1
M🐥 [sh] @yeojazc
Nasib kurang beruntung dialami oleh Ay (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak.
M🐥 [sh] @yeojazc
Masalah ini dipicu dari saling sindir di whatsapp terkait hubungan asmara antara salah satu pelaku Da (siswi SMAN 4 Pontianak) sekaligus kekasih mantan kakak korban, Po (siswi SMAN 2 Pontianak). kejadian ini bermula pada 29 Maret 2019 kemarin,
Dita Juwita @sangjuwita

guru BK || curhat? klik https://t.co/FXzA5sc859 || sambat? klik @nksthi || 📩: ditajuwita@outlook.com

https://t.co/b8QqXP6ybu
Dita Juwita @sangjuwita
Sebagai guru BK, aku gedeg banget sama kasus bullying yang ga abis-abis. Sebenernya apa aja jenis bullying? Apa penyebabnya? Gimana cegahnya? Gimana kita didik anak biar ga bully orang lain? ALL ABOUT BULLYING MENURUT GURU BK ~a thread~
Dita Juwita @sangjuwita
Sebelum kita bahas lebih jauh, kita bahas dulu apa itu bullying. Jangan-jangan, kita udah sana sini koar-koar anti bullying, padahal kita sendiri ga sadar kita juga melakukan bullying ke orang lain.
Dita Juwita @sangjuwita
Bullying adalah penindasan, bisa menggunakan kekerasan, ancaman, paksaan, untuk mengintimidasi orang lain. Ga cuma fisik, tapi bisa juga secara psikis, verbal, dan cyberbullying. Ga cuma di sekolah, bullying bisa terjadi di mana saja. Termasuk di sosmed.
Dita Juwita @sangjuwita
Kita bahas satu persatu jenisnya. Banyak dari kita yang mikir bullying sebatas kekerasan fisik ke orang lain, padahal ga cuma itu. Bisa juga secara psikis, yakni penindasan yang membuat korban trauma, ketakutan, depresi, cemas, dan stres.
Dita Juwita @sangjuwita
Misal bullying secara psikis: kita mengintimidasi orang tanpa kontak fisik, bisa dari kontak mata, ancaman, pengucilan, menyebarkan fitnah, dll. Banyak nih korban yang ga ketauan kalau dia dibully, karena ga ada bukti luka di fisik dia. Luka dia di hatinya 💔
Dita Juwita @sangjuwita
Bullying fisik: penindasan dengan kontak fisik yang menimbulkan sakit fisik, cedera, atau penderitaan fisik lainnya. Contoh yang nyata: Audrey, meski aku yakin Audrey ga cuma dapet bullying fisik, mungkin juga psikis, verbal, dan mungkin cyberbullying juga.
Dita Juwita @sangjuwita
Contoh lain bullying fisik adalah memukul, menampar, menjambak, menendang, dan banyak lagi, pelecehan juga bisa termasuk bullying lho. Terus juga merusak/sengaja menyembunyikan/mengambil barang orang lain juga bisa dikategorikan sebagai bullying fisik
Dita Juwita @sangjuwita
Bullying verbal. Niiiih yang mulutnya ga bisa diatur. Ati-atii. Jangan-jangan, kita juga termasuk pelaku bullying? Bullying verbal adalah bullying yang menggunakan kata atau bahasa untuk mengintimidasi korban. Contoh: mengejek, nyindir, juliiiid.
Dita Juwita @sangjuwita
Contoh paling sering ditemuin adalah nyindir/ngejek soal penampilan fisik, gender, ras, agama, dan lain-lain. Yang suka jelek-jelekin pendukung capres lain hayooo ati-ati mulutnya dijaga, apalagi kalau sampe nyangkut sara.
Dita Juwita @sangjuwita
Cyberbullying. Nah ini yang paling rawan dilakuin oleh kita para netizen. Cyberbullying adalah segala bentuk bullying dilakukan dengan media elektronik, misal: sms, email, semua jenis medsos, aplikasi chat, dll.
Dita Juwita @sangjuwita
Contohnya ngepost foto/video korban dan mempermalukan korban, memberikan komentar yang ofensif, mengirimkan pesan yang abusif, hack akun korban lalu melakukan tindakan yang merugikan korban, menyebarkan fitnah via elektronik, dll Yuk renungin sama-sama, kita pernah gini juga ga?
Dita Juwita @sangjuwita
Apa sih penyebabnya? Ada buanyak. Kita bahas satu-satu dari yang internal sampe eksternal ya. Kalau ada yang kurang, kalian bisa nambahin.
Dita Juwita @sangjuwita
Faktor internal: ada buanyak banget yang bikin seseorang jadi bully orang lain. Misal: empati yang rendah, toleransi yang rendah, temperamen yang cenderung emosional, anger management yang rendah, self control rendah, dll. Kepribadian ini membentuk seseorang menjadi pelaku bully.
Dita Juwita @sangjuwita
Faktor eksternal: keluarga, teman sebaya, iklim sekolah, iklim lingkungan, media, histori pernah dibully orang lain, dll. Kita bahas satu-satu sebisa aku ya.
Dita Juwita @sangjuwita
Keluarga: pelaku bully sering banget berasal dari keluarga yang bermasalah. Misal, orang tuanya kdrt, menghukum anak secara berlebihan, atau punya saudara yang agresif, dll. Dari sini anak secara ga langsung menirunya dan melampiaskan ke orang lain yang lebih lemah.
Dita Juwita @sangjuwita
Teman sebaya: duh ini ngaruh banget. Anak dari keluarga baik-baik, bisa banget terpengaruh sama temen-temennya yang pelaku bully, biasanya dia cuma ikut-ikutan biar diterima oleh temennya atau biar dianggep keren. Biasanya kan geng bully itu yang paling berkuasa kan ya di sekolah
Dita Juwita @sangjuwita
Iklim sekolah: ini juga ngaruh, biasanya sekolah yang terlalu banyak murid, guru-gurunya kurang bisa menghandle murid-muridnya karena ga fokus. Akhirnya, kalau ada kasus bully susah ketauan, atau diselesaikan dengan tidak tuntas. Akhirnya murid lain mencontoh dan anggep itu wajar
Dita Juwita @sangjuwita
Iklim lingkungan: sebelumnya aku udah bilang kan, bully bisa terjadi di mana aja. Misal selain sekolah, ya kantor, kampus, komunitas, atau bahkan rumah sendiri. Iklim yang ada itu berpengaruh banget, apalagi dari tahun ke tahun ada “tradisi” bully. Contoh: OSPEK, atau MOS
Dita Juwita @sangjuwita
Banyak banget kan sekarang entah kantor/komunitas/lainnya yang menganggap bahwa senior harus “mengorientasi” juniornya, dengan alasan biar mereka mentalnya kuat, biar mereka bisa belajar. Padahal mah banyak cara lain woooy.
Dita Juwita @sangjuwita
Media: sinetron sekarang, film-film sekarang atau mungkin dari dulu, banyak banget yang mengajarkan bullying. Dan mirisnya, rata-rata punya template begini: yang cakep, tajir, biasanya bully yang kurang cakep, dan/atau miskin. Akhirnya timbul persepsi: oh gw cakep jd boleh bully
Dita Juwita @sangjuwita
Histori pernah dibully: banyak pelaku bullying yang dulunya pernah dibully. Entah di sekolah sebelumnya, atau bahkan di rumahnya sendiri. Mereka yang dibully menyimpan dendam dan melampiaskan ke orang lain yang lebih lemah dari mereka. “Ah mereka juga boleh, masa aku ga bisa”
Load Remaining (16)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.