0
JamanEdan @JamanSulit
KPU berani ambil risiko besar. Mrk tdk takut akibat manipulasi perolehan suara paslonpres 02. Dgn enteng mrk jwb ‘salah ketik’. Human error. Boleh dikatakan mrk tak perduli teriakan2 keras publik trhdp input angka2 yg merugikan PS & menguntungkan Jkw. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Nah, mengapa KPU begitu berani? Apa yang membuat mereka berani melakukan kecurangan secara terang-terangan? Siapakah yang sangat gigih dan bersikeras agar Jokowi dinyatakan menang meskipun dengan cara yang curang? #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Kekuatan macam apa yang berada di belakang Jokowi sehingga berbagai instansi negara siap menjalankan perintah-perintah yang bertentangan dengan aturan hukum dan etika politik demi kemenangan dia? #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Pertanyaan-pertanyaan ini sebelumnya tak pernah terlintas. Tapi, lama kelamaan muncul juga. Ada sesuatu yang terasa luar biasa dalam kontestasi pilpres 2019 ini, yang membuat deretan pertanyaan itu akhirnya mengemuka. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Tetapi, belum lagi sempat menjawab pertanyaan yang berderet-deret itu, muncul pertanyaan lain. Apakah Jokowi ‘one man show’? #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Mungkinkah dengan latar-belakang karir politiknya yang ‘pas-pasan’ itu (mohon maaf), Jokowi mampu membangun dirinya menjadi presiden yang ‘ditakuti’ semua orang? Sehingga semua titah dia tentang ‘aku harus dua periode’ menjadi wajib direalisasikan? #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Kelihatannya, teori Jkw ‘being feared of’ (ditakuti) sulit masuk akal. Tanpa mengurangi rasa hormat kpd beliau, kecil kemungkinan Jkw ditakuti oleh semua org. Dia tdk memiliki keistimewaan historis yg membuat semua org mnjd gemetar mendengar dia bicara. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Apalagi pada era sekarang ini. Era yang menggunakan literasi sebagai indikator kompetensi dan profisiensi. Sangat tidak mungkin Jokowi menjadi presiden yang ‘ditakuti’. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Karena itu, kita akan memunculkan pertanyaan berikutnya: ada apa, sebenarnya? Mengapa begitu kuat upaya untuk mencurangi hasil pilpres 2019 ini? Siapakah yang sangat berkepentingan dengan Jokowi dua periode? #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Mari kita identifikasi. Bahwa ada beberapa pihak yang sangat ingin agar dia melanjutkan jabatan presiden lima tahun lagi. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Pertama, Jokowi adalah tumpuan harapan para konglomerat pengisap kekayaan rakyat, termasuk --dan terutama-- para konglomerat hitam. Yaitu, para konglomerat rakus yang menjalankan bisnis secara sewenang-wenang di bawah perlindungan orang-orang kuat. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Diperkirakan, mereka ini akan ‘terkencing-kencing’ kalau Prabowo yang menjadi presiden. Bagi mereka, Jokowi harus dua periode. Karena mantan walikota Solo itu bisa dikendalikan. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Kedua, RRC ikut dalam barisan yang habis-habis menudukung “wajib dua periode” itu. RRC memiliki mimpi indah untuk ‘menduduki’ Indonesia, baik itu dalam arti pendudukan fisik maupun dalam arti hegemoni ekonomi. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Yang sangat jelas adalah, Beijing menyimpulkan bahwa ambisi global mereka melalui ‘jalur sutra gaya baru’ (Belt Road Initiative, BRI) hanya mungkin terwujud jika Jokowi duduk lagi sebagai presiden. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Bagi RRC, Indonesia adalah mata rantai yang sangat penting (krusial) dalam upaya mereka untuk menyukseskan BRI. Sebab, Indonesia adalah pasar dan lahan yang paling empuk untuk dijadikan ‘koloni’ RRC atas nama BRI itu. colek @msaid_didu #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Dalam beberapa tahun ini, Beijing sengaja mendekap Indonesia dengan pinjaman investasi untuk berbagai proyek infrastruktur. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Tujuan investasi itu tidak lain adalah memikat negara ini untuk masuk ke perangkap utang. Sekarang, Indonesia sudah hampir sempurna masuk ke perangkap utang RRC. Tetapi, insyaAllah, masih bisa diselamatkan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Kalau kemenangan Prabowo tidak dirampas, maka RBI itu akan terhenti total. Ambisi hegemoni ekonomi China menjadi ‘aborted’ (gagal). Jadi, inilah teori kedua tentang ‘Jokowi wajib menang’. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Ketiga, ada segelintir elit yang mengkampanyekan bahwa Presiden Prabowo akan mendirikan negara khilafah. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Tudingan ini sama sekali tidak memiliki dasar historis dan empiris. Catatan sejarah prakemerdekaan, masa-masa kemerdekaan, dan pascakemerdekaan menunjukkan bahwa umat Islam tidak pernah menjadi komponen yang egosentris, apalagi ‘selfish’. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Sebaliknya, kaum musliminlah yang selalu dijadikan antagonis (musuh) oleh penguasa dzolim. Ini catatan sejarah. Sampai hari ini. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Begitulah keculasan para elit jahat yg slm hidupnya bermental korup dan berwatak brutal. Mereka terus-menerus ingin mendiskreditkan umat Islam demi kenikmatan diri mereka. Mereka ceramahkan kpd kelompok2 minoritas bhw Prabowo akan mendirikan khilafah. #JanganCurangiSuaraRakyat
JamanEdan @JamanSulit
Kalangan minoritas pun merasa takut. Para elit yang 5-6 orang itu memanfaatkan ketakutan ini. Padahal, semua orang paham reputasi Pak Prabowo sebagai prajurit TNI yang menjadikan NKRI dan kebinekaan sebagai harga mati. #JanganCurangiSuaraRakyat
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.