Harumnya Uang di Atas Aspal Mengundang Datang Pemain Baru

Bisnis di atas aspal yang “tersambung” dengan gawai (gadget) ternyata bukan bisnis jalanan biasa. Pada awal April 2019 lalu saja, valuasi Gojek sudah mencapai US$ 10 milar atau kurang-lebih Rp 141 triliun, seperti diungkap laporan lembaga riset CB Insights dalam “The Global Unicorn Club”.
Korupsi antikorupsi kolusi nepotisme lawankorupsi suap gratifikasi
0
Nisa Kurnia @NisaKurnia20
Harumnya Uang di Atas Aspal Mengundang Datang Pemain Baru bit.ly/2Pwpjci pic.twitter.com/tDH0WKV67w
Expand pic

Koran Sulindo – Bisnis di atas aspal yang “tersambung” dengan gawai (gadget) ternyata bukan bisnis jalanan biasa. Pada awal April 2019 lalu saja, valuasi Gojek sudah mencapai US$ 10 milar atau kurang-lebih Rp 141 triliun, seperti diungkap laporan lembaga riset CB Insights dalam “The Global Unicorn Club”.

Itu artinya perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim tersebut telah berhak menyandang gelar decacorn. Dalam skala dunia, Gojek menduduki peringkat ke-19.

Pesaingnya, Grab, malah telah lebih dulu berada di kasta decacorn. Grab menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara. Valuasi Grab telah tembus US$ 11 miliar.

Akan halnya valuasi terbesar di dunia dalam perusahaan transportasi online dipegang Uber. Valuasinya US$ 72 miliar. Namun, di Indonesia, Uber tak mampu untuk terus “mengaspal” karena kalah bersaing dengan Gojek dan Grab.

Baca Selengkapnya : https://bit.ly/2Pwpjci

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.