0
JamanEdan @JamanSulit
Salah satu pertanyaan kunci yang tidak bisa dijawab oleh kubu 01 adalah: kalau Jokowi diperkirakan oleh belasan penyelenggara survey akan menang, mengapa harus sibuk melakukan berbagai tindakan yang sangat pantas diduga untuk tujuan curang? #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Yaitu, mencurangi perolehan suara Prabowo? Pertanyaan ini berseliweran di medsos. Pertanyaan yang sangat valid dan perlu dijawab. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Sblm kita jawab, kita lihat dulu bhw di dlm pilpres 2019 ini ada 3 tahap kecurangan. 1, kecurangan dlm kampanye (campaign period). 2, kecurangan pd wkt penyelenggaraan pemungutan suara (election day). 3, kecurangan dlm penghitungan suara (vote counting) #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
1, kecurangan dalam kampanye (campaign period) adalah penyaalahgunaan kekuasaan oleh Jokowi dalam memobilisasi massa. Baik ketika berlangsung silaturahmi (prakampanye), maupun pada masa kampanye terbuka. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Termasuk yang disebut curang adalah pengerahan hampir semua instansi dan lembaga negara untuk memenangkan Jokowi. Seperti misalnya pengerahan kepolisian, kementerian dalam negeri, kementerian BUMN, dlsb. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Selain itu, kecurangan dalam kampanye termasuk juga mengerahkan para guru, pegawai negeri, dan pegawai BUMN untuk menghadiri kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Patut diduga, penyalahguaan kekuasaan dilakukan secara masif ketika dlm setahun belakangan ini BPN (Badan Pertanahan Nasional) diperintahkan menerbitkan sertifikat tanah gratis dlm jumlaah jutaan persil. Jkw sendiri yg membagi-bagikannya kpd masyarakat. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Tidakkah ini bisa disebut sebagai bagian dari upaya untuk memberikan keuntungan politik bagi Jokowi? #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Hampir mirip, dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang berindikasi kampanye adalah penyerahan dokumen listrik gratis kepada sejumlah warga. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
2, kecurangan pd wkt penyelenggaraan pemilu (election day) trmasuk antaralain adlh coblos illegal diluar negeri (ratusan rb lembar diMalaysia); saksi dr capres 02 tak dibolehkan masuk. Kemudian, byk kasus kertas suara habis, wkt mencoblos sdh lwt, dlsb. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Terus, ada ‘serangan fajar’ atau tebar duit (ingat kasus 1 jt amplop) plus laporan masyarakat bhw sehari-dua hari sblm 17 April mrk melihat ‘satuan khusus’ yg bergerak membagi2kan bingkisan yg diduga berat berupa uang tunai kpd kelompok warga tertentu. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Lantas, ada KPPS yang memihak; KPPS yang mencoblos sendiri surat suara dan memasukkannya ke kotak suara, dll. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
3, kecurangan dlm penghitungan suara (vote counting) terbagi dua: (a)kecurangan eksternal KPU, & (b)kecurangan internal KPU. Kecurangan eksternal termasuklah ‘quick count’ (hitungan cepat, QC) yg diselenggarakan oleh stasiun2 televisi pro-Jkw yg sht diragukan keakuratannya
JamanEdan @JamanSulit
malah sarat dengan tujuan penggiringan opini. QC ini berbasis angka-angka ‘settingan’ yang diproduksi oleh sekian banyak lembaga survey bayaran. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Sedangkan kecurangan internal KPU sudah sangat jelas terekam oleh masyarakat dalam 6-7 hari ini. Ada yang disebut salah input (salah ketik, ‘human error’) dengan kesalahan yang fastastik. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Misalnya, suara untuk 01 seharusnya 46 dan untuk 02 seharusnya 141, bisa salah ketika menjadi 146 untuk 01 dan 23 untuk 02. Salah ketik seperti ini tertangkap berkali-kali. Berulang, dan berulang lagi. Selalu salah ketik yang merugikan suara 02. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Kecurangan internal KPU lainnya termasuk rekap kecamatan yang dilakukan secara tertutup. Wakil tertentu dilarang masuk. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Ada lagi kasus kotak suara yang dibawa oleh sejumlah orang, kemudian disimpan di sebuah gudang perusahaan (terjadi di Percut, tak jauh dari Medan). Kemudian, ada orang-orang yang mencoba ‘menggelapkan’ formulir C-1. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Tidak ada dugaan lain terhadap kecurangan ini kecuali bertujuan untuk mencuri suara Prabowo. Sebab, sejauh ini tidak ada orang 02 yang mencoba mencuri C-1. #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Kecurangan tahap ketiga ini sgt krusial sekaligus sgt berbahaya. Krusial, krn sejauh ini kecurangan itu, tak terbantahkan, bertujuan untuk membalik kemenangan Prabowo menjadi kekalahan. Berbahaya, karena kecurangan ini pasti akan menimbulkan protes keras dari pihak yg dicurangi.
JamanEdan @JamanSulit
Nah, skrg mari kita kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini: utk apa melakukan kecurangan kalau sdh yakin menang? Mengapa kasak-kusuk dgn ‘salah ketik’ di KPU, berburu C-1, atau menyimpan kotak suara di tempat yg bkn berada di bawah kekuasaan KPU? #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Memang sangat kontradiktif. Tak masuk akal! Tak masuk akal orang yg digadang-gadang akan menang tetapi tertangkap melakukan tindakan-tindakan yang patut diduga untuk tujuan mencurangi perolehan suara Prabowo. Mengapa harus curang? Ayo silakan dijawab! #RealCountKPUdimiripkanQC
JamanEdan @JamanSulit
Bagi saya, jawabannya singkat saja: karena capres 02 menang telak sesuai pernyataan yang disampaikan oleh Prabowo Subianto sehari setelah pilpres. #RealCountKPUdimiripkanQC
Load Remaining (3)
Login and hide ads.