Jusuf Mahdi, MM: ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐ŸŒน DARI MIKRO YANG KUAT MENUJU MAKRO YANG BERKUALITAS

Sebutir benih, ketika ditabur, tidak langsung tumbuh menjadi pohon yang besar. Dia memulai dari menyemaikan akar yang harus siap dan kokoh menopang dirinya kelak. Akar yang mencari jalan yang bisa dijadikan pegangan kuat, yang bisa bertumpu agar perkasa menghadapi badai, juga dapat tangguh menyaring makanan kehidupan, agar bisa berbuah bagus dan bermanfaat bagi semesta.
0

[17:17, 4/19/2019]

Ir Jusuf Mahdi, MM: ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐ŸŒน DARI MIKRO YANG KUAT MENUJU MAKRO YANG BERKUALITAS. ๐ŸŒน๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Ir. Jusuf Mahdi, MM.

Sebutir benih, ketika ditabur, tidak langsung tumbuh menjadi pohon yang besar. Dia memulai dari menyemaikan akar yang harus siap dan kokoh menopang dirinya kelak. Akar yang mencari jalan yang bisa dijadikan pegangan kuat, yang bisa bertumpu agar perkasa menghadapi badai, juga dapat tangguh menyaring makanan kehidupan, agar bisa berbuah bagus dan bermanfaat bagi semesta.

Dengan berjalannya waktu, sang benih kecil telah menjadi pohon raksasa dan kuat serta memberikan keteduhan di kerimbunan dedaunannya bagi si anak gembala yang duduk meniup serulingnya sambil mengawasi ternaknya yang merumput di kejauhan.

Demikian pula halnya dengan pertumbuhan ekonomi sebuah negeri, sebuah bangsa dan negara, dimulai dari hal kecil (usaha mikro = usaha dan ekonomi kerakyatan), yang harus dikembangkan dan diberdayakan menjadi sebuah bisnis dan ekonomi besar (ekonomi makro), yang bisa menjadi unggulan untuk mensejahterakan rakyat, bangsa dan negara serta eksis menunjang kebutuhan lokal, regional dan global.

Dalam ajang percaturan dan persaingan dunia, maka faktor kualitas, kemampuan, kemandirian, service excellent, komunikasi dlsb menjadi faktor penentu dan penting agar dapat bersaing dengan bangsa dan negara lain.

Pembangunan nasional harus dimulai dari penataan bidang Sandang-Pangan, Pendidikan dan Kesehatan guna mengokohkan kemampuan bangsa, professionalisme sebagai sarana untuk menghadapi AGHT yang pasti datang.

*Bisnis Mikro merupakan pemberdayaan potensi aspek dan bidang kehidupan yang ada (Ketahanan Nasional) untuk dipetakan dan diprioritasikan dalam bentuk Kekuatan Nasional yang sinergis.

Sinergitas dan standardisasi kegiatan, diikuti sense of business and entrepreneurship yang ditunjang oleh manajemen yang berwawasan, akan menjadi sebuah kesiapan bisnis dan perekonomian masa depan bangsa dan negara.

Dengan hal tersebut, disamping dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka akan dapat juga menjadi jalinan bisnis dengan berbagai negara, yang tentunya memperkuat devisa kita.

Inilah jangkauan bisnis makro yang tidak mengabaikan perkembangan jaman, ilmu dan pengetahuan modern dalam berbagai bentuknya.

Tanpa menguatkan bidang mikro, maka kita akan jadi pasar pelemparan hasil produksi luar negeri, kita tidak berdaya membendung masuknya produk-produk dari luar, kehilangan kemampuan diri dan menjadi bangsa yang konsumtif terhadap produk-produk luar.

Penjajahan terhadap suatu bangsa dan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam, dimasa ini tidak dilakukan melalui perang phisik bersenjata, tetapi melalui cara halus non phisik yang dikenal sebagai Proxy War. Materi perang proxy dapat dirinci meliputi 7 F (Fashion and Life Style, Food, Free sex, Film, Features, Fund, Friction).

Hal yang perlu diutamakan adalah MEMANAGE DANA DESA SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN.

Dana desa tanpa manajemen dan rencana program berkelanjutan, hanya akan jadi bahan penggendutan oknum dan pola konsumtif yang tidak bermanfaat bagi rakyat dan desa.

Harus dipahami dan dilakukan POAC dan PDAC tingkat desa sehingga siapa berbuat apa dst jelas transparan.

Di desa harus dilakukan pemetaan prioritasi rencana pembangunan dan pemberdayaan berkelanjutan dan sinergis potensi rakyat dan daerah, untuk menjadi sarana mensejahterakan rakyat.

Dana desa harus dikelola oleh bank plat merah (BRI, Mandiri, BNI dll), sebagai manajemen pengawasan, dimana pengajuan penggunaan dana melalui sistem persyaratan pengajuan permohonan kredit, yang harus dipertanggungjawabkan. Prioritas penggunaan untuk : Sarana air bersih, kesehatan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, UKMK dan Koperasi, potensi daerah a.l pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dlsb.

Kita harus ingat dan paham bahwa rakyat sebagian besar berada di pedesaan yang tersebar di seluruh daerah wilayah Indonesia. Hasil dari kerja dan jerih payah rakyat di desa menjadi pasokan utama bagi kehidupan di perkotaan. Kehidupan rakyat di desa tidak terpengaruh oleh resesi ekonomi, anjloknya nilai rupiah dlsb. Rakyat di desa tetap eksis melanjutkan kehidupannya, apapun yang terjadi.

Maka sangatlah tidak benar bila pemimpin negeri hanya berkutat di kota, tidak terjun ke pedesaan untuk mencermati situasi dan kondisi rakyat, dan tidak mengutamakan kepentingan dan kebutuhan rakyat.

Sesuatu yang besar pasti dimulai dari yang kecil, dari sedikit menjadi bukit. Inilah sistem manajemen kehidupan yang berasal dari nilai luhur religious yang hakiki, dimana telah dicontohkan oleh Allah Swt dalam berbagai tahapan penciptaanNya. Mengapa kita tidak belajar dari kehidupan dan alam semesta?? Disinilah perlunya manusia dikaruniai Allah Swt kelebihan berupa hati nurani / kalbu, akal dan pikiran.

Semoga kita lebih arif dan bijak mencermati hidup dan kehidupan.

โค๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐ŸŒน๐ŸŒน
Visionary Strategical Spiritual Nation Character Building Center, Surabaya, 19042019.

Story Jusuf Mahdi: MENATA MASA DEPAN BANGSA MENUJU NKRI YANG JAYA Permasalahan mendasar bangsa dan negara ini adalah hilangnya marwah esensi nilai luhur Pancasila dan UUD 1945 sehingga demokrasi yang dijalankan adalah demokrasi amburadul sak karepe dewe yang tidak punya acuan dan referensi berkiblat kemana. 143 pv

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.