Demokrasi Era Jokowi terlalu BARBAR, Apa seperti Ini Bisa dikatakan Demokrasi ??

Hitung dan kaji ulang, apa yang telah dijanjikan dan apa yang belum ditunaikan. Mari bijak berdemokrasi tanpa mengoyak kebhinekaan.
0
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Tuan dan Puan yang terhormat. Apakah ini demokrasi yang hendak kita bangun? Demokrasi penuh caci-maki yang dapat berujung disintegrasi. Segitukah harga kursi yang hendak diperebutkan? #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/VU4snJZdDl
Expand pic
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Mau tidak mau, percaya atau tidak, tapi kenyataannya Pemilu 2019 kali ini dapat dikatakan pemilu yang sangat bobrok. Pemilu yang sedari awal diprediksi bakal dapat menimbulkan perpecahan. #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/2Yy9mTvDCw
Expand pic
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Namun, sikap acuh dan ketidak pedulian kita mengantarkan pada kenyataan hari ini. #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/xAjmxlE8cx
Expand pic
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Tuan dan Puan mungkin tahu ada gerakan untuk memboikot nasi Padang dan mie Aceh. Ihwal dari gerakan ini berangkat dari kekecewaan dimana salah satu paslon yang kalah telak di daerah ini. #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/aFhfWjCN2p
Expand pic
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Terlepas dari ini guyonan atau tidak, tapi percayalah narasi yang Anda bangun tersebut mengoyak demokrasi yang telah kita bangun. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Sekedar menyegarkan memori kita, rakyat Aceh adalah pejuang yang tangguh. Ia tahu untuk apa dan siapa dia berjuang. Aceh adalah satu-satunya daerah yang tidak bisa ditaklukkan Belanda. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Di awal kemerdekaan republik ini, rakyat Aceh patungan dengan cara mengumpulkan emas-emas mereka untuk membeli pesawat. Ada dua pesawat yang berhasil dibeli dari dana patungan tersebut, dan pesawat ini perannya amat vital bagi perjuangan Indonesia. #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/AXVt1LqWK7
Expand pic
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Selain pesawat, Aceh juga membeli sebuah kapal laut dengan kode PPB 58 LB. Kapal ini pada masanya sangat besar pengaruhnya bagi bangsa, terutama perannya dalam mendistribusikan senjata-senjata. #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/9WL8xxaMtj
Expand pic
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Begitu juga dengan emas Monas yang didonasikan oleh rakyat Aceh sebagai lambang kedigdayaan bangsa Indonesia. #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/Hc4o05Xey8
Expand pic
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Ada Aceh ada juga Sumatera Barat yang lekat dikenal sebagai ‘urang Minang’. Dengan segala keunikan tradisinya, Sumatera Barat adalah salah satu pencetak orang-orang hebat di republik ini. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Mungkin ada yang risih mendengar nama Tan Malaka, tapi jauh sebelum Soekarno menggagas republik ini, Tan Malaka telah mendobrak semangat patriotisme pejuang Indonesia dengan tulisannya ‘Naar de Republiek’ atau Menuju Republik Indonesia pada tahun 1925 #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/4B6q2Eiy5U
Expand pic
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Selain itu, ada juga nama Mohammad Hatta yang menjadi wakil presiden RI pertama kali. Dengan pemikirannya, Hatta menjadikan semangat gotong royong sebagai pondasi ekonomi kerakyatan melalui gerakan koperasi. Berganti kepemimpinan, berganti zaman. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Tapi pemikiran Hatta tentang ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan semangat gotong royong sampai hari ini masih bisa kita nikmati. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Itu baru secuil. Masih ada lagi segudang yang hendak disebutkan namanya tanpa bermaksud merendahkan perjuangan pahlawan-pahlawan kemerdekaan dari daerah lainnya. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Tapi satu hal yang harus diingat, dua daerah ini pernah menjadi simbol perjuangan yang menolak maupun mendukung penuh pemimpin bangsa ini. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Pertama Aceh pernah ingin lepas dari NKRI dikarenakan kekecewaan terhadap Soekarno yang dianggap tidak menepati janji untuk memberikan hak mengatur rumah tangga rakyat Aceh secara mandiri. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Kedua, rakyat Sumatera Barat juga pernah dianggap pemerintah pusat sebagai ‘pemberontak’. Tapi bukan itu inti sebenarnya, gerakan PRRI yang di proklamirkan pada 15 Februari 1958 #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/Ce866Yjceg
Expand pic
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
diikuti juga oleh Permesta di Sulawesi, merupakan sikap dan kritik rakyat kepada pemimpin yang tidak menunaikan janjinya dengan benar. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Dimana saat itu janji Soekarno yang hendak melakukan pemerataan ekonomi malah hanya terpusat di pulau Jawa saja. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Terlepas dari dua kekecewaan di atas, rakyat Aceh dan Sumbar juga pernah mendukung penuh pemerintah yang berkuasa. Hal itu terbukti dari persentase perolehan suara yang didapatkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2009. #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/zkKU24OH6G
Expand pic
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Dimana SBY mendapatkan dukungan sebesar 93,25% dari rakyat Aceh dan 79,93% dari masyarakat Sumatera Barat. Diasumsikan, dari satu periode pemerintahan SBY (2004-2009) rakyat sangat merasakan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat bawah. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Jika SBY mampu mendulang suara di dua daerah ini dengan gemilang, cukup pemerintah hari ini mengintrospeksi diri atas apa yang telah diperbuat untuk kesejahteraan rakyat tanpa harus mendiskreditkan atau menjelekkan masyarakat Aceh dan Sumbar. #119FatalityKetuaKPUMundur
Anti Pengkhianat Rakyat @Pengamat_Eksis
Hitung dan kaji ulang, apa yang telah dijanjikan dan apa yang belum ditunaikan. Mari bijak berdemokrasi tanpa mengoyak kebhinekaan. #119FatalityKetuaKPUMundur pic.twitter.com/v904oSV2ZR
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.