0
Muhajar @Muhajar40598460
Biar kalian yang berpendapat presiden kita di teriakin TUKANG BOHONG atau PRABOWO saat berada di grand indonesia GI !! @prabowo @sandiuno @rockygerung @detikcom @Gerindra @jokowi pic.twitter.com/2E14L0UqdQ
Dumdum @yusuf_dumdum
Kelakuan biadab para siluman kampret! Video dari @KompasTV ini di edit dan disisipi suara seolah olah ada teriakan "tukang bohong" ke Jokowi agar lebih meyakinkan target korban HOAKS! Video ini masif disebar di grup2 WA para kumpulan #SilumanKampret! Semoga bisa diusut! pic.twitter.com/S5EqAgBhr1
Hari Bukhory @BukhoryHari
@yusuf_dumdum @KompasTV Perasaan w kemarin ada jg disitu,sy yakin gak ada yg teriak" tukang bohong,...semua teriak presiden" berulangkali
Dumdum @yusuf_dumdum
Video Asli: Jokowi diteriaki "Presiden Presiden Presiden" 👇 Pilpres udah usai #SilumanKampret belum tobat! pic.twitter.com/NkcafYxHls
M. Suaizisiwa S @Suaizi9
@yusuf_dumdum @KompasTV Ketika hoaks sdh bagaikan virus stadium akut sebaiknya @BareskrimPolri @DivHumas_Polri @CCICPolri dan @Puspen_TNI AD-AL-AU utk menindak tegas dn membasmi virus2 bgs tsbut shg rakyat yg cinta damai tdk terusik ulah mrk yg menyebar kebohongan! #KitaIndonesiaSatu #IndonesiaDamai
ViryaWilis @ViryaWilis
@SitompulYunus @yusuf_dumdum @woelannnn @KompasTV Yungalaahhh... yg ngedit maksa banget.. Dan pasti dg muka bersungut". hati panas membara... Kpn bs tenang dan adeemm yaa org" spt itu? Masyaa Alloh..
Trust No.1 @eizanfolks
@yusuf_dumdum @KompasTV "Video yang beredar dengan teriakan itu hasil editan pihak tertentu yang mengambil video digital KompasTV,” "Saya berharap publik dapat membedakan mana video asli yang dibuat Kompas TV dan mana hasil editan yang bertujuan tidak baik," nasional.kompas.com/read/2019/04/2…
2019 Jkw @Ivan23683770
@yusuf_dumdum @arif253162 @KompasTV Yah dilaporkan aja yg kita dukung aja diam aja.jd gemes denger nya..gregetan gue sm @jokowi sll diam trus untung menang kalau kalah yah nasif
ReSyarif17 @resjarif17
@yusuf_dumdum @KompasTV Itu di edit yg sebenarnya teriskbya presiden..presiden , semoga yg edit diciduk cc @CCICPolri @DivHumas_Polri @rudiantara_id @kemkominfo
Voter Education @RustamIbrahim
Bagaimana mungkin kita percaya KPU curang. Video Kompas TV waktu kunjungan Jokowi ke Grand Indonesia saja diedit. Jelas2 pengunjung mall salamn, selfie & teriak "Presiden" tiba2 diubah jadi "tukang bohong". Jangan2 C1 yg ditampilkan di medsos juga diedit kom.ps/AFzFsE

Klarifikasi dari kompas

Video yang beredar di media sosial itu menggunakan tayangan video digital Kompas TV. Namun, Kompas TV memastikan bahwa video itu telah diedit dan diubah dari video asli. Pihak tidak bertanggung jawab durasi video yang semula sepanjang 59 detik menjadi 38 detik. Selain itu, ia juga menambahkan suara teriakan “tukang bohong” dalam video editannya. Alhasil, video yang masih terdapat logo juga teks asli dari Kompas TV itu menjadi berbeda. Saat diputar, Presiden Jokowi seolah-olah mendapat teriakan bernada negatif dari pengunjung Grand Indonesia. Padahal pada video asli yang diunggah Kompas TV melalui berbagai saluran media sosialnya, Jokowi tidak mendapatkan teriakan “tukang bohong”.

Justru ia disambut antusias oleh para pengunjung yang mengetahui keberadaan calon presiden nomor urut 01 itu di tengah-tengah mereka. Selain berteriak, pengunjung juga berdesak-desakan mengabadikan kedatangan Jokowi. Sebagian dari mereka bahkan meminta foto selfie bersama Presiden.

Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosiana Silalahi menegaskan video yang beredar dengan teriakan "tukang bohong" adalah hasil editan pihak tidak bertanggung jawab. "Video yang beredar dengan teriakan itu hasil editan pihak tertentu yang mengambil video digital KompasTV," kata Rosi saat dihubungi Minggu (21/4/2019) malam. “Saya sangat menyesalkan perbuatan tidak bertanggung jawab itu, yang membuat, mengedit video digital KompasTV dengan maksud tidak baik," tuturnya. Rosi berharap masyarakat tidak tertipu dengan narasi yang beredar, dan dapat membedakan mana konten asli dan mana yang telah mengalami perubahan.

"Saya berharap publik dapat membedakan mana video asli yang dibuat KompasTV dan mana hasil editan yang bertujuan tidak baik," ujar Rosi. Sebagai bentuk peringatan agar hal serupa tidak terjadi lagi, KompasTV akan mengupayakan penyelesaian melalui jalur hukum. "Kami akan mengupayakan langkah-langkah yang memungkinkan secara hukum terkait hal ini," ucap Rosi.

URL KOMPAS.com 16332 Beredar Video Hoaks Jokowi Diteriaki "Tukang Bohong" Saat Berada di GI Kompas TV mengonfirmasi videonya tentang kunjungan Jokowi di Grand Indonesia diedit oleh pihak tertentu sehingga menjadi berbeda.
Kompas.com @kompascom
Kompas TV mengonfirmasi videonya tentang kunjungan Jokowi di Grand Indonesia diedit oleh pihak tertentu sehingga menjadi berbeda. dlvr.it/R3FgRS
Tiorida @Tiorida13
@kompascom Semoga yg mengedit bertobat sebelum terjerembab
Chairil Asyhar | ACAY | @chaireal
@kompascom kalo ada ini video hoaxnya di timeline fb ama wa gw. tinggal gw bilang *Unfriend gw sekarang*,.
joko setiawan @setiawnjoko
@kompascom Kasihan orang tua yg bikin video hoax itu,,,, susah payah mendidik, membesarkan, merawat,,, eee malah bikin berdosa dan malu orang tuanya,,,
Login and hide ads.