0
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
"Sudah lah pak.. Akui saja kemenangan pak Prabowo! Kalimat itu tengah jadi trending topik di media sosial Facebook. Tak hanya satu atau dua orang menuliskan kalimat tersebut.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Hampir semua pengguna menulisakan kalimat pengakuan kemenangan capres 02 di linimasa akun facebook mereka. Terlebih orang Padang. Yang beberapa hari ini jadi perbincangan hangat bagi netizen soal pemboikotan warung nasi padang oleh Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Katanya sih karena suara Jokowi kalah telak di kota Bingkuang tersebut. Peperangan antar kubu capres petahana Jokowi-Amin dengan capres rivalitas Prabowo- Sandi sudah terasa sejak pemilu 17 April lalu. pic.twitter.com/Fnb22Zjytz
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Terlebih pihak capres 02 yang menjadi korban atas kecurangan penggelembungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). pic.twitter.com/Yzd1bnVSZ3
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Bukan tak berasalan, lembaga pelaksana pemilu tersebut diduga memihak kubu capres Jokowi-Amin dari beberapa rekaman barang bukti seperti video maupun foto yang tengah viral di medsos. pic.twitter.com/NHIXzn0E0s
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Dalam beberapa video memperlihatkan kedekatan antara Jokowi bersama KPU dan bos-bos lembaga survey lainya yang sudah dibayar pihak 01. pic.twitter.com/PqnLstuovm
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Sejak awal masyarakat tanah air sudah tidak yakin atas pencalonan Jokowi untuk kembali mencalonkan diri menjadi Presiden untuk kedua kalinya. pic.twitter.com/VTEgV3hOzP
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Banyak pihak yang menyesalkan karena sangat mungkin jabatan presiden akan digunakan oleh jokowi untuk kepentingan kelompoknya saja. pic.twitter.com/L91Xyr4h8h
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Tak hanya itu. Program-program yang dijanjikan memihak kepada rakyat di pemilu 2014 hingga sekarang belum tampak terealisasi. Semua dianggap omong kosong. Apalagi program yang jadi andalan kubu 01 yaitu kartu sakti. pic.twitter.com/yf97CHUwKk
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Ya, tiga buah kartu sakti untuk rakyat menengah kebawah belum begitu terasa manfaatnya saat kampanye pilpres lalu bersama Ma'aruf Amin.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Padahal, jika langsung disurvei melalui metode Question and Answer (QA), maka masyarakat cenderung memilih capres nomor urut 02 di pemilu lalu. Tetapi, semuanya berbeda disaat kita menyaksikan tayangan hasil cepat dari lembaga survey yang memenangakan paslon 01. pic.twitter.com/FbL9lmsh8n
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Konon, lembaga survey tersebut sudah dibayar oleh kubu 01 untuk mempengaruhi dan meyakinkan pendukung 02 bahwa capres pilihan mereka kalah. pic.twitter.com/dzKqCKsISV
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Rakyat tentu masih ingat dengan kecurangan yg dilakukan salah satu caleg asal Nasdem bernama David Kirana. Anak bos Lion Grup tersebut terbukti berbuat curang dengan sudah tercoblosnya surat suara miliknya & tercoblosnya kartu suara pilpres milik paslon 01 di Selangor, Malaysia. pic.twitter.com/Bdr9Ax27Mz
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Bukan hanya itu, di dalam negeri pun berbagai daerah dilaporkan banyak temuan kecurangan berbagai bentuk, dari hilangnya kertas suara yang sudah dicoblos hingga pembakaran kotak suara diberbagai daerah, seperti di Painan, Sumbar, dan Kota Jambi.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Sehingga tak heran banyak pihak berpendapat, Pemilu 2019 ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah pemilu di Indonesia. Sepanjang 12 kali pemilu, tidak ada yang lebih buruk dari penyelenggaraan kali ini. pic.twitter.com/hPiotWvFIn
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
Selain persoalan administratif hingga kualitas logistik pemilihan, masifnya laporan kecurangan semakin menguatkan argumen bahwa KPU kali ini berkinerja buruk.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.