Quick Count tidak Valid, KPU Terdiam, ada apa sebenarnya dengan pemilu Indonesia ??

Tapi tidak fair jika kemenangan itu diperoleh dengan kecurangan oleh lembaga penyelenggara pemilihan umum tersebut.
0
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Hastag #KPUJANGANCURANG jadi viral di media sosial Facebook dan Twitter. Tak terkecuali media asing. Beberapa media luar ikut menyoroti soal adanya kecurangan pemilu tanah air dari trending topik dua aplikasi tersebut. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang pic.twitter.com/o9Ca3Ymzas
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Saya sebagai warga Negara Indonesia merasa sedih dan malu. Karena pesta demokrasi kita dicap buruk bagi Negara demokrasi lainya seperti Malyasia dan Amerika. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang pic.twitter.com/MZ9XZTOQFH
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Kita akui, di pemilu tahun ini merupakan pemilu yang berat dilaksanakan. Sebab, pemilu 2019 diselenggarakan serentak untuk pemilihan eksekutif dan legislative seperti DPR RI, DPR D, DPD, serta Presiden. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Awal mula kecurangan tersebut bermula sejak di hari pencoblosan. Hampir ditiap tivi nasional memberitakan hasil hitung cepat (Quick Count atau QC) dari beberapa lembaga survey. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang pic.twitter.com/6kZoZa2rfX
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Pemilu yang digelar 17 April lalu itu dianggap masyarakat ada kecurangan. Pasalnya, dari hasil QC tak berimbang antara paslon nomor urut 01 dengan paslon nomor urut 02. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Ditambah dengan berbagai rekaman video yang menyebar luas adanya temuan kotak suara yang isinya sudah tidak ada alias hilang. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang pic.twitter.com/sltNDJEEnw
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Dari hasil QC yang ditayangkan di televisi tak satupun angka yang menunjukan paslon 02 kalah telak dari paslon petahana Jokowi- Amin. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Padahal, dari pantauan tim sukarelawan pengawas pemilu kubu 02 mencatat hasil dari laporan C 1 tiap TPS hasil perolehan suaranya rata-rata tinggi, alias menang. Namun tidak demikian dari hasi lembaga survey yang tayang di televisi #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Akhirnya, melalui rekomendasi APDI pemerintah menghentikan tayangan hasil cepat lembaga survey tersebut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sampai KPU mengeluarkan hasil real count dari rekapitulasi masing-masing TPS seluruh wilayaha Indonesia. #MauMenangKokMainCurang
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Karena menurut lembaga ini, penampilan hasil quick count yang jor-joran dapat memberikan janji surga kepada kubu yang dimenangkan. Padahal hal tersebut belum tentu benar. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Keberadaan APDI sebagai lembaga pemantau Pemilu menjadi satu-satunya solusi bagi masyarakat agar kestabilitasan politik paska pemilu dapat kembali kondusif. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Lembaga yang didirikan beberapa tahun lalu itu merupakan lembaga pemantau yang tersertifikasi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dalam menjalankan kerja sosialnya, APDI mendapatkan dukungan dari lembaga observer pemilu international di luar negeri. #MauMenangKokMainCurang
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Menurut beberapa pengamat menyebutkan, di pemilu kali ini diduga ada indikasi campur tangan pihak kubu 01 dengan menyuap lembaga survey untuk mempengaruhi masyarakat atas hasil suara yang dimenangkan kubu Jokowi. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Tapi tidak fair jika kemenangan itu diperoleh dengan kecurangan oleh lembaga penyelenggara pemilihan umum tersebut. #MauMenangKokMainCurang #MauMenangKokMainCurang pic.twitter.com/ylKEWyDG1p
 Expand pic
Login and hide ads.