2
The Lost Book @kisahtanahjawa
Kali ini kita sedikit bahas mengenai asal usul “Wong Jowo”. Karena saat ini bangsa kita dlm kondisi kritis, kita telah banyak melupakan asal usul sebagai bangsa yg besar. Semua seolah tenggelam dlm kegaduhan yg sengaja disulut “orang luar” utk menguasai bangsa ini secara ekonomi. pic.twitter.com/2UZWhmiFk0
 Expand pic
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sebelumnya, hampir seluruh penduduk Nusantara khususnya orang Jawa mengenal sosok Semar. Tokoh utama dalam pewayangan sekaligus penasehat para Ksatria dalam kisah Mahabrata serta Ramayana yang berasal dari India.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Meskipun begitu sosok Semar yang dikenal bijaksana, mengayomi namun sakti mandraguna tidak pernah disebut dalam kitab asli berbahasa Sansekerta yang merupakan bahasa klasik India. Sehingga kuat dugaan bahwa sosok Semar adalah berasal dari tokoh Jawa asli.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Banyak versi mengenai siapakah sebenarnya sosok Semar yang dikenal suka melontarkan humor - humor bersama “anak-anaknya” atau yang disebut punokawan (Petruk, Gareng, Bagong,Togog) terutama dalam pertunjukan wayang kulit khususnya wilayah Jawa Tengah.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Perwujudan Semar cukup unik. Tubuhnya besar, perutnya besar menggambarkan betapa besarnya dunia ini. Matanya sembab sedangkan bibirnya selalu tersenyum, melukiskan bahwa dunia ini berisi 2 hal yakni suka dan duka. Wajahnya tua namun potongan rambutnya kuncung seperti anak kecil.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Penggambaran itu merupakan simbolisasi tua dan muda. Semar berkelamin lelaki namun memiliki payudara besar, sebagai simbol lelaki dan perempuan. Dan Beliau digambarkan hidup sebagai rakyat Jelata meskipun Semar sebenarnya adalah penjelmaan dewata.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Hal tsb adalah simbol antara pemimpin & rakyatnya. Jika semua simbol tadi dirangkai dgn sifat Semar yg bijaksana, artinya kita harus paham bahwa hekekat kita sebagai manusia hrs sadar diri & bisa menempatkan diri serta bijaksana dlm setiap permasalahan hidup yg ada didunia ini.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Beberapa ahli serta spiritualis menyatakan bahwa Semar adalah putra dari Nabi Adam AS yang bernama Nabi Sis AS yang merupakan satu - satunya anak lelaki tunggal, karena putra dari Nabi Adam yang berjumlah 40 hampir semuanya kembar.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Oya, Nabi Sis AS adalah putra dari Nabi Adam yg paling cerdas & paling taat beribadah, boleh dibilang Nabi Sis AS adalah Marifat tertua pada masanya. Bahkan Nabi Sis AS adalah guru dari Nabi Idris AS yg pertama kali mengajarkan baca tulis serta ilmu falak & ilmu lainnya.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Namun ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa Semar adalah keturunan ke 9 dari dari Nabi Adam dari darah Nabi Sis AS yang disebut Samara atau Samar - samar, karena sehari - harinya beliau hanya beribadah atau bertafakur kepada Tuhan.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Terlepas siapa sebenarnya sosok Semar, mungkin kali lain bisa dibahas lebih mendetail, kemungkinan Semar adalah penggambaran dari Nabi Sis AS atau bisa jadi beliau adalah Samara yg merupakan keturunan ke 8 dari Nabi Sis AS, yang mewarisi keilmuwan Nabi Sis AS.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Banyak orang mengatakan bahwa Nabi Sis AS tinggal dan menikah serta melahirkan banyak keturunan di Lemah Dewani atau yang disebut Tanah Jawi atau Jawa. Sehingga tidak heran jika bangsa Nusantara khususnya Jawa sangat pandai ilmu astronomi atau ilmu perbintangan.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dimana ilmu astronomi tsb diaplikasikan untuk menghitung masa tanam, peta kompas, perhitungan bentuk bangunan serta sifat - sifat manusia yang dikemudian hari ilmu tersebut disebut dengan nama Kitab primbon. yang mana dasar - dasar ilmu tersebut berasal dari ilmu falak.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Ajaran kehidupan, ilmu pengetahuan serta ilmu ke Tuhan an yg diajarkan oleh Nabi Sis AS pada akhirnya disebut “Kapitayan”, dimana ajaran tersebut meyakini Tuhan Yang Maha Tunggal atau monotisme, bukan ajaran animisme dinamisme seperti yang didengung² kan hingga saat ini.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Jauh masa sesudahnya, Wali songo khususnya Sunan Kalijaga kemudian menyelaraskan ajaran agama Islam yang merupakan agama terakhir dengan Kapitayan yang merupakan kepercayaan orang Jawa yang mengedepankan “olah rasa” yang kemudian banyak orang menyebutnya dgn Islam Kejawen.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Bisa dibayangkan apabila Kapitayan & agama Islam diselaraskan dengan sempurna, kami sangat meyakini tidak ada bangsa lain yg akan menandingi kejayaan negeri ini. Namun Kapitayan seakan ditenggelamkan dgn paradigma bahwa kejawen itu sesat sejak masuknya penjajah di Nusantara.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Seperti misal peran “ulama palsu” Snouck Hurgronje yg berpura-pura menjadi muslim yang mengacaukan sejarah Islam serta merusaknya dari dalam. Dia juga mempelajari kelemahan bangsa ini yang salah satu kesimpulan dia, bangsa ini hanya bisa dilemahkan dengan isu agama.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Kemudian Petrovna Helena Blavatsky, seorang dukun barat yang sengaja mengajarkan serta menyebarkan ajaran teosofi yang melenceng jauh dari Kapitayan, hingga Kapitayan murni tenggelam dan hingga akhirnya muncul paradigma bahwa Kejawen dianggap sesat serta menyimpang. Wallahualam
The Lost Book @kisahtanahjawa
Semoga kedepannya kami bisa berinovasi memberikan suguhan konten yang lebih menarik lagi dan tidak membosankan. Terima kasih.
Login and hide ads.