0
Democrazy @NegarakuApa
1.Besok, tepat dua tahun penyidik KPK Novel Baswedan diserang orang tidak dikenal dengan air keras. Tapi sampai hari ini kasus penyerangan itu jauh dari terungkap. detik.id/6gT1pw
URL detiknews 957 2 Tahun Novel Baswedan Sebelah Mata: Menggugat Penyelesaian Teror ke KPK "Pak Kapolri sudah membiarkan selama dua tahun, masak Pak Kapolri yang terus disuruh menyelesaikan (teror air keras)," ujar Novel Baswedan.
Democrazy @NegarakuApa
2. Novel sudah menjadi simbol dari upaya pemberantasan korupsi di negeri ini, penyerangan kepada dirinya berarti penyerangan terhadap upaya pemberantasan korupsi. pic.twitter.com/IaTVqsrAKo
Expand pic
Democrazy @NegarakuApa
3. Tentu publik bertanya-tanya, dengan kemajuan teknologi yang mutakhir saat ini dan metode pengungkapan kasus kriminal yang sudah semakin baik, kenapa kasus ini seolah sangat sulit diungkap.
Democrazy @NegarakuApa
4. Kasus novel seperti terhalang dinding tebal yang sulit untuk di terobos, bahkan oleh kekuatan hukum yang menjadi panglima penegak keadilan.
Democrazy @NegarakuApa
5. Keliatannya ada upaya untuk menghambat pengungkapan kasus ini karena melibatkan orang-orang penting dan berkuasa di rezim ini.
Democrazy @NegarakuApa
6. Mungkin itu penyebab kasus Novel mengambang selama 2 tahun dan tidak jelas kapan bisa selesai, bahkan seperti di biarkan terus mengambang demi kepentingan politik penguasa.
Democrazy @NegarakuApa
7. Sebagai rakyat indonesia sudah sewajarnya pertanyakan komitmen pemberantasan korupsi Jokowi, lucu jadinya kalau kasus penyerangan ke simbol pemberantasan korupsi ngambang tapi naikin hesteg #01BerantasKorupsi karena temen deket Jokowi si Romi ketangkep KPK. pic.twitter.com/6N7uzASrKK
Expand pic
Democrazy @NegarakuApa
8. Apa ngga kebangetan guobloknya? Koran Tempo hari ini menulis berita utama mengenai rongrongan dari dalam KPK, ratusan pegawai KPK mengungkapkan munculnya hambatan pengusutan kasus korupsi dalam setahun ini. pic.twitter.com/ybZtO4GbRk
Expand pic
Democrazy @NegarakuApa
9. Di antaranya termasuk kebocoran OTT, mandeknya pengembangan kasus, hingga terhalangnya penggeledahan di lokasi tertentu. Ancaman bagi personel KPK di lapangan makin nyata.
Democrazy @NegarakuApa
10. Logikanya, penyerangan ke Novel yang high profile aja ngga kelar apalagi penyerangan ke penyidik dan pegawai KPK yang lain?Penyidik dan penyelidik makin resah, karena mereka tahu koruptor akan semakin liar menyerang. Semakin keras melawan.
Democrazy @NegarakuApa
11. Semua karena pemimpin negara yang harusnya bertindak cuma bisa diam. Mereka yang sedang perang dengan koruptor tapi dibiarkan diserang dari belakang lebih parahnya lagi oleh orang dalam sendiri. pic.twitter.com/RqccigBKtw
Expand pic
Democrazy @NegarakuApa
12. Para pegawai tersebut akhirnya membuat petisi ke pimpinan KPK agar segala upaya menghentikan dan menghambat penanganan kasus korupsi. po.st/7Q1rv6
URL Tempo 1044 5 Poin Petisi Pegawai KPK Soal Hambatan yang Dikeluhkan Penyidik Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan pimpinan sudah menerima petisi tersebut dan sedang mempelajarinya.
Democrazy @NegarakuApa
13. Ratusan pegawai KPK menandatangani petisi tersebut tapi tidak ada satupun pegawai dari unsur kepolisian dan kejaksaan yang tanda tangan.
Democrazy @NegarakuApa
14. Lalu siapa orang dalam itu? Silakan nilai sendiri. Silakan analisis sendiri kenapa pegawai dari unsur kepolisian dan kejaksaan tidak ada yang tanda tangan. pic.twitter.com/0GqYqqKdSd
Expand pic
Democrazy @NegarakuApa
15. Adakah hubungannya dengan penguasa? Apalagi selama ini kita semua juga tahu partainya siapa yang paling banyak koruptor, pejabat dari mana yang sering berurusan dengan KPK. pic.twitter.com/3YP8AGoNru
Expand pic
Democrazy @NegarakuApa
16. Pertanyaannya, apakah pendiaman kasus Novel sebagai balas dendam karena selama ini anggota PDIP, kolega Jokowi, partai pendukung Jokowi selalu ketangkap KPK?
Democrazy @NegarakuApa
17. Kita sudah mendengar sendiri dalam wawancara Novel dengan komedian Pandji Pragiwaksono misalnya, ada dugaan Jenderal dari Kepolisian yang terlibat dalam kasus penyerangannya.
Democrazy @NegarakuApa
18. Nah dari situ kan muncul pertanyaan baru, kasus apa yang sedang dikerjakan Novel sampai seorang Jenderal Polisi turun tangan. pic.twitter.com/2UaQ6qKdbp
Expand pic
Democrazy @NegarakuApa
19. Sebesar apa kasusnya sampai Istana Negara cuma bisa diam? Atau jangan-jangan, kasus Novel ada hubungannya dengan upaya mempertahankan kekuasaan di 2019? pic.twitter.com/JEiR8lSJD4
Expand pic
Democrazy @NegarakuApa
20. Karena satu persatu bukti mulai diperlihatkan secara terang-terangan, segala cara dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan. Ya wajar sih sebenernya kalo si boneka cuma diam dan ngga berbuat apa-apa.
Democrazy @NegarakuApa
21. Yah namanya juga petugas partai. Kalo dulu patuhnya cuma sama partainya, sekarang celakanya harus patuh sama semua partai pendukungnya. pic.twitter.com/nu2XayW3A8
Expand pic
Democrazy @NegarakuApa
22. Balik lagi ke soal Novel dan KPK. Rencananya besok bakal ada Gerakan Subuh Berjamaah sebagai aksi solidaritas penegakan hukum untuk Novel Baswedan. pic.twitter.com/0mZYB4FaTP
Expand pic
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.