0

Mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia Letnan Jenderal (purn) Johannes Suryo Prabowo mengunggah video yang berisi surat suara pemilu 2019 di bakar di sebuah wilayah di Papua. Aksi pembakaran surat suara itu dinilai sadis dan brutal. Video itu diunggah di akun Twitter JS Prabowo, @berteman_mari.

tengkuzulkarnain @ustadtengkuzul
Check out @berteman_mari’s Tweet: twitter.com/berteman_mari/…. Ngerinya melihat Surat Suara Dibakar Terang Terangan Begini... Polisi Usut Dong Video Ini... Jika tdk benar Klarifikasi biar tdk jadi fitnah Jika benar tangkap orang orangnya...
Pink Fairy @f4iryP1nk
Mohon dicek sebenar-benarnya ya @bawaslu_RI dan @KPU_ID jangan lupa diberitakan kembali kepada masyarakat .. bila terbukti oknum-oknum yang terlibat walau pejabat sekalipun harus ditindak #UsutKecuranganInputDataKPU m.detik.com/news/berita/45…
makLambeTurah#Paling Cakep🥰 @makLambeTurah
@ustadtengkuzul @berteman_mari Pemilu di Distrik Tingginambut dilakukan dengan sistem noken. Sehingga suara masyarakat diwakilkan oleh kepala suku setempat. & Pembakaran itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dokumen sisa Pemilu. Paham tad!
SUARASOSMED @suarasosmed
@ustadtengkuzul @berteman_mari Yang Buat Video Dong Yang Klarifikasi.. - Dia Kan Yang Tahu Pasti Posisi Disana.. Jangan Dijadikan Rancu,, Atau Memang Itu Maksud Dari Videonya ( Biar Rancu )
tengkuzulkarnain @ustadtengkuzul
@suarasosmed @berteman_mari itu tugas polisi. saya menyebarkan biar sampai ke mata telinga penegak hukum...
tengkuzulkarnain @ustadtengkuzul
@DavitKu73991834 @suarasosmed @berteman_mari ini salah satu bentuk laporan dari masyarakat. Itu kejadian delik umum. tdk ada yg ngadu pun Polisi wajib mengusut. kamu tdk usah komentar sinis jika tdk paham. dibayar berapa sih meributi akun saya?
موجوع قلبى @elfaqircholiz1
@ustadtengkuzul @DavitKu73991834 @suarasosmed @berteman_mari Info dare masyarakat mungkin benar.Tapi kalo yg nginfoin ustadz, udah pada kaga percaya. La wong banyak info dre ente yg berujung hoax..

Hasil penyelidikan dilakukan polisi kotak dan surat suara dibakar itu merupakan dokumen Pemilu tak terpakai.

"Dokumen yang dibakar oleh masyarakat di depan kantor Distrik Tingginambut adalah sisa dokumen-dokumen Pemilu yang sudah tidak butuhkan lagi dan sudah dibuatkan Berita Acara Pemusnahannya," kata Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin Siregar dalam keterangannya kepada merdeka.com, Rabu (24/4).

Pembakaran ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dokumen sisa Pemilu. Menurut Martuani, pemungutan suara di Distrik Tingginambut dilakukan pada Rabu (17/4) lalu dengan aman dan sudah ada hasilnya.

Dia menjelaskan, Pemilu di Distrik Tingginambut dilakukan dengan sistem noken. Sehingga suara masyarakat diwakilkan oleh kepala suku setempat.

"Masyarakat memang tidak melaksanakan hak politiknya karena Pemilu dilaksanakan dengan sistem noken," ujar dia.

Mantan Kadiv Propam Polri ini menambahkan, semua dokumen hasil Pemilu 17 April lalu saat ini berada di kantor KPU Mulia Puncak Jaya. Dokumen itu adalah dokumen pleno, formulir C 1 KWK, rekapitulasi perhitungan suara dan berita acara-acara perhitungan suara tingkat distrik.

Menurut dia, video ini dibuat dan diviralkan untuk membuat isu di Tingginambut tidak ada Pemilu karena tidak aman. Sekaligus untuk mendiskreditkan KPU sebagai penyelenggara Pemilu yang independen.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua mengecek kebenaran informasi video pembakaran kotak dan surat suara yang diduga terjadi di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya yang viral di media sosial.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Provinsi Papua Amandus Sitomorang mengatakan, informasi video tersebut sudah diterima dalam grup WhatsApp (WA) Bawaslu dan sedang dilakukan pengecekan ke Bawaslu Kabupaten Puncak Jaya.

