Mengapa Prabowo Berpikir Konspiratif?

Beberapa jam setelah waktu pencoblosan berakhir pada Rabu pekan lalu, calon Presiden Prabowo Subianto buru-buru mengumumkan klaim kemenangannya. Dasar klaim tersebut adalah hasil penghitungan timnya yang mengklaim suara dari 320 ribu tempat pemungutan suara (TPS), yang menunjukkan ia menang dengan margin yang sangat besar, yaitu 62%.
pilpres2019 KPUJanganCurang PrabowoHalu Prabowo Sandi prabowo
0

Koran Sulindo – Beberapa jam setelah waktu pencoblosan berakhir pada Rabu pekan lalu, calon Presiden Prabowo Subianto buru-buru mengumumkan klaim kemenangannya. Dasar klaim tersebut adalah hasil penghitungan timnya yang mengklaim suara dari 320 ribu tempat pemungutan suara (TPS), yang menunjukkan ia menang dengan margin yang sangat besar, yaitu 62%.

Sehari setelah pencoblosan, didampingi wakilnya Sandiaga Uno, Prabowo kembali menyuarakan klaim kemenangannya. Dasar klaim tersebut adalah data exit poll yang diklaim melibatkan 5000 TPS yang menunjukkan dia dan wakilnya mendapat suara 55,4%. Untuk menyakinkan publik, Prabowo juga mengklaim suaranya dari hasil hitung cepat (quick count ) versinya adalah 52,2%.

Menariknya, klaim kemenangan tersebut bertentangan dengan hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei kredibel. Mereka memprediksi Jokowi-Ma’ruf Amin menang dengan suara sekitar 53-56%, sementara suara Prabowo-Sandiaga Uno diperkirakan ‘hanya’ 44-46%.

Baca Selengkapnya : https://koransulindo.com/mengapa-prabowo-berpikir-konspiratif/

Login and hide ads.