2
cia @plutrous
JANE TOPPAN — Perawat Yang Membunuh 31 Pasiennya Dengan Percobaan2nya. —a thread— pic.twitter.com/oqn5j6z1dt
 Expand pic
cia @plutrous
“Joly” Jane Toppan adalah salah satu perawat tervavorit yg bekerja di Rumah Sakit Cambridge. Dia mendapat julukan “Jolly Jane” dari kepribadiannya yg menyenangkan dan ceria, dan pula keramahannya thdp pasiennya. Jane juga adalah perawat terbaik di rumah sakit itu.
cia @plutrous
Semua itu berakhir ketika para dokter menyadari, jika Jane telah membunuh pasiennya dan menikmati sensasi dari membunuh. Selama 20 tahun, dimulai pada tahun 1880, Jane mengaku telah membunuh 31 pasien. Namun, diduga pembunuhan telah terjadi lebih banyak dari itu.
cia @plutrous
Meskipun sebagian besar korban adalah pasiennya, ada beberapa pula yg merupakan kenalan pribadi Jane Toppan. Hal ini mengarahkan polisi untuk menentukan jika motifnya bukanlah sekedar ketertarikan medis yg mengerikan, melainkan kejiwaan.
cia @plutrous
Pembunuhan yg dilakukan Jane belum dimulai sampai ia menjadi seorang wanita muda. Setelah menghabiskan 18 tahun hidupnya berada dalam perbudakan kontrak kpd keluarga Toppan, yg namanya ia ambil untuk dirinya sendiri, Jane memulai pelatihan sbg perawat di Rumah Sakit Cambridge-c
cia @plutrous
c-diluar Boston, Mass. Disanalah ia mendapatakan julukannya, “Jolly Jane”, sambil diam2 memutuskan mana yg akan menjadi korbannya. Sebagian besar, Jane akan memilih pasien yg lemah, dan pasien yg sudah tua.
cia @plutrous
Jane akan memberi pasiennya dgn obat penghilang rasa sakit dg dosis tinggi, biasanya morfin atau atropin, murni hanya untuk kesenangannya melihat apa yg akan terjadi pd sistem saraf pasien. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, Jane akan membuat grafik palsu, dan ia-c
cia @plutrous
Ketika ia ditangkap, Jane mengatakan pada polisi bahwa dia mendapat gairah erotis dari memegang dan membelai mereka yg tengah sekarat. Meskipun dia telah meracuni banyak pasien di Rumah Sakit Cambridge, Jane tidak mengakui telah membunuh para korban.
cia @plutrous
Terlepas dr eksperimennya thdp pasien dan kegemarannya dalam pencurian kecil2an, para dokter Rumah Sakit Cambridge telah merekomendasikannya ke Rumah Sakit Umum Massachusetts, sebuah rumah sakit bergengsi pada saat itu.
cia @plutrous
Disana, Jane melanjutkan eksperimennya dgn obat penghilang rasa sakit dan dengan bermurah hati membagi2kannya kpd semua org yg bertanya. Akhirnya, dia dikeluarkan dari rumah sakit. Terlepas dr kesediaannya untuk membagikan obat dgn ceroboh, atau mungkin krn itu,-c
cia @plutrous
c-dokter swasta mulai merekomendasikan Jane sbg perawat pribadi kpd klien mereka yg kaya. Kemudian, pembunuhannya dimulai. Merasa bebas dari kendala rumah sakit, dan juga dari pengawasan ketat dari perawat dan dokter, Jane dapat melakukan percobaan pd pasien sesuka hatinya.
cia @plutrous
Jane juga mulai membunuh lebih dari sekedar pasien, dia beralih kepada orang2 yg memiliki masalah pribadi dengannya. Pembunuhan pertamanya yg didokumentasikan adalah pemilik tuan tanah dan istrinya, yg keduanya diracuni.
cia @plutrous
Dia mengatakan kpd polisi bahwa mereka menjadi “lemah dan rewel” dan “tua dan rewel”. Menurut rekan perawatnya dari Cambridge, Jane menganggap tidak ada gunanya untuk “menjaga orang2 tua tetap hidup”.
