0
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
1 Lima Alasan Mengapa Jokowi Sudah Pasti Kalah* Oleh : Hersubeno Arief Sumber : bit.ly/2Uzgxvf Hingga hari ini kubu Jokowi dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih mencoba meyakinkan rakyat, Jokowi menang. Upaya ini seperti menegakkan benang basah.
URL Hersubeno Arief's Corner 5916 Lima Alasan Mengapa Jokowi Sudah Pasti Kalah | Hersubeno Arief's Corner Apa saja alasannya sehingga publikasi massif quick count manipulasi dan intimidasi pikiran ( mind games ) publik melalui aplikasi Situng KPU, tak ada gunanya.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
2 Publik sudah paham, menyaksikan sendiri, dan yang paling penting sangat meyakini Prabowo menang. Secara _de facto_ Indonesia sudah mempunyai presiden baru. Tinggal menunggu secara _de jure
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
3 Apa saja alasannya sehingga publikasi massif _quick count_ manipulasi dan intimidasi pikiran ( _mind games_ ) publik melalui aplikasi Situng KPU, tak ada gunanya.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
4 Pertama_*, kalau sudah menang mengapa harus curang? Alasan ini tidak bisa dibantah dengan dalih apapun. Kecurangan rekapitulasi dengan modus menggelembungkan suara Jokowi dan mengempiskan suara Prabowo ini terjadi sangat massif. Levelnya sudah tidak masuk akal.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
5 Dalam satu TPS suara pemilih maksimal hanya 300 orang. Namun kita menyaksikan ada satu TPS di Bali jumlah pemilih Jokowi lebih dari 1.000 orang. Banyak juga rekap data pemilih menunjukkan Jokowi menang melebih jumlah total suara pemilih, baik yang sah maupun tidak sah.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
6 Meminjam istilah Rocky Gerung, hanya orang dungu yang percaya dengan kecurangan yang dungu semacam itu. Kecurangan semacam ini tidak perlu terjadi, jika Jokowi benar menang. Hanya akan mencoreng kemenangan Jokowi, dan memberi peluang Prabowo menggugat
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
7 Hanya ada satu alasan mengapa mereka melakukan kecurangan. Jokowi kalah. Jadi agar bisa menang dengan perolehan suara 54 persen seperti dikatakan sejumlah lembaga survei, agar bisa sesuai dengan Situng KPU, kecurangan lah jawabannya.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
8*_Kedua_*, dari sisi teritorial banyak provinsi yang semula dikuasai Jokowi, pada pilpres kali ini jatuh ke tangan Prabowo. Pada Pilpres 2014 Jokowi menang di 24 provinsi. Sementara pada Pilpres 2019 dia hanya berhasil menang maksimal di 16 provinsi.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
9 Pada Pilpres 2014 Jokowi menang di Sumut, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Bali, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulut, Sulteng, Sulsel, Sultra, Sulbar, Maluku, Papua, Papua Barat plus Luar negeri.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
11 Jkw bisa tetap menang dg syarat mperoleh suara di atas 70% utk Jateng &Jatim.DiJateng itu bisa dilakukan Mrk bisa kontrol sepenuhny. Di Kab Boyolali, saksi Paslon 02 diintimidasi,tdk mendapat suara sama sekali.Di Jatim itu tidak mungkin dilakukan,Apalagi di Madura.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
12 *_Ketiga_* perolehan Jokowi pada Pilpres 2014 hanya 53.15 persen. Angka itu diperoleh saat Jokowi sangat populer & banyak orang yg menggadang2 nya akan menjadi Ratu Adil. Sebaliknya Prabowo saat itu tidak populer. Citranya buruk krn dirusak dg berbagai kampanye hitam.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
13 Kini posisinya terbalik. Jokowi ditolak dimana-mana, kampanyenya selalu sepi dan terpaksa melakukan mobilisasi besar-besaran. Mereka hanya mau datang bila dibayar.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
14 Sebaliknya Prabowo menjadi figur yang diharapkan dapat mengubah Indonesia.Kampanyenya meledak dimana2. Banyak yg Ikhlas menyumbangkan uangnya untuk kampanye Prabowo.Dibandingkan dg Jokowi pd Pilpres 2014, antusiasme warga mendukung Prabowo pd pilpres 2919 jauh lebih gempita
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
15 Bagaimana mungkin perolehan suara Jokowi bisa lebih tinggi dibandingkan dengan Pilpres 2014. Sangat bertentangan dengan akal sehat dan nalar publik.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
16 Sebagai produk, Jokowi adalah produk gagal, “barang _reject._” Jadi tidak mungkin perolehan angkanya melebihi Pilpres 2014. Pasti ada yang salah. Ini penghinaan terhadap akal sehat
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
17 Sebagai bukti Jokowi adalah “barang _reject,_” dia kalah telak di 8 dari 9 TPS di Kompleks Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Jakarta Timur. Ini adalah bukti telak yang tidak bisa dibantah. Keluarga pasukan paling dekat dan paling dipercaya Jokowi saja, emoh dengannya.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
18 *_Keempat_* bila sudah menang mengapa Jokowi sangat ingin bertemu dengan Prabowo. Mengapa Luhut menggunakan berbagai cara untuk bisa bertemu Prabowo?
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
19 Seharusnya Jokowi bersabar, menikmati kemenangan. Tunggu sampai tanggal 22 Mei setelah KPU menyelesaikan rekapitulasi manual. Setelah itu sebagai pemenang dia tinggal mengundang Prabowo. Tidak perlu memohon-mohon, memuji-muji Prabowo seperti yang dilakukan oleh Luhut.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
10 Pada Pilpres 2019 Prabowo berhasil merebut Sumut, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Kalbar, Sulsel, Sultra, dan Maluku.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
20 *_Kelima_* sampai saat ini belum ada satupun kepala negara/kepala pemerintahan mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi. Hal ini sangat berbeda dengan Pilpres 2014, saat itu sejumlah kepala negara langsung menghubungi Jokowi dan memberi ucapan selamat.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
21 Soal ucapan selamat kpd Jkw ini sempat muncul upaya disinformasi melalui media. Salah satunya dilakukan oleh detik.com.Pd hari Kamis (18 /4) 16:47 WIB detik.com memuat judul : Sudah 21 Kepala Negara Ucap Selamat ke Jkw, Erdogan Juga akan Telepon.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
22 Dalam berita itu dikutip seakan Jokowi sudah mendapat ucapan selamat atas kemenangannya. Wartawan detik.com bahkan melaporkan mereka menyaksikan dan mendengar sendiri ketika Jokowi menerima telefon dari PM Singapura Lee Hsien Loong.
#2019gantiPresiden @kospirasiglobal
23 “Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. _”Yes, ninety nine percent yes PM Lee,”_ kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei,” tulis detik.com.
Load Remaining (12)
Login and hide ads.