Pemilu 2019 Terburuk Sepanjang sejarah ?? Cek Fakta Berikut ini

Kalau perlu, petugas teknis yang terbukti curang, harus dihukum secara pidana. Ini demi menjaga demokrasi kita agar tidak semakin porak-poranda.
0
tiaraaunti @tiaraaunti1
Banyak yang tidak sabar menanti hasil akhir perolehan suara pemilihan umum. Pergerakan angka yang begitu “malas” keluar dari sistem jaringan on line KPU, menyebabkan penantian terasa begitu lama dan mencekam. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData pic.twitter.com/LqjO59mmhI
 Expand pic
tiaraaunti @tiaraaunti1
Situasi itu kian diperburuk dengan banyaknya temuan kecurangan yang terjadi. Mulai dari adanya surat suara tercoblos sebelum pemilihan, ada pula oknum yang mencoblos sendiri beberapa surat suara, #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData pic.twitter.com/UocTyCpTyK
 Expand pic
tiaraaunti @tiaraaunti1
hingga salah input suara ke dalam Sistem Penghitungan (Situng) KPU yang terjadi berulang kali, dan anehnya, cenderung hanya merugikan salah satu pasangan calon. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData pic.twitter.com/pZrWghVGUG
 Expand pic
tiaraaunti @tiaraaunti1
Banyak pihak berpendapat, Pemilu 2019 ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah pemilu di Indonesia. Sepanjang 12 kali pemilu, tidak ada yang lebih buruk dari penyelenggaraan kali ini. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData pic.twitter.com/kH8sKyQ1r0
 Expand pic
tiaraaunti @tiaraaunti1
Selain persoalan administratif hingga kualitas logistik pemilihan, masifnya laporan kecurangan semakin menguatkan argumen bahwa KPU kali ini berkinerja buruk. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Setidaknya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, telah melaporkan 1.261 kecurangan pada Pemilu 2019. Jika semua laporan ini nantinya terbukti benar, tentu bisa membahayakan demokrasi. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Sebab, bangsa ini sudah kembali ke titik yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. Ini jelas mengkhawatirkan. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Kita belum lupa dengan massifnya kecurangan pemilu yang tejadi di Malaysia beberapa waktu lalu. Publik dibuat gempar dengan terbongkarnya kecurangan jelang pemungutan suara di Selangor. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Seorang kader Partai Demokrat bernama Brem, menemukan karung-karung berisi surat suara yang sudah dicoblos di dua lokasi berbeda. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData pic.twitter.com/3XASQQhM9s
 Expand pic
tiaraaunti @tiaraaunti1
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kuala Lumpur, Yaza Azzahara, memastikan semua surat suara itu asli dan valid. Bahkan karungnya masih memakai label diplomatik. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Ada sekitar 50 ribu lembar surat suara yang sudah dicoblos untuk kandidat capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin, dan untuk caleg dari Partai Nasdem, Davin Kirana, yang merupakan putra Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana. #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Sayangnya, KPU seakan menutup mata dengan temuan ini. Mereka menyatakan surat suara yang diduga tercoblos di Selangor, sudah dianggap sebagai sampah. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Alasannya, belum bisa dipastikan keasliannya mengingat KPU tidak diberikan akses oleh polisi setempat untuk memeriksa temuan surat suara itu. Kasus ini akhirnya didiamkan begitu saja, meski bukti kecurangan sudah terpapar jelas di hadapan mata. #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Kecurangan yg banyak terjadi di pemilu kali ini, adalah banyaknya data ganda. Misalnya, dalam satu Kartu Keluarga ada banyak sekali anggota keluarga. Kemudian ada ratusan pemilih dengan usia di atas 90 tahun dan 20 ribu pemilih berusia di bawah 17 tahun. #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Namun, yang paling parah adalah petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) mencoblos sendiri kertas suara hingga muncul angka yang fantastis. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData pic.twitter.com/7DFqQ10pqh
 Expand pic
tiaraaunti @tiaraaunti1
Indikasi kecurangan juga terjadi dalam penghitungan suara di website resmi KPU. Berkali2 terjadi kesalahan input yang dilakukan petugas teknis KPU, sehingga jumlah suara yang tertera di Situng, tidak sesuai dengan jumlah sebenarnya yang ada di lembar C1 #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Anehnya, meski KPU mengaku kesalahan itu hanya merupakan human error, tetapi tren kesalahannya selalu konsisten; perolehan suara 02 dikurangi, suara 01 ditambah berkali-kali. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Memang, Hasil input data di server KPU, hanya merupakan informasi awal. Tidak bisa dipakai sebagai pegangan resmi untuk menentukan siapa pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Sebab, sesuai aturan yang menjadi patokan tetap penghitungan manual berjenjang. Namun, tetap saja, kesalahan apalagi yang dilakukan secara sengaja, tidak bisa dibiarkan. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData
tiaraaunti @tiaraaunti1
Kalau perlu, petugas teknis yang terbukti curang, harus dihukum secara pidana. Ini demi menjaga demokrasi kita agar tidak semakin porak-poranda. #KPUJanganSalahInputData #KPUJanganSalahInputData
Login and hide ads.