0
Hara Syifa @harasyifaaa
Kenapa ketika PDI Perjuangan berkuasa, rakyat Indonesia selalu menderita? Kenapa pula setiap kebijakan mereka selalu menguntungkan China? Pertanyaan inilah yang selalu menggelayut di pikiran masyarakat akhir-akhir ini. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/leYNvrjKxM
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Terlebih sejak kabar serbuan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok kembali menyeruak di ruang publik. Sudah tiga tahun rakyat ribut soal eksodus pekerja kasar ini ke Tanah Air, namun pemerintah tak kunjung bertindak. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/gPQpVkbsfP
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Mereka bahkan terkesan melakukan pembiaran. Parahnya lagi, ‘Petugas Partai’ PDIP yang memimpin negeri ini, mengeluarkan aturan yang semakin memudahkan TKA masuk ke Indonesia. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/R80YXMsVmy
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Wajar saja, kaum buruh dari luar negeri, kian berduyun-duyun datang untuk mengambil-alih lapangan kerja di dalam negeri. #PemiluCurangItuKejahatan
Hara Syifa @harasyifaaa
Dulu, saat Megawati Soekarnoputri menjadi presiden RI, tak sedikit pula kebijakannya merugikan negara dan rakyat Indonesia. Di antaranya menjual sejumlah aset negara, termasuk BUMN. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/43JfdcclPN
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Privatisasi juga dilakukan terhadap saham-saham perusahaan yang diambil alih pemerintah sebagai kompensasi pengembalian kredit BLBI dengan nilai penjualan hanya sekitar 20% dari total nilai BLBI. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/vlSdz8rxx2
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Bahkan, BUMN sehat seperti PT Indosat, PT Aneka Tambang, dan PT Timah pun ikut diprivatisasi. Selama tiga tahun pemerintahan ini terjadi privatisasi BUMN. #PemiluCurangItuKejahatan
Hara Syifa @harasyifaaa
dengan nilai Rp3,5 triliun pada 2001; Rp7,7 triliun pada 2002; dan Rp7,3 triliun pada 2003, dengan total sebanyak Rp18,5 triliun. #PemiluCurangItuKejahatan
Hara Syifa @harasyifaaa
Tak hanya itu, Megawati juga menjual gas alam cair ke Tiongkok pada tahun 2002 dengan harga sangat murah, yakni hanya US$ 2,4 per mmbtu. Harga tersebut cuma dipatok 5% dari harga minyak. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/eDvkZmftE5
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Jadi, kalau harga minyak Rp3.000, maka saat itu dijual hanya Rp150 saja. Dan perjanjiannya berdurasi 25 tahun dengan harga tetap (FLAT). #PemiluCurangItuKejahatan
Hara Syifa @harasyifaaa
Anehnya, Presiden China Xi Jinping menyatakan Megawati lah yang minta harga murah untuk gas alam dalam kontrak LNG Tangguh. Begitulah kebijakan ketua umum PDIP itu, demi mengambil hati pemerintah Tiongkok. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/M7nHuSRFH5
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
ia menjual gas negeri ini dengan harga seperdelapan dari harga dunia sekarang. Saat PDIP kembali berkuasa, arah kebijakan negeri ini kembali condong ke China. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/tdDoQx3AAm
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Utang luar negeri dari Tiongkok meningkat pesat sejak Joko Widodo memegang kendali pemerintahan. Berdasarkan data Bank Indonesia, utang Indonesia ke China meroket hingga 74 persen pada 2015. #PemiluCurangItuKejahatan
Hara Syifa @harasyifaaa
Pada 2014, total utang RI ke China adalah US$ 7,87 miliar. Angkanya melesat menjadi US$ 13,6 miliar pada 2015. Pada 2016, utang ke China menjadi US$ 15,1 miliar dan kini sudah mencapai US$ 16 miliar pada akhir 2018. #PemiluCurangItuKejahatan
Hara Syifa @harasyifaaa
Imbas dari utang yang jor-joran dari Tiongkok itu, pemerintah diharuskan menggelar karpet merah untuk puluhan bahkan ratusan ribu tenaga kerja dari negara tersebut. #PemiluCurangItuKejahatan
Hara Syifa @harasyifaaa
Itu pulalah sebabnya, pemerintah tanpa rasa malu menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 16 tahun 2016, yang menghapus kewajiban TKA harus bisa berbahasa Indonesia. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/pdL6aU0cFa
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Kemudian dikeluarkan pula Permen nomor 35 tahun 2015 yang menghilangkan rasio 1 banding 10. Artinya perbandingan 1 TKA dan 10 tenaga kerja dalam negeri untuk transfer ilmu dan teknologi, tidak lagi diwajibkan. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/sqBu9tJUcS
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Puncaknya adalah ketika Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden nomor 20 tahun 2018 yang memudahkan TKA masuk dan bekerja di Indonesia. Sungguh luar biasa, seorang presiden, pemimpin 260 juta rakyat yang sebagian besar masih kesulitan mencari pekerjaan. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/J4SpWI0DFQ
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
turun tangan langsung untuk menandatangani kemudahan bagi orang asing untuk mengambil-alih lapangan kerja. Inilah akibatnya jika PDIP dibiarkan berkuasa. Slogan boleh partai wong cilik, tapi hobi mencekik rakyat kecil. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/EToKcxa0x8
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Subsidi banyak yang dicabut, rakyat tak pula diberi insentif berupa bantuan langsung untuk menjaga daya beli. Sementara orang asing dibiarkan merajalela di negeri ini. #PemiluCurangItuKejahatan pic.twitter.com/6OjvtRm6g4
Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
Diberi gaji yang tinggi, tiga kali lipat dibanding pribumi. Usai Pemilu 2019 ini, PDIP kemungkinan besar akan berkuasa lagi. Sebagai rakyat kita harus tetap mengontrol mereka. Sebab jika dibiarkan seenaknya, bangsa Indonesia bisa hancur binasa. #PemiluCurangItuKejahatan

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.