"Baru terima, kami sudah cek Bawaslu Puncak Jaya dan mereka sampaikan baru juga tahu," kata Amandus, Rabu (24/4).

Menurut dia, Bawaslu Provinsi Papua telah memerintahkan jajaranya di untuk melakukan investigasi terkait video yang menjadi viral tersebut.

"Yah, investigasi. Ini merupakan langkah yang kami ambil," ujarnya.

Dalam video yang berdurasi kurang lebih 5 menit 7 detik itu, terlihat tumpukan surat dan kota suara yang sedang terbakar dan diduga sebagai logistik Pemilu 2019.

Selain itu, terlihat juga seorang ibu dan anak yang sedang membuang sejumlah surat suara ke arah tumpukan tersebut.

Ada juga suara dari orang yang merekam video tersebut dan menyebutkan bahwa "Selamat siang. Inilah tempat pembakaran kotak suara maupun surat suara di Distrik Tingginambut. Masyarakat melakukan pembakaran, tolong teman-teman viralkan di media sosial."

URL merdeka.com 45 Pembakaran Kotak dan Surat Suara di Puncak Jaya Hasil Pemilu Sistem Noken | merdeka.com Pemungutan suara di Distrik Tingginambut dilakukan pada Rabu (17/4) lalu dengan aman dan sudah ada hasilnya.
KawalUangRakyat 🇲🇨 @IndoPluralitas
Beredar video viral di media sosial pembakaran kotak dan surat suara diduga terjadi di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Hasil penyelidikan dilakukan polisi kotak dan surat suara dibakar itu merupakan dokumen Pemilu tak terpakai. #Kubu02RAJAHOAX pic.twitter.com/KJ5QqhpUp5
Expand pic
Expand pic
KawalUangRakyat 🇲🇨 @IndoPluralitas
Pembakaran ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dokumen sisa Pemilu. Menurut Martuani, pemungutan suara di Distrik Tingginambut dilakukan pada Rabu (17/4) lalu dengan aman dan sudah ada hasilnya. #KampretRAJAHOAX m.merdeka.com/peristiwa/pemb…
Sushi 99.1 FM Padang @radiosushifm
Pihak Kepolisian beserta KPU mengklarifikasi video pembakaran surat suara DI Puncak Jaya Papua yg sempat membuat "gaduh" di medsos,dan mengatakan surat suara itu memang sdh tidak digunakan lagi dan memastikan dokumen penting tentang Pemilu 2019 sudah diamankan. #SEKAPURTULIS pic.twitter.com/gQ0cNw4yBA
Expand pic
John Nelwan @John_Nelwan
@IndoPluralitas Lhi pula sudah diatur dlm UU, utk warga Papua yg tinggal di wilayah pegunungan pencobolosan dan penghitungan suara dgn sistim NOKEN. Kotak dan surat suara gal dipake, makanya dibakar semuanya...😊👍 twitter.com/indopluralitas…
Mr Governoor @MGovernoor
@fadlizon Bodoh. Semua yg komentar tapi tdk tau apapun ttg sistem noken yg digunakan di sana, harap jgn berkomentar sok tau. pic.twitter.com/wcBJNrBLWD
Prof. Yusuf L. Henuk @ProfYLH
LETJEN @berteman_mari, terbukti maaf kau GOBLOK, karena kertas suara Pemilu dibakar di Puncak Jaya bukan kecurangan karena merupakan sisa pencoblosan sistem noken (m.detik.com/news/berita/d-…). Jangan terus tunjukan kebodohan soalnya pasti malu,karena rakyat sudah tak mudah dibodohi twitter.com/berteman_mari/…
Alif Abdul Dhohir Lubis @aku_wong_LDII
@ProfYLH @berteman_mari Udah dihapus kayaknya twitnya, ketakutan juga ternyata, hihi
RastaMan @RastaMa88899271
@ProfYLH @Mmahalik2 @berteman_mari Dan ajaibnya twit si jenderal goblok @berteman_mari soal pembakaran surat suara di papua ini sudah menghilang dari TimeLinenya..mohon pak @CCICPolri @BareskrimPolri @DivHumas_Polri untuk terus pepet ini jenderal halu..tangkap segera!!!
Francs El PE @el_francs
@ProfYLH @berteman_mari Pembuat Video..sedang d BURU POLISI SETEMPAT..!! pic.twitter.com/jeQLf55eM6
Expand pic
Expand pic
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.