cia @plutrous
Setelah tuan tanah, Jane membunuh pasien lainnya, seorang wanita tua yg diurus olehnya. Kemudian, Jane membunuh seorang teman sehingga dia bisa mengambil tempatnya di Sekolah Teologi, kemudian beberapa pasien yg sakit.
cia @plutrous
Akhirnya, dia membunuh saudara angkatnya. Walaupun dia tidak terlahir sbg Toppan (Ibunya meninggal ketika dia masih bayi, dan ayahnya telah menyerahkannya pada perbudakan pada usia muda), Jane tumbuh dgn keluarga Toppan, dan akhirnya Jane mengklaim nama mereka sbg miliknya.
cia @plutrous
Meskipun Ibu angkatnya bukan wanita yg baik, Jane rukun sgn saudari angkatnya, Elizabeth. Sebagai org dewasa, keduanya secara teratur akan saling makan siang dan menghadiri acara sosial bersama.
cia @plutrous
Suatu malam di tahun 1899, Elizabeth mengundang Jane untuk menginap bersamanya selama akhir pekan, di rumah dimana mereka tumbuh bersama. Seperti biasanya, Jane membuatkan piknik untuk mereka berdua. Daging kornet, gula2, dan air mineral—dicampur dgn Strychnine, obat favorit-c
cia @plutrous
c-baru Jane. Elizabeth meminum air yg telah diracuni dan meninggal di pantai, dalam pelukan Jane. Kemudian Jane menyampaikan kejadian itu kepada polisi dengan penuh kasih. “Aku memegangnya di lenganku, dan memperhatikan dengan senang saat dia mulai kehabisan nafas,” ujarnya.
cia @plutrous
Setelah membunuh saudari angkatnya, dia pindah ke rumah Elizabeth, dan mulai mengejar tujuannya, dia bermaksud menikahi suami Elizabeth. Bagaimanapun, setelah suami Elizabeth menolaknya, Jane meracuninya, yakin bahwa jika ia bisa menyembuhkannya, Jane bisa merayunya.
cia @plutrous
Sayangnya, rencana Jane gagal, dan suami Elizabeth mengusirnya keluar dari rumah. Merasa bingung, Jane berusaha meracuni dirinya sendiri dan membuatnya dirawat di rumah sakit. Setelah pulih dan dibebaskan, dia menemukan seorang detektif tengah membuntutinya, mempercayai-c
cia @plutrous
c-jika Jane telah membunuh seorang pria Amherst dan keluarganya. Detektif itu benar, Jane memang telah membunuh pria itu, yg menyewakan pondok padanya beberapa tahun sebelumnya. Dan memang, dia telah membunuh putri dari pemilik pondok itu juga.
cia @plutrous
Ketika terbongkar jika keluarga itu mati karena keracunan, polisi menargetkan Jane sebagai pelaku, krn dia telah memiliki sejarah menjajakan obat2an yg telah membunuh mereka. Pada 1991, Jane ditangkap. Pada interogasinya, Jane mengakui 31 pembunuhan tetapi mengatakan-c
cia @plutrous
c-bahwa jumlahnya bisa mencapai 100 pembunuhan. Dia mengklaim bahwa hubungan yg gagal sbg seorang remaja adalah penyebabnya melakukan pembunuhan dan bahwa ia telah disiksa sejak Jane berusia 16 tahun.
cia @plutrous
Ketika tersebar kabar tentang persidangannya, pasien dari Cambridge maju ke depan mengatakan bahwa mereka memiliki ingatan samar2 telah dibius oleh Jane dan mengatakan bahwa Jane suka naik keatas tempat tidur pasien selama perawatan di rumah sakit.
cia @plutrous
Saat itulah, Jane mengungkapkan bahwa dia memiliki gairah seksual dari menyaksikan mereka yg tengah sekarat mendekati kematian. Pengakuan Jane sudah cukup bagi juri untuk membuat keputusan, hanya butuh 27 menit bagi mereka utk menganggapnya tidak bersalah dgn alasan kegilaan.
Load Remaining (3)
Login and hide ads.