0
Kompas.com @kompascom
Megalomania sejenis gangguan mental yang membuat pengidapnya selalu membesarkan dirinya secara berlebihan. dlvr.it/R3CQ5d

Tersebutlah seorang pemimpin dari negeri pelangi. Seorang pemimpin yang suka meninggikan dirinya sendiri. Pamer kuasa bak seorang raja. Senang disanjung, dipuja, dan dipuji. Orang-orang terus memuliakannya. Tak heran kalau pemimpin ini begitu angkuh dan arogan. Tak seorang pun berani mengkritik, apalagi mencela. Tanpa disadari, pemimpin ini tampak hanya mementingkan kemuliaan dirinya saja. Sebaliknya, simpatisannya diabaikan.

Megalomania
Perilaku pemimpin tersebut menunjukkan seorang pemimpin yang mengidap megalomania. Megalomania sejenis gangguan mental yang membuat pengidapnya selalu membesarkan dirinya secara berlebihan sehingga tertanam pada dirinya paling hebat, paling unggul, paling berkuasa. Pengidap megalomania selalu ingin dihormati dan disanjung. Sebaliknya, tidak mau dikritik atau dicela. Menghadapi pengidap megalomania memang harus ekstra hati-hati. Ciri-ciri megalomania Cirinya yaitu suka memandang dirinya berlebihan, merasa superioritas, selalu ingin jadi pemimpin yang senang disanjung, ingin dihormati, menganggap dirinya paling benar, haus kekuasaan, menolak kritik, ego tinggi, suka meremehkan orang lain, sombong, arogan, emosional.

Gangguan kepribadian
Pengidap megalomania bisa jadi punya gangguan kepribadian. Pendiri aliran psikoanalisis Sigmund Freud (1856-1939) mengatakan bahwa megalomania termasuk narcissistic (narsisistik), mengagungkan diri sendiri secara berlebihan. Rita L. Atkinson dkk dalam buku Pengantar Psikologi (1993:281) menyebutkan bahwa megalomania termasuk narcissistic personality disorder (gangguan kepribadian narsisistik). Gangguan kepribadian ini menggambarkan pengidap megalomania sebagai orang yang mempunyai ambisi pribadi yang melambung tinggi yang dipenuhi dengan khayalan-khayalan sukses. Selain itu, selalu mencari pujian dan perhatian. Tidak peka terhadap kebutuhan orang lain, malahan sering mengeksploitasinya.

Tak bisa disembuhkan
Menurut pakar psikologi politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk (Tempo.com, 24 Juli 2014, Muhammad Muhyiddin) mengatakan bahwa pengidap megalomania tak bisa disembuhkan. Alasannya, pengidap megalomania sulit menerima kenyataan yang terjadi pada dirinya. Misalnya kalah dalam pertandingan, tak begitu saja diterimanya. Malah menuduh pihak lain yang bermain curang terhadap dirinya. Kalaupun tetap dianggap kalah, pengidap megalomania merasa dirinya dizalimi. Dengan demikian, pengidap megalomania tidak berjiwa besar, karena kebenaran hanya ada pada dirinya sendiri.

sumber: nasional.kompas.com

Random Wisdom @randomwisdom_id
@kompascom Nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba muncul artikel membahas masalah ini... Oh, iya. Ada. Hubungannya dengan @prabowo yang halu terus nggak tau kapan sadarnya. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
m. pri hendratmoko @MHendratmoko
@kompascom Pengidap megalomania konon kisahnya berakhir tragis. Yg paling ekstrem, bunuh diri. Sebabnya tdk lagi mampu kendalikan diri ketika melihat kenyataan obyektif yg tdk sama dng yg diangan-angankan. Kasihan.
m. pri hendratmoko @MHendratmoko
@kompascom Megalomania apa dpt disembuhkan? 100% mungkin tidak bisa. Ini karangan saya. Tapi mengurangi efek negatifnya bisa. Bertahap dan perlu latihan mental-batin. Misalnya, berdoa, samadi, introspeksi diri. Belajar macam2 kebajikan, rendah hati, santun. Aja dumeh....
SLmTRiyadiRocK @RiyadiRocK
@kompascom Mksdnya nyinggung pak wowo psti....โœŒ๐Ÿฟ
CEO @idhamkuwh
@melianach @kompascom hanya anak2 jaman 80an yg tau karakter ini. ๐Ÿ˜
Dedy @dedysteven80
@kompascom @Nusanta124 Merasa paling hebat, paling benar, merasa kebal hukum. cc wowo, sengkuni, brizieq, kudanil... twitter.com/kompascom/statโ€ฆ
adon batubara @adonbatubara
@PartBurungGalak @kompascom Hahaahahj, ahk yg benar ,ente ngaku, peace canda bro
djakarta @djakarta6221
@kompascom Saya lebih TNI dari TNI ~ pdhl di pecat
Dien's @Diens86623867
@MHendratmoko @kompascom Yg Anda sebutkan salah semu Yg benar dan bisa sembuh yaitu Brendem di kali Ciliwung 5 hari 11 malam

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.