa @linguabahasa
Selamat menunaikan ibadah puasa pada tahun ini, ya, Sahabat Lingua! Semangat dan semoga bekal ini bermanfaat. Salam, LinguaBahasa Kuasai Bahasa, Kuasai Dunia #linguabahasa #ramadan2019 #pelatihanbahasa pic.twitter.com/6KZmk29g9k
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Ivan Lanin @ivanlanin
Mengapa KBBI mencantumkan hadis (bukan hadits), azan (bukan adzan), salat (bukan shalat), dsb.? Tabel terlampir menjelaskan penyebabnya. Keterangan lebih lengkap dapat dilihat di id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia… pic.twitter.com/7C7ex7O1qS
Expand pic
Ivan Lanin @ivanlanin
Perbedaan transliterasi dan penyerapan "السلام عليكم": - Transliterasi: Assalamu'alaikum - Penyerapan: Asalamualaikum - Dilan: Assalamu 'alaikum jangan? kbbi.kemdikbud.go.id/entri/asalamua…
fitcoachwildan @wildankarim
@ivanlanin @feetre Terus yg bener 'Insya Allah' atau 'Insha Allah' atau yg lain, pak?
Ivan Lanin @ivanlanin
Tentang "insyaallah", "insya Allah", dan "insha Allah". Insyaallah, perbedaan ini tidak mengganggu silaturahmi kita. pic.twitter.com/q2PNJVXhxt
Expand pic
omarmuhammad @omarmuhammadd
@ivanlanin Maksud saya menggunakan I kapital atau tidak
Ivan Lanin @ivanlanin
@omarmuhammadd Tidak, kecuali saat dipakai di awal kalimat.
Byan @farasabyan_
@ivanlanin Jadi, di ulangan saya pakai yang mana?
Ivan Lanin @ivanlanin
@farasabyan_ Dalam ujian bahasa Indonesia, pakai versi penyerapan.
Mas Syihaab @massyihaab
@ivanlanin Apakah dlm pengucapan juga harus mengikuti kata serapan?
Ivan Lanin @ivanlanin
@RidhaTurid Untuk konteks umum, gunakan yang versi penyerapan. Untuk konteks keagamaan (Islam), versi transliterasi boleh dipakai.
Speedey @greypunch
@ivanlanin Kenapa ada 'sy' tetapi tidak ada 'sh'? Isya, masyarakat, salat, musala ... ??
Ivan Lanin @ivanlanin
@getcokelat Karena bahasa Indonesia hanya mengenal empat jenis gabungan huruf konsonan: kh, ng, ny, dan sy. Baca: ivanlanin.github.io/puebi/huruf/ga…
adi nur @adnrxst
@ivanlanin Jika alasannya demikian, mengapa 'bank' tidak diserap menjadi 'bang'?
Ivan Lanin @ivanlanin
@adnrxst Karena sudah ada "bang" dengan arti yang berbeda jauh. Itu juga yang menyebabkan "massa" tidak diserap menjadi "masa".
Muh Djupri @djupri_m
@ivanlanin Berarti Subuh, Zuhur, Asar, Isya. Klo Maghrib tetap Pak? غ (gho)
Ivan Lanin @ivanlanin
@djupri_m Ah, iya. Terima kasih. Itu terlewat. Huruf "غ" tampaknya ditranslasikan menjadi "gh", tetapi diserap menjadi "g".
Bukan Urusan Saya! @IndraDrajat
@ivanlanin @djupri_m Diawali huruf kapital apa tdk, Uda? 1. Saya sudah salat magrib. 2. Saya sudah salat Magrib.
Ivan Lanin @ivanlanin
@IndraDrajat @djupri_m Nama waktu salat diawali huruf kapital, misalnya "Magrib".

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.